
Setelah beberapa kali sudah melakukan praktikum dan sudah menjalani blok pertamaku selama sebulan lebih, akhirnya hari inilah saatnya aku harus melakukan ujian praktikum yang kemudian langsung disambung dengan pelaksanaan ujian akhir blok pertamaku.
Kali ini aku berangkat lebih siang dari biasanya karena pelaksanaan ujian hari ini baru dimulai sekitar jam setengah sepuluh.
Tetapi kini jam sembilan kurang, aku dan Angel sudah keluar dari kos karena tadi Angel memintaku untuk menemaninya sebentar sebelum berangkat kampus ke toko alat tulis dekat kampus karena peralatannya untuk ujian ada yang kurang.
Sesampainya di toko alat tulis ini, aku memilih untuk menunggu di luar toko sambil membaca-baca ulang materi ujian hari ini. Aku menunggu sambil duduk di salah satu kursi yang ada di dekat pintu masuk toko tersebut.
“Ehh Claireee." Kata seseorang menyapaku dan aku langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut yang ternyata itu adalah Kak Arthur.
“Kak.” Sapaku balik pada Kak Arthur.
“Ngapain di sini?” tanyanya padaku.
“Eh nunggu teman Kak.” Kataku sambil menunjuk Angel yang berada di dalam toko.
“Ohh iyaa-iyaa. Oh ya hari ini kelasmu ujian kan ya, nanti aku sama temen asdos yang lain jaga ujian kalian nih." Katanya dengan senyum tipis.
“Goodluck ya ujiannya. Gak susah-susah banget kok hehehehe.” Lanjut Kak Arthur memberiku semangat.
“Thank you Kak, hehehehe beneran gak susah ya Kak?” Kataku berterima kasih dan memastikan apa yang Kak Arthur katakan.
“Beneran. Gak boong deh.” Kata Kak Arthur dengan serius.
“Eh iyaa, hampir lupa aku. Nanti siang selesai ujian jam berapa ya?” tanya Kak Arthur padaku.
“Setelah ujian praktikum nanti masih ada ujian akhir blok Kak, itu selesainya sekitar jam satu kalau di jadwal.” Jawabku memberitahu.
“Nahhh, kalau gitu aku tunggu kamu selesai ujian terus nanti kita ke admin humas kampus berdua gimana? Soalnya untuk data karyawan yang kita belum tahu itu mending langsung nanya di sana biar langsung dapet semua gitu, kan nih waktunya tinggal seminggu lagi ya sedangkan kita masih ada kurang sekitar sepuluh orang.” Kata Kak Arthur menjelaskan.
“Boleh-boleh Kak,” kataku menyetujuinya.
“Kamu juga aku ajak biar orang adminnya kayak tahu kalau kamu ini yang perlu soalnya kamu anak tim humas gitu.” Kata Kak Arthur kembali menjelaskan.
“Okee Kak boleh-boleh.” Jawabku tetap menyetujuinya.
__ADS_1
“Nanti tempat ujian akhir blokmu di ruang mana nih?” Tanya Kak Arthur memastikan.
“Di lantai tiga Kak. Ruang sepuluh.” Jawabku pada kak Arthur.
“Okee, nanti aku tunggu di sana. Aku duluan ya, mau beli pulpen buat nanti jaga kalian hehehehe.” Pamit Kak Arthur padaku sambil melambaikan tangannya yang aku balas dengan lambaian tangan juga.
Beberapa menit setelah itu, Angel keluar dari toko tersebut dan sudah mendapatkan apa yang dia perlukan. Aku dan Angel langsung berjalan ke arah kampus.
...--------...
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 09.15 yang berarti lima belas menit lagi ujian akan dimulai.
Kita semua kini sudah mulai disuruh untuk masuk kelas karena akan dilakukan absen dan pengaturan posisi tempat duduk.
Saat memasuki kelas ujian, dosen dan para asdos sudah berada di dalam kelas ujian tersebut. Para asdos sudah berdiri di tempat-tempat tertentu sambil membawa kertas absen masing-masing kelompoknya. Posisi tempat duduknya ternyata disesuaikan dengan kelompok praktikum biasanya.
