Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 3


__ADS_3

Semenjak kejadian di bioskop itu, kini aku menjadi seseorang yang lebih diam di kampus, karena aku malas sekali rasanya banyak bertingkah.


Apalagi beberapa pekan ke depan ini, ketika praktikum di semester ini kita banyak akan didampingi oleh asdos.


Asdos di kampusku itu rata-rata pasti dari anak koas. Pikiranku kacau mengetahui hal itu, hanya satu yang aku harapin, jangan sampai aku dapat asdos kak Jeff ataupun salah satu dari teman dia.


Hari ini adalah open recruitment untuk kepengurusan BEM FK yang baru. Angel, Aurel, dan Grace semua ikut ingin mencoba, sedangkan aku awalnya memilih untuk tidak ikut mendaftar.


Alasan aku tidak ikut, aku sudah merasa cukup berat sekolah kedokteran ini dan juga aku malas untuk masuk di dalam organisasi, semenjak aku tahu namaku ada diketahui di angkatan kating dengan tidak baik.


Ketika H-3 pendaftaran ditutup, tiba-tiba aku mendapatkan informasi, bahwa anak BEM dengan nilai yang unggul bisa mendapatkan uang beasiswa berupa potongan SKS selama menjabat di kepengurusan BEM.


Mengetahui hal itu, yang menjadi pikiran untukku, aku seharusnya ikut agar aku bisa mendapatkan beasiswa tersebut.


Akhirnya H-2 pendaftaran, aku langsung mengambil formulir dan aku mendaftar untuk menjadi anggota BEM.


Angel, Aurel, dan Grace sangat senang ketika akhirnya aku mendaftar karena mereka sangat ingin kita berempat bisa bekerja sama di BEM.


Tetapi dari kita berempat, Aurel yang sangat ingin untuk bisa menjadi anggota BEM karena kakak Aurel dulunya mantan wakil ketua BEM periode 5 tahun yang lalu.


...--------...


Sore ini seperti biasa, setelah pulang kampus, mamaku telpon untuk menanyakan kondisiku hari ini bagaimana.


Di tengah-tengah telpon kali ini, mamaku bercerita kalau adekku hari ini cukup sedih karena dia tidak bisa masuk SMA favoritnya melalui jalur beasiswa yang selama ini dia impi-impikan.


Tetapi karena kedua orang tuaku tidak ingin mengecewakan adikku sehingga mereka tetap memasukkan adikku ke SMA tersebut dengan jalur umum.


Mengetahui hal itu, aku seperti sadar diri bahwa seharusnya aku mulai bisa menghasilkan uang sendiri agar paling tidak aku bisa membantu sedikit-sedikit untuk orang tuaku.


Tetapi bila orang tuaku tahu bahwa aku ingin menghasilkan uang sendiri, pasti mereka langsung melarangku karena mereka pasti berkata bahwa itu kewajiban mereka.


Seusai telepon dengan mamaku, aku mencoba googling, mencari-cari ide, apa yang bisa aku kerjakan sebagai sambian kuliahku yang cukup padat ini.


Banyak sekali yang aku pertimbangkan, salah satunya aku benar-benar harus bisa membagi waktuku, karena aku harus bisa membagi antara waktu belajarku dan juga nantinya bekerja sampingan, ditambah belum lagi bila aku ternyata bisa diterima di BEM.

__ADS_1


Setelah beberapa lama mencari-cari ide, aku menjadi ada tertarik untuk bergabung di dunia trading.


Menurutku nantinya aku bisa belajar mengenai hal ini dengan salah satu teman lama SMAku yang kini bila aku lihat di social media dia terjun di dunia trading ini sudah cukup lama yaitu dari SMA hingga sekarang. Di mana sekarang ini dia termasuk orang yang cukup sukses.


Di tengah-tengah aku sedang sibuk memikirkan apa yang bisa aku jadikan pekerjaan sampingan, tiba-tiba di emailku terdapat notif yang menandakan ada pesan masuk.


Saat aku lihat, ternyata terdapat email dari BEM yang mengumumkan bahwa besok jam 4 sore aku mendapatkan jadwal wawancara dan aku harus mempersiapkan berkas-berkas data yang dibutuhkan untuk besok.


Saat mempersiapkan berkas-berkasku, aku kekurangan sesuatu yaitu kartu mahasiswaku.


Aku baru teringat bila kartu pelajarku yang lalu tertinggal di kamar Angel karena kemarin ketika mengisi formulir pendaftaran BEM, aku mengisinya di kamar Angel dibantu olehnya.


Akhirnya kini aku memutuskan untuk turun ke kamar Angel untuk mengambil kartu mahasiswaku.


Saat aku sudah di lantai satu dan dekat kamar Angel, tak jauh dariku tampak seorang perempuan dengan rambut panjang kecoklatan dengan pakaian santai yang terlihat sedang berjalan ke arah luar kos, dan saat sampai di depan pintu kos terdengar suara seorang pria yang berkata “Buruan lu udah ditunggu sama dia, ntar gue yang kena marah.”


Dan dari jendela aku melihat bahwa pria tersebut adalah kak Theo.


