Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 2


__ADS_3

“Claireeeeeeeeeee … omgg maaf banget yaaaa aku lupaa kabarin kalau tadi aku berangkat duluan. Itu kelompokku tadi butuh ketemuan pagi ini sebelum kelas, jadi aku waktu dijemput tadi langsung berangkat-berangkat aja ke kampus,” jelas Angel langsung padaku saat aku masuk ke lab praktikum.


“Hmm .. iyaa gapapa,” balasku singkat yang masih agak kesal dengan Angel.


...--------...


Praktikum kali ini, aku menjadi kurang fokus karena aku masih terpikir dengan kak Jeff apakah kondisinya baik-baik saja dan kenapa dia ke kosku.


Selain itu, menurutku first impressionku ke kak Jeff orangnya dingin banget, tidak seperti yang Angel bilang kalau dia aslinya baik. Tapi ya sudahlah, ngapain juga aku terlalu mikirin dia ya.


“Claireee, Ngell, kalau nontonnya besok kalian pada bisa kan ya? Besok jam 4 gitu, jadi nanti pulang kampus jam 2 kita-kita nunggu di kos kalian dulu gitu, hehehehe,” kata Aurel menghampiriku dan Angel seusai kelas.


“Boleh-boleh, bisa kok ya kita Claire,” balas Angel diikuti meminta persetujuan dariku.


“Iyaa bisa kok,” balasku singkat dengan tersenyum.


“Kalian berdua ada pengin ajak orang lain gitu ga?” tanya Grace padaku dan Angel.


“ Hmm .. gak deh. Gak ada mau ajak sapa-sapa,” balasku pada Grace.


“Tuh Rel dengerin, makanya mending kita berempat aja tauuu,” celetuk Grace sambil tersenyum ke arah Aurel.


“Emang kenapa rel?” tanya Angel bingung.


“Tuh Aurel tadi mau ajak pacarnya dong, tapi dia malu sama kita, trus gue bilang, mending gak usah tapi kita-kita aja gitu,” balas Grace dengan tersenyum menggoda Aurel.


“Iyaa-iyaa gue gak ajak dia kok,” balas Aurel dengan singkat.


“Eh tapi besok gue numpang ganti baju, mandi-mandi dulu di kos lu berdua yaa,” sambung Aurel kembali menjelaskan yang dibalas dengan anggukan dari Angel dan aku.


...--------...


Karena tetap penasaran dengan kejadian tadi pagi, akhirnya saat jalan kaki pulang menuju kos, aku bertanya pada Angel.


“Ngell emang di kos kita itu sebenernya anak FKnya banyak yang sudah koas gitu ya?” tanyaku akhirnya pada Angel.


“Hmm, setahuku gak juga, kalau di lantaiku kan cuma ada satu yang sebelah kamarku itu, sisanya belum koas sama anak hukum kan. Kalau di lantaimu bukannya ada satu doang juga ya?” jelas Angel dan bertanya padaku.


“Hmm iyaa sih satu doang, tapi di lantai dua gitu, tau gak?” tanyaku kembali kepo pada Angel.

__ADS_1


“Hmm setahuku, cuma ada satu juga deh, kan malahan di lantai dua banyak yang bukan anak FK,” jawab Angel padaku.


“Hmm iyaa juga ya,” jawabku singkat sambil tetap penasaran.


“Hayooo kenapa nih tiba-tiba nanyain anak koas, eheemmmm.” Goda Angel padaku sambil tersenyum puas.


“Ihh apain sih ngell gak ada apa-apa cuma nanya,” balasku pada Angel.


“Tapi aneh, biasanya gak pernah deh kamu tuh kepo-kepo banget perkara kating. Ada apa nih? Ada kaitannya sama kak Jeff waktu itu? Ato apa nih? Penasaran nih,” celetuk Angel makin menjadi-jadi karena ingin tahu.


“Gak kenapa-kenapa, ihh gak usah sok tahu deh, cuma pengin nanya, pengin tahu tentang kehidupan nanti jadi koas, jadi pengin kalau ada waktu nanya-nanya ke kating,” jawabku akhirnya berbohong menjawab Angel yang cukup membuat Angel tidak terlalu kepo lagi.


“Ohh gitu, hmm okee. Nanti kalau mau nanya-nanya gitu, aku ikutan ya, biar aku tahu juga gitu hehehhee,” balas Angel yang hanya aku balas dengan anggukan.


...-------...


Hari ini sesuai janjiku sama Angel, selesai kuliah Aurel dan Grace main ke kosku sekalian siap-siap untuk pergi nonton. Saat Angel buka gerbang kos ternyata tampak dua orang cowok yang ingin keluar dari gerbang.


“Siang Kak." Sapa Grace dengan ramah ke dua orang cowok tersebut.


“Siang,” balas salah satu dari cowok tersebut.


“Huwaaaaaaa gue disapa balik sama kak Theo, ganteng bangett,” ucap Grace dengan penuh girang saat sudah memasuki kosku.


“Ihh iyaa loh, kok bisa ya temenan bertiga ganteng semuaa gitu, kak Theo lah, kak Arthur lah, kak Jeff, semua deh ganteng-ganteng,” balas Angel dengan tidak kalah kagum.


Aku langsung bingung terpikir, sebenernya kenapa kak Jeff dan teman-temannya datang-datang ke kosku. Ada siapa sebenarnya di kosku ini.


