Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 26


__ADS_3

Ujian akhir blok ini ternyata lebih susah dibandingkan ujian praktikum tadi. Meskipun demikian, aku tetap cukup puas karena sudah berusaha dengan semaksimal mungkin meski sekarang masih belum tahu hasilnya bagaimana.


Aku bersama ketiga temanku seusai mengerjakan ujian tersebut, sekilas membahas sambil menunggu kita diperbolehkan keluar dari ruangan.


Aurel merasa sedikit takut karena menurutnya dia cukup banyak yang tidak terlalu bisa menjawab. Kita bertiga mencoba menenangkan Aurel dan membuat Aurel untuk positive thinking terlebih dahulu.


“Wihh ada Kak Arthurr.” Kata salah satu teman kelasku ketika kita sudah diperbolehkan keluar dari ruang ujian.


“Ya ampunn Kak Arthur ganteng ya. Ngapain ya di sini.” Celetuk teman kelasku yang lain lagi.


“Clairee ...” Sapa Kak Arthur padaku saat aku masih mengambil tasku yang berada di depan ruang ujian, membuat semua teman-teman yang ada di sekitarku kini tatapannya tertuju padaku.


“Mau ngapain sama Kak Arthur?” Tanya Grace berbisik padaku.


“Urusin tugas BEM buat pemilu.” kataku membalas singkat kemudian segera berpamitan dengan ketiga temanku tersebut.


“Kondisimu gimana? Mau aku bawain tasnya?” Tanya Kak Arthur padaku setelah aku mendatanginya.


“Ehh ... gak perlu Kak. Aku sudah gapapa kok Kak.” Balasku dengan tersenyum tipis.


“Okee deh. Kalau masih gak enak badan bilang aja ya.” Kata Kakk Arthur memberi perhatian padaku yang membuat aku merasa Kak Arthur jauh lebih ramah dan santai orangnya dibandingkan dengan kak Jeff.


“Oh ya Kak, makasih ya tadi sudah nolongin aku." Kataku di tengah kita sedang berjalan menuju ke admin humas kampus.


“Iyaa sama-sama. Tapi yang paling nolongin kamu banget tuh sebenernya Jeff, aku bantu-bantuin dia aja tadi.” Kata Kak Arthur menjelaskan padaku.


“Hehehe iyaa Kak. Sampein juga makasihku ke kak Jeff deh kak kalau gitu.” Kataku pada Kak Arthur karena berpikir malas sekali bila aku masih harus menemuinya untuk berterima kasih.


Kak Arthur langsung mengacungkan jempolnya dan tersenyum ke arahku.


Sesampainya di admin humas kampus, kita berdua diminta oleh ibu adminnya untuk menunggu sebentar karena dia masih harus mengurus sesuatu hal.


Akhirnya aku dan Kak Arthur duduk di dekat ruang admin tersebut, menunggu hingga diperbolehkan masuk.


Di area ini sedang dilakukan perbaikan, sehingga banyak tukang-tukang yang sedang bekerja, dan aku tidak tahan dengan kondisi yang berdebu seperti ini. Aku akhirnya bersin-bersin terus menerus karena tidak tahan dengan tempat yang berdebu seperti ini.

__ADS_1


“Claire, kamu gak tahan debu ya?” Kata Kak Arthur padaku saat menyadari aku bersin-bersin terus menerus.


“Iyaa Kak.” Kataku pada Kak Arthur.


“Hmm... pindah tempat ke sana aja kali ya. Di sana kan tukangnya cuma ngecat gak seberdebu di sini.” Ajak Jak Arthur sambil menunjuk tempat di bagian kanan dari kita berdiri.


Aku langsung mengikuti Kak Arthur untuk pindah tempat, tetapi di sini tidak ada tempat duduk sehingga kita hanya bisa bersandar di dinding untuk menunggu.


Tak lama setelah kita pindah, tiba-tiba, “Clairee awas.” Teriak Kak Arthur menarikku ke dekapannya sambil memutar aku sehingga aku berganti posisi.


“Byurr ...” “Ya ampun mas, maaf mas.” Kata tukang tersebut yang tidak sengaja menumpahkan kaleng catnya dari atas.


Aku cukup terkejut dan masih mematung di dekapan Kak Arthur.


“Claire kamu gapapa kan?” Tanya Kak Arthur melepaskan dekapannya sambil memeriksa keadaanku dari atas sampai bawah.


Seketika itu juga aku melihat bagian belakang baju Kak Arthur kini penuh dengan cat berwarna kuning.


