Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 6


__ADS_3

Sore ini setelah selesai kuliah, aku langsung berpamitan dengan Angel untuk berpisah di depan gerbang, karena aku sudah ada janji dengan teman SMAku, Kelvin, yang akan membantuku untuk belajar trading.


Kelvin kebetulan juga sedang kuliah di Jakarta, oleh karena itu waktu yang lalu aku sedang berpikir-pikir ingin mencoba sambilan apa, aku tertarik untuk trading salah satunya karena ada Kelvin yang pasti bisa membantuku.


Kelvin teman SMAku dari kelas 10 yang sebenarnya dia juga teman dari mantanku. Tetapi dibandingkan dengan mantanku, aku lebih dulu mengenal Kelvin dan kita memang dekat dari kelas 10 sebagai teman bersama satu temanku lagi.


Dia banyak menolongku sejak SMA dan kemarin setelah aku berminat untuk mencoba trading, aku mencoba menelepon dia untuk meminta pertolongannya. Ia pun langsung menyetujui permintaanku tersebut.


Setelah aku menunggu sekitar kurang lebih 10 menit, tak lama kemudian ada mobil yang menepi dan berhenti di depanku.


“Claire yukk masuk.” Kata Kelvin dengan tersenyum saat membuka kaca mobilnya. Aku langsung membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya.


“Gimana nih kabarmu?” kata Kelvin setelah aku masuk.


“Baik-baik, kamu gimana?” Tanyaku balik pada Kelvin sambil cukup heran dengan dandanan Kelvin yang menurutku cukup berubah dari dulu saat di SMA.


“Seperti yang kamu liat, baik kan, hehehehe,” kata Kelvin sambil sekilas tertawa.


“Langsung ke café tempat biasa aku belajar trading sama temen-temen aja ya,” kata Kelvin yang siap menyetir.


“Okee-okee boleh. Hmm .. kok dandananmu berubah gak kayak dulu?” kataku akhirnya penasaran.


“Hmm .. gimana ya, Di sini pergaulannya keras Claire, kalau gak dandan gini kayak gak dianggep aku tuh di kampus, apalagi kampusku tau sendiri kan, banyak anak-anak kalangan atas gitu,” kata Kelvin menjelaskan.


“Kamu juga ada berubah deh kayaknya, lebih pakek make up tipis-tipis gitu ya, jadi keliatan lebih cantik, hehehehe.” Kata Kelvin kembali yang membuat wajahku seketika terasa memanas karena menahan malu.


“Ihh apaan, gak lahh. Aku gak make up yang gimana-gimana kok,” kataku mencoba membela diri.


“Lohh iyaa, gak berlebihan kok, tapi kan gak kayak SMA yang bener-bener polos gitu. Tuh, kan paling gak kamu pakai lipstick sama bedak gitu kan, terus perawatan kulit biar putihan yaa, hehehehehe." Kata Kelvin yang sukses kini kembali membuat wajahku merona merah.


“Dah ah ganti topik, gak usah bahas gitu lagi.” Kataku akhirnya memutus topik pembicaraan.

__ADS_1


“Iyaa iyaa, gak usah jadi marah gitu dong,” balas Kelvin sambil tersenyum.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba Kelvin berusaha mengeluarkan sesuatu dari kantong sebelah kanan celananya. Sontak aku juga melihat apa yang dia keluarkan dan ternyata itu adalah vape.


“Hahh vinn, kamu ngevape?” Tanyaku spontan langsung pada Kelvin saat melihat vape yang ada di tangan kanannya.


“Hehehehehe iyaa.” Kata dia sambil sedikit melirik ke arahku.


“Hmm .. masih ingetkan, aku dari SMA selalu bilang apa?” Kataku dengan nada datar ke Kelvin.


“Hmm iyaa. Temenan atau deket sama orang yang ngerokok.” Kata dia sambil tetap melirikku beberapa kali.


“Selama keluar sama aku jangan sekali-kali ngevape, kalau kamu gitu mending aku belajarnya sama orang lain aja, aku bisa cari temen yang lain.” Kataku dengan terus terang dan sedikit kesal.