“Eh tapi lu gak kepikiran gitu, ngapain mereka ke kos Angel sama Claire?” Tiba-tiba Aurel bertanya.


“Hmm iyaa juga ya, emang di sini ada sapa ya?” jawab Grace bertanya ke arahku dan Angel.


“Jujur aja aku juga gak tahu, kamu tahu gak Claire,” balas Angel yang disambung dengan bertanya padaku.


“Gak tahu juga aku, beneran deh,” balasku singkat.


“ Eh tapi ya, tadi mereka kayak ambil barang gitu kali ya ke sini. Di tangan kak Theo tadi kan kayak bawa tas kain gitu,” celetuk Grace dengan muka yang seperti berpikir mengingat-ingat ketika tadi bertemu di depan.


“Hmm mungkin, dah dehh gak usah mikirin haluanmu teruss, gak mau cepetan mandi nih?” balas Angel yang membuat Aurel dan Grace langsung membuka tasnya untuk mengambil baju ganti.

__ADS_1


“Lu dulu sana deh rell, gentian ntar habis itu gue." Perintah Grace ke Aurel.


“Aku ke kamarku dulu ya guys, buat siap-siap juga.” Pamitku pada mereka bertiga.


...--------...


Sesampainya di mall, kita berempat langsung beranjak ke bioskop. Tanpa perlu antre panjang, kita langsung mendapatkan tiket dan sekarang sedang antre untuk membeli popcorn dan minuman.


“Eh itu kan adek tingkat yang waktu itu katanya juga sukain kak Jeff gak sih.” Tiba-tiba tak jauh dari kita berempat terdengar suara dua orang berbicara berbisik yang menghadap ke arah kita tetapi suaranya cukup terdengar oleh kita.


“Eh orangnya noleh dong, lu sih kekerasan ngomongnya.” Tegur teman satunya yang menarik temannya untuk beranjak pergi dari tempat tersebut.


“Hahh maksudnya sapa coba?” tanya Aurel kebingungan.


Mendengar hal tersebut aku langsung sadar diri, itu pasti yang dituju adalah aku. Aku sama sekali tidak menyangka kalau gossip seperti itu cepat sekali beredarnya.


“Eh iyaa, aku merasa cuma senengnya sama kak Theo loh, tapi itu pun kan aku gak kenal, berusaha nyapa aja baru itu tadi doang,” balas Grace yang juga tampak bingung dengan apa yang baru saja ia dengarkan.


“Claire, masak itu maksudnya kamu yah?” celetuk Angel di tengah keheningan sejenak di antara kami berempat.


“Entahh, kayaknya pada salah paham beneran deh,” balasku dengan lemas.


“Hahhhh kenapa-kenapa kok kalian gak cerita ke kita?” tanya Grace langsung ke aku dan Angel.


“Hmm sebenarnya waktu itu aku sih yang salah, tapi aku juga gak nyangka kalau ternyata bisa jadi gini,” jawab Angel ke Grace.


“Emang Claire kenapa?” tanya Aurel ingin tahu.


“Jadi, waktu awal masuk semester ini kemarin, pagi-pagi aku tuh sempet ke tempat fotokopi deket kampus kan, Claire nemenin aku, tapi dia cuma nunggu di depan tokonya gitu. Nah, waktu itu aku tuh kekurangan uang 500 perak, terus aku panggil Claire yang di luar kan, terus dia tuh kayak bengong. Nah waktu itu, aku cari tahu kenapa dia bengong, kebetulan gak jauh dari dia tuh ada kak Jeff, nah aku kira dia tuh lagi liatin kak Jeff. Jadi aku teriak agak kencengan tapi maksudku cuma bercanda. Trus gak tahunya, ternyata Claire itu lagi bingung kayak dia lupa terus juga gak tahu kalau itu sebenernya kak Jeff, dia cuma ada dengerin pembicaraan kating-kating cewek yang lagi di deketnya tentang kak Jeff. Akhirnya karena aku teriak seperti itu, kating-kating ceweknya itu kira Claire suka sama kak Jeff juga,” jelas Angel dengan jelas ke Aurel dan Grace.


“Hahh .. aduh bahaya deh kating kan gitu, apalagi di tempat kita, gosip apapun cepet banget nyebarnyaa.” Respon Aurel pada Angel.


“Aduh masalahnya yang dimasalahin itu orangnya salah satu yang terkenal dan emang banyak penggemarnya di kampus, pasti gitu deh jadinya. Mana kita adek tingkat yang biasa-biasa aja lagi, gak ada jabatan gitu-gitu,” kata Grace kini juga merespon Angel, sedangkan aku yang kini menjadi badmood.


“Dahh Claire gapapa, tenang dulu aja, nanti kalau ada apa-apa, kasih tau kita aja okee? Nanti kita bantuin apapun itu masalahnya. Tapi jujur aku kurang tahu kating tadi tuh sapa ya?” celetuk Grace berusaha menenangkan aku.


“Siang kak, mau pesan apa kak?” sapa pelayan yang tanpa kita sadari kita sekarang sudah berada di antrian terdepan.


Rasanya sekarang aku hanya pengin pulang ke kos, berdiam diri untuk melupakan semua ini. Aku sama sekali tidak suka kalau sudah ada masalah hanya berkaitan dengan salah paham seperti ini dan aku lah yang terlibat dan yang menjadi tokoh utamanya.

__ADS_1


__ADS_2