
Pagi ini kelasku ada jadwal praktikum kembali sehingga aku dan Angel berangkat lebih pagi seperti biasanya bila ada kelas praktikum.
Saat kita sudah sampai di kampus dan mau naik lift untuk ke lantai tempat kita praktikum, tiba-tiba Angel sedikit terlihat panik sambil mencari-cari sesuatu di dalam tasnya.
“Kenapa Ngell?” tanyaku pada Angel.
“Bentar. Aduhh, kayaknya nih jas labku ketinggalan deh.” Kata Angel dengan panik.
“Coba cari dulu yang bener.” Kataku sambil mencoba sedikit ikutan melihat ke dalam tas Angel.
“Gak ada Claire. Duh, nih sama waktu masuk masih lama kan ya?” Tanya Angel padaku yang membuatku langsung melihat ke jam tangan yang aku kenakan.
“Hmm, gak lama-lama banget sekitar kurang dari 15 menit, 13 menit deh tepatnya,” kataku memberitahu Angel.
“Ya dah aku balek kos dulu deh. Kamu masuk kelas aja.” Kata Angel langsung berbalik badan dari lift.
Akhirnya aku berjalan memasuki lift dan menuju ke kelas sendiri.
...--------...
Angel:
Setelah meninggalkan Claire untuk masuk ke kelas sendiri, aku dengan sedikit berlari untuk keluar dari kampus dan menuju ke kos.
Saat di parkiran kampus, aku sedikit terhambat karena ada mobil yang sedang putar balik sehingga jalanku tertutup dengan mobil tersebut. Dengan tetap terburu-buru setelah mobil tersebut putar balik aku langsung bersiap lari lagi, tetapi tiba-tiba. ”BRAGG. ”
Aku menabrak seseorang dengan badan yang cukup tinggi dan ponsel orang tersebut jatuh di depan kakiku dan sekilas aku lihat layar ponsel tersebut retak pada kedua tepi layarnya.
“Maaa-ff.” Kataku dengan terbata-bata saat tahu siapa yang ada di depanku.
Yap, dia ternyata Kak Jeff. Kak Jeff yang mengetahui aku yang melakukan hal tersebut langsung menarik nafas dengan kasar di depanku.
“Lu lagi ternyata.” Kata Kak Jeff dengan muka coolnya.
“Maaf Kak aku gak sengaja. Gak tahu Kakak ada di sini.” Kataku mencoba membela diri.
“Makanya kalau jalan lu liat-liat dong." Kata Kak Jeff kini sambil mengambil ponselnya.
__ADS_1
“Nih lu liat. Gimana ponsel gue? Mana gue bentar lagi ada jadwal asdos lagi. Terus gimana coba nih? Ponsel gue mati gini.” Kata Kak Jeff meminta pertanggungjawaban dari aku.
Aku di sini cukup bingung, tetapi aku tidak merasa seratus persen aku yang salah karena aku merasa Kak Jeff juga salah. Saat dia jalan, dia juga tidak memerhatikan jalannya tetapi terlalu sibuk dengan ponselnya.
“Eh lu jangan bengong. Gue nanya beneran nih,” Ucap Kak Jeff kembali, kini dengan nada yang sedikit meninggi pada diriku.
“Maaf Kak. Nanti aku ganti,” kataku dengan suara pelan.
Tetapi tiba-tiba di tengah aku sedang berpikir bagaimana harus menghadapi Kak Jeff, aku teringat dengan nasib diriku yang tidak diterima di BEM.
“Eh kayaknya tapi gak perlu ganti deh Kak. Ini balasan buat Kakak, soalnya pasti karena Kakak kan aku jadinya gak masuk BEM.” Kataku langsung terus terang pada dia yang membuat dia langsung melotot terkejut ke arahku.
“Lu kalau ngomong jangan sembarangan deh. Kayaknya gak salah gue rada gak suka sama lu.” Kata Kak Jeff padaku dengan menunjuk-nunjuk diriku.
“Ngapain Kakak tunjuk-tunjuk gitu. Emang bener 'kan aku gak masuk BEM karena ulah Kakak. Kakak waktu itu masih belum puas dapet jawaban dari aku terus balasannya Kakak sengaja gak lulusin aku dari wawancaranya, kan?” Kataku tetap yakin menuduh dia yang menjadi penyebab aku gagal masuk ke BEM.
