Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 18


__ADS_3

Sore ini, setelah pulang kampus, Angel mengajakku sebentar untuk pergi ke toko buku yang berada tidak jauh dari kampus. Angel ingin membeli buku tulis dan beberapa novel untuk di baca di waktu senggangnya.


Sesampainya di toko buku, aku memutuskan untuk melihat-lihat di kawasan buku kedokteran sambil menunggu Angel yang masih memilih-milih novel.


Di saat aku sedang melihat salah satu buku kedokteran tersebut, tiba-tiba bukuku diambil oleh seseorang.


“Kakk.” Kataku spontan saat tahu yang berada di depanku Kak Jeff dan Kak Arthur.


“Mau buku ini?” Tanya Kak Jeff padaku.


“Ehh gak Kak, cuma lihat-lihat aja.” Jawabku pada Kak Jeff.


“Nih save nomerku.” Kata Kak Jeff sambil menunjukkan ponselnya padaku.


“Ehh tapi Kak, aku sudah ada yang kemarin waktu di praktikum Makak kasih itu.” Balasku saat ingat bahwa aku sudah mempunyai nomernya.


“Beda. Buat sementara waktu pakek ini dulu, handphoneku masih dibenerin yang kemarin. Tapi jangan kasih nomerku itu ke orang lain.” Kata Kak Jeff yang langsung aku ikuti dengan menyimpan nomernya.


“Okee, nanti agak maleman aku call. Kita bahas bertiga sama Arthur buat bagi kumpulin nomer handphonenya.” Kata Kak Jeff setelah aku menyimpan nomernya.


“Ohh oke Kak. Makasih ya.” Jawabku sambil berterima kasih pada keduanya.


“Santai. Gak perlu terima kasih ke kita, tapi itu memang sudah tanggung jawab kita kalau nanti jadi ketua ataupun wakil, bantuin anggotanya yang kesusahan.” Kali ini kata Kak Arthur memberiku pengertian yang diikuti dengan anggukan dari Kak Jeff yang ada di sampingnya.


“Clairee, sudah belum? Aku sud-"


“Ehh halo Kak.” Kata Angel sambil menghampiriku yang terlihat cukup terkejut saat tahu ada Kak Jeff dan Kak Arthur di depanku.


“Ya dah itu aja dari aku. Bye.” Pamit Kak Jeff padaku yang sekilas aku tangkap dari sudut matanya melihat ke arah Angel dan Angel yang terlihat menjadi kikuk.


“Dah selesai Ngell? Mau bayar?” Tanyaku pada Angel yang terlihat masih bengong.


“Eh iyaa Claire, yukk.” Balasnya sambil menggandeng tanganku menuju ke kasir.


“Tadi kenapa kak Jeff sama kak Arthur?” Tanya Angel saat antri di kasir.


“Itu kasih tahu hari ini nanti, mau bagi tugasnya yang lalu aku cerita ke kalian itu,” jawabku pada Angel.


“Oh ketemuan di mana?” tanya Angel kembali.


“Lewat call aja gitu,” jawabku pada Angel.

__ADS_1


“Ohh call doang ya. Aku kira ada mau ketemuan gitu. Kalau misal ketemuan hati-hati juga kamu,” kata Angel padaku.


“Hati-hati gimana maksudnya?” Tanyaku bingung dengan perkataan Angel.


“Ya kan sama kak Jeff, kak Arthur belum kenal deket jadi belum tahu orangnya gimana gitu. Ya hati-hati aja 'kan kamu cewek sendiri gitu kalau misal kerjanya ketemuan.” Kata Angel terdengar mengkhawatirkan aku.


“Hehehe iyaa Ngell, tenang aku bisa jaga diriku kok." Kataku sambil merangkul Angel.


...--------...


Malam ini seperti janji kak Jeff di toko buku siang tadi, dia langsung melakukan grup call bersama dengan kak Arthur dan aku. Tidak tahu kenapa tiba-tiba aku merasa seperti gugup dan takut canggung.


“Haloo.” Kata Kak Arthur memulai dengan menyapa.


“Hmm ...” Terdengar gumaman dari Kak Jeff merespon Kak Arthur.


“Jadi kamu gimana Claire, sudah ada mulai dapet nomer teleponnya siapa aja nih?” tanya Kak Arthur padaku.


“Aku masih baru dapetnya itu dikit Kak. Untuk dosen masih sekitar tujuh sama karyawannya masih sekitar lima." Kataku memberitahu Kak Arthur.


“Thurr lu kan sempet ada kumpulin nomer telepon beberapa karyawan kampus waktu cari data buat skripsi lu kan?” Tanya Kak Jeff pada Kak Arthur, yang membuat Kak Arthur baru ingat kembali akan hal itu.