“Kakk ... itu Kakak.” Kataku yang langsung dipotong dengan Kak Arthur.


“Dah aku gapapa kok.” Katanya dengan tersenyum tipis.


“Gapapa Pak, lain kali lebih hati-hati aja ya Pak." Kata kak Arthur pada tukang tersebut tanpa marah sedikit pun.


“Kakk itu gimana baju Kakak? Punggung Lakak sakit?” Tanyaku khawatir dengan Kak Arthur.


“Arthur sama temennya, boleh masuk ke ruangan saya ” Kata ibu admin tersebut tiba-tiba memanggil kita untuk masuk ke ruangannya.


“Aku gapapa kok, dah yuk cepet kelarin urusan kita.” Kata Kakk Arthur kemudian mengajak aku untuk segera masuk ke ruangan ibu admin tersebut.


“Arthur kamu kenapa itu?” Tanya ibu admin tersebut terkejut saat melihat Kak Arthur masuk ke ruangannya.


“Hehehe gapapa bu. Tadi ada ketumpahan cat di depan situ aja.” Kata Kak Arthur menjelaskan.


Kali ini Kak Arthur yang banyak menjelaskan kepada ibu admin humas ini tentang apa yang kita perlukan dan Kak Arthur juga yang langsung meminta data-datanya. Tanpa berlama-lama, ibu tersebut langsung memberikan datanya dan Kak Arthur langsung mengeluarkan ponselnya untuk memfoto data tersebut.

__ADS_1


Ibu admin ini terlihat sudah cukup akrab dengan Kak Arthur sehingga apa yang Kak Arthur katakan dan minta seperti langsung diberikan begitu saja oleh ibu admin ini.


“Bu, saya ijin bertanya. Kalau untuk data dosen pengajar apa juga ada seperti ini ya bu?” Tanyaku tiba-tiba terpikirkan untuk menanyakan hal ini.


“Oh kalau dosen bukan saya yang pegang, itu admin humas yang lainm Bu Dewi yang pegang.” Kata ibu tersebut padaku.


Sekilas aku melihat Kak Arthur yang terlihat bingung saat aku mempertanyakan hal itu.


Setelah selesai, aku dan Kak Arthur langsung berpamitan dan meninggalkan ruang admin tersebut.


“Kenapa tadi nanya tentang yang data dosen? Jeff belum bantu cari?” Tanya Kak Arthur ketika sudah keluar ruangan.


“Eh gak Kak, aku tadi kepikiran tiba-tiba buat bantu kerjanya biar cepet dapet juga yang dosen” Kataku menjelaskan, padahal maksudku agar aku tidak dimarahi oleh kak Daisy lagi dan aku mau mengambil alih bagian kak Jeff.


“Ohh gitu, nanti biar prosesnya cepet kalau mau ke bu Dewi sama aku atau Jeff aja, biar kamu gak dipersulit. Kalau sama kita berdua karena sering ada urusan sama mereka, jadi mereka dah kenal kita, kalau mau apa-apa bisa lebih cepet.” Kata kak Arthur menjelaskan.


“Okee Kak. Kalau gitu, sekarang aku pulang dulu ya kak, nanti fotonya kirim ke aku aja buat aku input masukin ke grupnya” Kataku pada Kak Arthur.


“Aku bantu juga gapapa kali, hehehee. Aku anter pulang sekalian aja yuk” Ucap Kak Arthur yang langsung aku tolak.


“Gapapa kalim Udah ayoo ” Katanya sambil menarik tanganku.


“Kakak segera pulang aja kak, nanti makin lengket catnya di badan sama baju kakak.” Kataku tetap menolak.


“Gapapa, tenang rumahku deket kok sama kampus. Kalau gak aku mampir kos Theo, Jeff dulu juga bisa.” Kata Kak Arthur dengan tersenyum padaku yang entah mengapa membuatku menjadi sedikit salting.


Aku akhirnya hanya bisa menuruti Kak Arthur dan kini aku sudah berada di boncengan motornya.


Saat di pintu keluar kampus, aku melihat ada Kak Olive yang sepertinya sedang menunggu jemputan dan dia langsung menatap ke arahku dengan tatapan terkejut.


Aku langsung membuang muka ke arah yang berlawanan agar Kak Olive tidak terlalu jelas melihatku.


Haloo readerr gimana nihh cerita authorr ?


Karena ini juga baru cerita pertama author, boleh dong komen" nya buat cerita author ;)

__ADS_1


Biar author juga tau nih gimana cerita author menurut kalian :D


^^^❤ Double Sister^^^


__ADS_2