Aku langsung berusaha mendekat ke arah kaca untuk melihat siapa sebenarnya cewek tersebut, tetapi saat mereka hendak beranjak ke gerbang kos, sekilas kak Theo seperti tahu bahwa ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka sehingga ia langsung menoleh sekilas ke arahku dan karena takut aku langsung balik dan mengetuk kamar Angel.


“Ehh .. itu kartu mahasiswaku sama beberapa dataku kemarin yang buat ngisi formulir, aku belum ambil balik,” jawabku pada Angel.


“Oh ya ampun. Aku lupa. Masuk aja ambil sendiri gapapa,” kata Angel mempersilahkan aku masuk ke kamarnya.


“Pasti lagi siap-siapin buat besok wawancara yaa?” Tebak Angel bertanya padaku.


“Iyaap, kamu juga besok ya?” tanyaku juga pada Angel.


“Iyaa, berarti kita berempat sama besok semua wawancaranya, barusan Grace sama Aurel juga kontak aku gitu soalnya,” jelas Angel padaku.


“Ohh gituu, hehehehhe yey berarti ada temen wawancaranyaa,” balasku sambil tersenyum.


Setelah mengambil kartu mahasiswaku dan berkas dataku, aku langsung pamit ke Angel untuk segera kembali ke kamarku.


Kini aku penasaran sekali dengan apa yang terjadi tadi. Dan menurutku, cewek itu tadi pasti anak lantai dua di kosku, karena di lantaiku dapat aku pastikan tidak ada perempuan yang berparas seperti itu.

__ADS_1


Tetapi dengan penghuni di lantai dua, aku dan Angel sama sekali tidak tahu. Entah mengapa tiba-tiba aku penasaran saja sebenarnya siapa perempuan itu dan hubungannya dengan kak Jeff dan teman-temannya.


...--------...


Sore ini selesai kuliah, aku bersama ketiga temanku menunggu waktu wawancara sejam lagi di kantin sambil berbincang-bincang bersama.


Kita bertiga akhirnya mendengarkan Aurel yang curhat karena semalem berantem dengan pacarnya sampai sekarang ini.


Ketika waktu menunjukkan kurang 15 menit, akhirnya kita berempat menuju ke tempat wawancara.


“Eh yang wawancara kita tuh kating koas atau dosen sih sebenarnya?” Tiba-tiba tanya Grace saat kita sudah sampai di ruang tunggu wawancara.


“Bukannya dosen pembimbing BEM kita itu ya?” balas Angel pada Grace.


“Eh gak deh, kata kakak gue, yang wawancara kita tuh pasti kating kita yang sudah koas tahu, kan ini tahun pertama kita bisa masuk BEM nih. Nah nanti tuh dari wawancara sampai hasilnya gimana itu semua kating kita yang sudah koas, soalnya mereka kan yang sudah senior di BEM kita gitu,” jawab Aurel menjelaskan.


“Huwaaaa kak Theo anak BEM bukan ya? Hehehehehe,” celetuk Grace dengan tersenyum malu.


“Astagaa lu mikirnya malah Theo melulu, yang perlu lu pikirin sekarang tuh ya, lu harus siapin mental dulu kalau diwawancara trus disuruh ngapa-ngapain lu dah siap,” jawab Aurel dengan nada sedikit tinggi ke Grace.


“Peserta calon BEM yang mendapat giliran wawancara hari ini harap memerhatikan jadwal masuk ke ruang wawancara yang akan saya tempel di papan ini, 5 menit lagi untuk peserta yang mendapat giliran pertama bisa langsung memasuki ruangan dan tidak diperbolehkan ada keterlambatan waktu. Terima kasih.” Jelas salah satu kakak panitia yang tiba-tiba keluar dari ruangan dan yang membuatku syok, orang tersebut adalah kak Arthur yang berarti kemungkinan yang mewawancarai kita kakak koas angkatan dia.


“Ihhh ada kak Arthur donggg, berarti kemungkinan kan ini angkatan dia yang urus tentang wawancara, ada kak Theo, kak Jeff gitu dong.” Bisik Grace pada kita bertiga seusai kak Arthur memberikan penjelasan.


“Hsttt lu berisik banget dah, jangan mikirin Theo lu mulu napa, belum tentu lu dapet dia tau,” kata Aurel menegur Grace yang berisik.


Setelah sampai di antrian terdepan melihat jadwal masuk, aku merasa sangat bersyukur karena ternyata yang mewawancarai aku bukan salah satu di antara mereka bertiga tersebut.


Di antara mereka bertiga tersebut tetapi yang akan melakukan wawancara hanya kak Jeff, sedangkan kak Theo dan kak Arthur namanya tidak ada dibagian pewawancara.


Angel kini sedikit agak takut karena dia satu-satunya dari kita berempat yang akan diwawancarai oleh kak Jeff.


“Claire kak Jeff inget sama aku gak ya. Aku takut nih kalau dia inget sama aku, aku gimana yaaa.” Bisik Angel gelisah di sampingku.


“Tenang, aman kok kamu, yang gak aman dan jadi berita ke mana-mana itu aku kok,” kataku menenangkan Angel.

__ADS_1


Dari kita berempat Aurel yang akan masuk terlebih dahulu karena dia mendapat urutan kedua, kemudian disusul dengan Grace diurutan ketiga, lalu aku diurutan kelima, dan kemudian Angel diurutan terakhir.


__ADS_2