Dari dulu SMA bila ada teman cowok yang merokok, aku sangat tidak suka. Apalagi kalau merokok di depanku, aku tidak tahan dengan asap rokoknya, selain itu merokok selalu mengingatkanku dengan pamanku yang sayang padaku.


Pamanku meninggal karena 30 tahun selama dia hidup dia merokok dan akhirnya dia terkena kanker paru-paru.


Aku menjadi sedikit ragu dengan dia sekarang, meskipun aku tahu beberapa lama ini dia sudah semakin terkenal karena kesuksesan dia di dunia trading ini.


...--------...


“Yukk Claire turun, ntar paling di dalam cuma ada satu temenku doang kok yang bakal bantuin ngajarin kamu juga.” Jelas Kelvin padaku yang cukup membuatku terkejut karena aku kira hanya dia saja yang akan mengajariku.


“Oii broo, nih kenalin temen gue.” Kata Kelvin ke cowok yang kini berada di depanku.


“Jacob.” Kata cowok tersebut sambil mengulurkan tangannya padaku.


“Claire.” Jawabku singkat sambil membalas uluran tangannya.


“Yukk ngobrol-ngobrol santai dulu aja. Mengalir aja Claire, gak usah takut juga sama dia.” Kata Kelvin yang memilih duduk di sampingku.

__ADS_1


Sekitar setengah jam kurang lebih sambil menunggu pesanan datang kita berbincang-bincang dan kini aku lebih tahu tentang Jacob.


Ternyata Jacob teman pertama Kelvin dulu ketika masuk kampus dan ternyata sama-sama berada di dunia trading. Salah satu yang membuat Kelvin akhirnya bisa sukses di trading ini adalah karena kerja sama dengan Jacob dan mereka selalu bertukar pikiran bersama.


Tak terasa sudah 3 jam kita bertiga bersama menghabiskan waktu di café ini dan kini kepalaku sudah cukup pusing mendapatkan pelajaran-pelajaran dasar dari mereka berdua.


Tetapi paling tidak aku sudah ada bayangan dari sebelumnya yang aku tidak paham sama sekali tentang dunia trading.


Hal yang tidak kalah penting untuk aku persiapkan yaitu, untuk memulai trading ini aku harus mempersiapkan uang sekitar 1 juta untuk memulainya.


Setelah aku sudah lelah, akhirnya Kelvin mengakhiri untuk hari ini. Hari Minggu nanti dia dan Jacob ada waktu kosong dan mau meluangkan waktunya lagi untukku.


Aku cukup senang belajar dengan mereka berdua, karena mereka orangnya sama-sama fun sehingga meski sudah berjam-jam belajarnya tetapi waktu sama sekali tidak terasa, hanya tiba-tiba merasa lelah dan langit sudah gelap.


...--------...


“Thank you vinn buat hari ini, nanti Minggu kalau kamu sibuk gapapa kok, gak usah jemput, aku bisa berangkat sendiri.” Kataku pada Kelvin sesampainya di kosku.


“Gapapa kali, kan Minggu aku emang kosong, masak sih biarin temen cewekku ini jalan sendirian, gak ah, gapapa kok beneran.” Balas Kelvin menjelaskan dan tetap meyakinkan kalau dirinya bisa menjemputku.


“Hmm okee dehh, hati-hati di jalan yaa.” Kataku sambil keluar dari mobil dia yang dibalas dengan anggukan dari dia.


“Byee.” Kataku sambil melambaikan tangan saat dia membuka kaca mobilnya yang dibalas dengan lambaian tangan juga.


...--------...


Jefferson:


“Hmm ... cewek itu, oh ternyata sudah punya pacar, sampai dianter pulang segala lagi. Pantesan di kampus kayak lebih banyak diem. Ngapain tadi pakek berhenti trus di dalem mobil diem lama dulu, mana kaca mobilnya gelap lagi. Parah.”


“Haduhhh nih Jeje mana sihhh gak keluar-keluar dari kos, dah berapa lama coba nih aku nunggu di mobil gini. Dasar cewek lama banget kalau dandan, lagian juga cuma pergi les, emang harus dandan seribet itu sih. Fiuhhh …. sabarrrr sabarrrr.”

__ADS_1


__ADS_2