Aku dan Kak Arthur langsung menyetujuinya.


“Oh ya Claire, nanti di grupnya itu, kita berdua ikut bantuin kamu juga gapapa. Nanti di grup karyawan aku masukin aja. Terus yang di grup dokter, Jeff aja yang kamu masukin.” Kata Kak Arthur memberitahuku kembali.


“Oh iyaa Kak. Hmm... makasih banyak ya Kak Arthur, Kak Jeff,” kataku pada mereka berdua.


“Sanss, gapapa kok. Sorry juga kalau awalnya dah sempet buat kamu jadi mikir ribet kena si Daisy.” Kata Kak Arthur membalas ucapanku.


“Hehehehe gapapa Kak,” balasku pada Kak Arthur.


“Ehemmm …” Tiba-tiba Kak Jeff bersuara dan tak lama dari itu Kak Arthur langsung berpamitan dengan kita berdua.


“Oh ya, bentar ya aku ada panggilan lain nih, aku tutup dulu ya.” Kata Kak Arthur kemudian langsung keluar dari grup call.


“Udah kerjain tugas laporan praktikumnya?” Tanya kak Jeff padaku setelah Kak Arthur keluar dari grup call.


“Sudah Kak.” Jawabku singkat dengan canggung.


“Ooo bagus-bagus.” Kata Kak Jeff yang membuatku merasa keadaannya semakin canggung.

__ADS_1


“Besok kalau hpku udah bener aku chat ya. Nanti foto-fotoku tolong kirimin.” Pinta Kak Jeff padaku yang aku iyaakan.


“Hmm.. satu lagi. Kalau emang Daisy apa-apain kamu jangan takut buat ngomong ke aku.” Kata Kak Jeff yang membuatku sedikit merasa bersalah membohongi Kak Jeff.


“Iyaa Kak.” Jawabku kembali hanya dengan singkat.


Kini kita seperti bingung satu sama lain untuk mau berbicara apa, aku seperti ingin menutup call ini karena dibandingkan harus canggung-canggung seperti ini.


“Oh yaa,” “Ehh Kak.” Ucapku yang bersamaan dengan Kak Jeff yang sepertinya ingin membicarakan sesuatu hal sedangkan aku bermaksud untuk beralasan menutup call ini.


“Eh Kakak duluan aja.” Kataku saat kita berdua menjadi sama-sama diam.


“Kamu dulu aja gapapa.” Kata Kak Jeff menyuruh aku terlebih dahulu.


Aku pun terdiam karena aku menjadi merasa tidak enak karena aku sebenarnya ingin mengakhiri call ini.


“Kenapa? Gapapa ngomong aja.” Kata Kak Jeff tetap menyuruhku untuk berbicara lebih dahulu.


“Ehh teman aku lagi ada yang nungguin aku di depan kamar, mau ajakin makan malam berdua Kak.” Kataku dengan sedikit ragu karena takut Kak Jeff tersinggung dengan aku.


“Ohh iyaa-iyaa, gapapa. Makan aja dulu, hehehehe.” Balas Kak Jeff yang seperti tidak masalah sama sekali dengan alasanku.


“Ehh... okee Kak. Aku duluan ya Kak.” Pamitku dengan kikuk.


“Okee-okee. Byee,” kata Kak Jeff membalas pamitanku.


Aku merasa sangat lega setelah beberapa lama merasa dalam situasi yang sangat canggung sekali.


Aku langsung menuju ke kamar Angel untuk mengajak Angel makan malam juga untuk menghilangkan pikiranku yang masih sedikit memikirkan tentang kak Jeff dan merasa sedikit senang aja bisa berbincang-bincang dengan kak Jeff seperti itu.


...--------...


Jefferson:


Kenapa aku merasa canggung banget ya, padahal tadi di kepala nih dah ngerancangin mau nanyain dia banyak hal, biar aku tahu lebih banyak tentang dia. Tetapi aku gak berhasil ngelakuin itu, aku malah ngerasa canggung dan malu banget sekarang.


Aku gak mau sampe dia tahu kalau aku lagi kepo sama dia. Tapi satu hal yang aku yakin, dia orangnya baik banget deh.


Selain itu, aku juga ngerasa dia ada sembunyiin sesuatu yang berkaitan sama si Daisy. Kayaknya ada yang dia tutupin gak mau kasih tahu ke aku.


Aku harus coba cari tahu, sebelum si Daisy beneran ngelakuin sesuatu yang gak bener ke dia.

__ADS_1


__ADS_2