“Jefff… lu kok masih di sini? Lu gak baca wa grup asdos apa? Tuh bapakmu dah ngomel-ngomel kena kita berdua belum dateng-dateng ke ruangannya.” Kata Kak Theo yang tiba-tiba datang dan merangkul Kak Jeff.
“Ehh haloo. Lu salah satu temen Claire 'kan ya. Eh ada apa nih?” Tanya Kak Theo yang tampak bingung melihat kita berdua ada di sini.
“Gak penting. Yuk, cabut daripada makin kena marah ama bapak lu.” Kata Kak Jeff mengajak Kak Theo meninggalkanku sendiri di sini.
Aku langsung berusaha sekuat tenaga berlari menuju ke kos dengan waktu yang tersisa ini.
...--------...
“Guyss, Angel kok lama ya? Dia gak kenapa-kenapa kan ya?” Kataku pada Aurel dan Grace saat aku melihat jam dinding kelas yang menunjukkan 5 menit lagi kelas akan dimulai.
“Tenang Claire. Dia capek mungkin jadi gak bisa lari kenceng.” Celetuk Grace sambil tersenyum menenangkan aku yang mengkhawatirkan Angel.
“Tenang dia gak akan kenapa-kenapa. Mungkin sekarang udah lagi antre naik lift di lantai bawah. Kan, kalau pagi lift pasti ngantre.” Kata Aurel yang kini juga ikut menenangkan aku.
Aku berpikir ada benarnya juga apa yang dikatakan Aurel barusan, mungkin Angel sedang antre lift di bawah. Tak lama dari itu, dosenku bersama dengan delapan asdos yang tetap sama dengan yang lalu memasuki ruang kelas.
“Eh Angel, ke mana ya? Kok belum sampe-sampe kalau ambil jas lab doang?” Ucap Aurel saat dosen dan semua asdos sudah memasuki kelas.
“Tok...Tokk...Tokk...” Terdengar seseorang mengetuk pintu kelas dengan pelan, membuat seisi ruang kelas menoleh ke arah pintu masuk.
__ADS_1
“Ya ampun, Angel baru sampai guys.” Kata Grace dengan berbisik pada aku dan Aurel.
“Maaf Dok, Kak. Saya terlambat karena tadi saya sedikit mengalami kendala saat berangkat ke kampus.” Kata Angel meminta maaf pada dosenku dan para asdos yang sudah berdiri di depan kelas.
“Kamu sudah tahu aturan saya kan?” Kata dosenku yaitu Dokter Kevin yang terkenal cukup killer di kampus ini.
“Iyaa Dok tahu. Maaf Dok,” kata Angel tetap meminta maaf.
“Alasan apapun tidak pernah saya terima bila itu berkaitan dengan keterlambatan masuk ke kelas. Jadi, silahkan sekarang kamu keluar dan tidak usah ikut praktikum saya hari ini. Kamu langsung masuk di kelas selanjutnya setelah praktikum ini saja.” Kata Dokter Kevin memerintahkan Angel yang membuat aku, Grace, dan Aurel cukup kaget dengan keputusan tersebut.
Angel dengan menunduk langsung berbalik badan dan keluar meninggalkan kelas.
“Ehh Rell atau Claire coba deh ada yang chat nanyain Angel kenapa.” Kata Grace memerintahkan aku dan Aurel.
“Ya dah aku aja.” Kataku langsung mengeluarkan ponsel untuk mengechat Angel.
Seperti biasa, sebelum kita menuju ke kelompok praktikum kita masing-masing, kita diberikan penjelasan tentang materi hari ini terlebih dahulu oleh Dokter Kevin.
Selama penjelasan materi aku, Aurel, dan Grace tidak terlalu fokus mendengarkan karena kita bertiga sibuk mencoba chat Angel.
Aku yang sudah mengechat Angel terlebih dahulu tidak dibalas oleh Angel, demikian juga dengan Aurel dan Grace yang mencoba mengechat Angel.
Di ujung kiri dari tempatku, aku merasa ada sepasang mata yang tampak sesekali memerhatikan gerak gerikku daritadi.
Aku menjadi tidak terlalu nyaman karena aku merasa seperti diawasi setiap perbuatan yang aku lakukan, terlebih sekarang aku sedang tidak fokus mendengarkan dosenku yang berbicara di depan kelas.
Jangan lupa,
Like
Vote
Comment
Beri hadiah juga yaa
Biar author semakin semangatt nulisnyaa 🤗
__ADS_1
^^^...❤ Double Sister...^^^