Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 13


__ADS_3

“Claire, jangan terlalu deket sama Jacob yaa." Ucap Kelvin tiba-tiba di tengah perjalanan pulang.


“Hahh, kenapa?” tanyaku cukup heran.


“Hmm .. intinya jangan terlalu deket aja. Jadiin dia sekedar temen aja, jangan sampe lebih.” Ucap Kelvin memberi penjelasan singkat.


“Hmm iyaa. Tapi emang kenapa? Bukannya dia temenmu sendiri?” Tanyaku yang masih bingung dengan Kelvin.


“Hmm .. iyaa justru karena aku temenan lumayan deket sama dia, jadi aku tahu apa keburukan dia. Kalau dari segi pertemanan dengan sesama cowok buat hubungan kerja gitu-gitu sih masih aman ya. Tetapi kalau masalah hubungan dia sama cewek, gak bener. Dah intinya jangan deket-deket sama dia lebih dari urusan belajar ini, oke? Kalau sampe dia kenapa-kenapa juga kasih tahu aku aja, aku gak mau sahabatku kenapa-kenapa sama dia,” kata Kelvin menjelaskan padaku.


“Iyaa-iyaa.” Kataku menuruti apa yang Kelvin katakan.


...--------...


“Byeee Claire. Ntar minggu depan aku kosong kapan, aku kabarin kamu ya.” Ucap Kelvin dari jendela mobil saat aku sudah turun dari mobilnya.


“Byeee byeee, okee Vinn.” Balasku sambil melambaikan tangan padanya.


“Malem juga pulangnya.” Kata seseorang yang berada di atas motor sport tak jauh dariku sambil memakai helm fullfacenya yang menutupi wajahnya.


Saat aku masih bingung mengenali siapa yang ada di balik helm tersebut, dia langsung membuka helmnya, dan membuatku cukup terkejut.


Yap, kini yang ada di depanku adalah Kak Jeff.


“Ehh ... Kak.” Kataku menyapanya dengan gugup.


“Ya. Habis dari mana kok baru pulang malem?” tanyanya padaku.


“Eh main sama teman.” Kataku menjawabnya dengan masih gugup.


“Oh teman?” Tanyanya dengan sekilas aku liat raut wajahnya yang seperti ingin memastikan sesuatu dariku.


“Iyaa Kak,” jawabku singkat.


“Ya dah masuk sana. Cepet istirahat.” Katanya sambil berbalik badan dan mengenakan helmnya kembali.


“Ehh ... Kak. Tangan Kakak sudah gapapa?” Tanyaku spontan karena tiba-tiba yang ada di pikiranku sekarang hanyalah itu.


“Gapapa kok.” Balasnya sambil kini menaiki motornya.


“Eh aku tahu dari temenku yang waktu itu liat Kakak. Katanya tangan Kakak memar.” Kataku mencoba mengatakan sebenarnya apa yang aku tahu.


“Itu cuma hari itu aja. Tapi sekarang dah gapapa kok, tenang aja. Aku balik duluan ya.” Balas Kak Jeff yang kemudian dilanjutkan dengan dia berpamit padaku sambil menyalakan motornya.


“Ehh iyaa Kak. Hati-hati." Kataku padanya yang hanya dibalas dengan anggukan darinya dan tak lama dari itu Kak Jeff langsung mengendarai motornya menghilang dari hadapanku.


Entah mengapa saat aku berjalan masuk ke kosku, aku merasa mukaku terasa memanas dan senyum-senyum tipis beberapa kali aku berikan pada diriku sendiri.


Tetapi aku kini baru teringat, kenapa dia bisa ada di depan kosku. Tetapi tadi juga sepertinya dia baru saja mengantarkan seseorang pulang karena tadi di bagian belakang motornya ada helm lagi yang tergantung di sana.


Kini aku menjadi semakin penasaran dengan siapa sebenarnya di kosku ini yang dekat dengan kak Jeff dan teman-temannya itu.

__ADS_1


...--------...


Jefferson:


Jeje hari ini jadi orang ribet banget deh, sehabis les masih minta dianterin ke sana sini akhirnya aku pulang dah gelap nih langit. Padahal aku jam 6 sudah ada janji dengan Theo, Arthur untuk nongkrong di tempat biasa.


Karena Jeje semuanya batal. Fiuhhhh … untung masih bisa sabar ngadepin sepupu yang bawel minta ampun kayak dia ini.


Setelah semua selesai seperti biasa aku langsung nurunin dia balik pulang ke kosnya.