Aku langsung menuju ke tempat di mana itu ada Kak Jeff.
Di area tempat Kak Jeff berdiri sudah terdapat 10 bangku kuliah yang diletakkan dengan jarak-jarak tertentu sesuai dengan jumlah anggota kelompokku. Sebelum duduk, kita harus absen terlebih dahulu di Kak Jeff.
Setelah absen, aku melihat dari 10 bangku tersebut, aku hendak duduk di tempat yang paling belakang karena aku lihat di barisan depan ini akan terkena AC yang berada di samping kita.
“Claire.” Panggil Kak Jeff dengan suara beratnya ketika aku mau menuju ke tempat yang aku pilih.
“Duduk sini aja yang belakang biar diisi yang masuk terakhir." Kata Kak Jeff menunjuk salah satu bangku kosong yang berada di baris paling depan.
Seketika aku sangat geram dengan Kak Jeff karena menyuruh aku untuk duduk di tempat yang akan membuatku tidak nyaman. Teman yang lain juga mau duduk di mana saja tidak ada aturannya, mereka bisa bebas memilih.
Dengan terpaksa, akhirnya aku berjalan ke arah bangku yang kosong tersebut dan duduk di tempat itu.
Benar saja, aku baru saja duduk di tempat ini aku sudah merasakan dinginnya hembusan dari AC yang ada di samping ini.
“Kenapa?” Tanya Kak Jeff dengan sedikit berbisik di depanku.
“Gapapa.” Jawabku singkat kesal dengan Kak Jeff.
__ADS_1
“Kamu di belakang sana nanti deket sama Dokter Kevin mau? Dia suka jaga mondar-mandir di area belakang kelas kalau jaga ujian.” Kata Kak Jeff menjelaskan padaku.
Mendengar hal itu, sedikit membuat kekesalanku memudar karena aku tidak menyangka ternyata dia mau membantuku agar bisa bekerja dengan tenang tanpa mendapatkan gangguan dari Dokter Kevin.
Kemarin aku juga ada diberitahu oleh Aurel bahwa ujian bila dijaga dengan Dokter Kevin terasa cukup menyeramkan karena kita tidak boleh bergerak sama sekali, dia orangnya mudah curiga dengan mahasiswa.
Kini diriku sudah tidak kesal dan aku mulai mempersiapkan diri untuk bisa bekerja dengan fokus.
Lembar kerja ujian sudah mulai dibagikan dan kita harus mengisi identitas kita di kertas tersebut.
“Sebentar lagi ujian kita mulai, semuanya harus bekerja dengan jujur. Saya akan mengawasi kalian semua dari belakang, bila ada gerak gerik yang mencurigakan dari kalian akan langsung saya panggil dan ujian dianggap tidak tuntas.” Kata Dokter Kevin menjelaskan pelaksanaan ujian.
”Jangan tidur, jangan menoleh-noleh ke samping, ataupun gerak-gerak tidak jelas yang bisa menimbulkan kecurigaan ke diri kalian. Mengerti semua?” Sambung dokter Kevin memperingati kita satu kelas.
“Mengerti Dok.” Jawab kita semua satu kelas bersamaan.
Seusai itu, para asdos langsung mulai berjalan membagikan lembar soal ke meja kita masing-masing.
Di kelompokku kak Jeff langsung mulai berjalan dengan membawa tumpukan lembar soal yang ada di tangan kirinya.
“Goodluck.” Satu kata yang terlontar dari Kak Jeff ketika membagikan lembar soal di mejaku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
Ketika semua sudah mendapatkan soal, kini waktunya kita untuk mengerjakan. Aku langsung membuka lembar soal tersebut dan mengerjakannya satu per satu dengan pikiran yang tenang.
Halooo readerr ..
Gimana nih cerita Suka Sayang Cinta sejauh ini?
Hehehehe boleh dong komen" nyaa utk masukan author juga.
Jangan lupa dukung author terus ya dengan,
Like
Comment
__ADS_1
Vote
^^^❤ Double Sister^^^