Setelah sampai di kosnya, ponselku ada notif tanda chat masuk. Ternyata om chat aku nanyain Jeje sudah pulang belum karena dia di chat gak ada bales bokapnya sama sekali.


Waktu aku dah mau siap-siap kembali pulang, hmm di belakangku nih sepertinya mobil yang baru berhenti gak asing deh.


Tuh kan bener, si dia sama pacarnya. Widihh... pakek janjian minggu depan masih mau ketemuan lagi nih.


“Byeee byeee, okee Vin.”


Ohh.. panggilannya Vin. Hmm... ceweknya belum masuk dah ditinggal gitu aja? Hahahahaha masak gitu sih jadi cowok. Coba iseng panggil ahh.


Ohh ternyata itu teman dia? Emang beneran yaa? Hahahahaa kenapa gue kayak jadi agak happy gitu ya dengernya. Dah ahh daripada gue menjadi-jadi mending balik aja dehh.


Hmm .. kalau dilihat-lihat dia cantik plus natural.


...--------...


Setelah sampai di kamarku, aku langsung memilih untuk mandi karena aku merasa badanku sudah sangat lengket.


Sehabis makan malam selesai, aku langsung kembali ke kamarku karena aku ingin menyelesaikan tugas kuliahku.


Di tengah-tengah aku sedang mengerjakan tugasku, tiba-tiba lineku ada notif tanda chat masuk.


Jacob: Haloo Claire


Ternyata chat tersebut dari Jacob. Aku pun langsung membalasnya,


Claire: Haloo


Jacob: Lg ngapain nih?


Claire: Kerjain tgs, hehehe


Jacob: Lg byk tgs ya?


Claire: Gak terlalu sih. Knp?


Jacob: Hehehehehe gapapa. Kpn jdinya kta bljr brg lgi?


Claire: Kt Kelvin, nanti dia mw kabari kpn ada jadwal kosong


Jacob: Ohh gitu, klu Kelvin kelamaan kabarin ak aja gapapa kok jd nanti kt bljr brg tanpa Kelvin

__ADS_1


Deg, seketika aku ingat apa pesan Kelvin tadi saat mengantarkan aku pulang.


Akhirnya aku menjawab dengan sebaik mungkin agar tidak terlalu menyinggung Jacob.


Claire: Hehehehe gapapa, dia blg gak lama kok.


Claire: Bsk dia mau kabarin ak nya


Jacob: Ooo ok”


Jacob: Km udh pny pacar? Hehehehe nanya aja sih, kalo ga mau jwb jg gpp


Aku merasa canggung kenapa tiba-tiba Jacob menanyakan hal tersebut. Kini aku berpikir sepertinya aku harus selesaiin chat dengan Jacob agar dia tidak makin panjang tanya-tanyanya.


Claire: Hehehe gak ada


Jacob: Oo dah brp lama nih mejomblo wkwkwk


Claire: Lmyan


Claire: Jac btr ya, mau kerja kelompok bwt bsk nih


Jacob: Wihh sibuk yaa, ok” deh gpp


Fiuhh, aku menjadi sedikit khawatir dengan Jacob. Aku menjadi takut apa yang dikatakan Kelvin benar dan aku juga menjadi berpikir sebenarnya memberikan lineku pada dia itu cukup aman atau tidak ya.


Tak lama setelah aku selesai chatting dengan Jacob, lineku mendapatkan notif chat masuk kembali.


Saat aku lihat, kali ini ternyata ada pengumuman dari grup chat BEM tentang pembagian kelompok dan tugas untuk menjalankan acara pemilu.


Ketika aku membuka file pdf yang berisikan nama-nama kita dan tugasnya, aku cukup terkejut karena di timku pendamping dari keanggotaan BEM lamanya mendapatkan kak Daisy dan kak Olive.


Aku masuk di tim humas bersama dengan 5 orang lainnya dengan pendamping dari BEM lama 2 orang sehingga kita bekerja total 7 orang.


Di tim humas ini pun aku tidak bersama dengan Aurel ataupun Grace, aku tidak tahu mau bagaimana lagi.


Aku merasa sangat sedih dan jujur menjadi tidak nyaman membayangkan bagaimana nantinya aku bekerja dengan didampingi kak Daisy dan kak Olive selama kurang lebih 3 minggu.


Besok kita akan melakukan pertemuan pertama membahas apa yang harus kita lakukan bersama dengan anggota BEM yang lain.


Jangan lupa,


Like


Comment


Vote


Kasih hadiah juga yaa :)


Supaya author semakin semangat untuk berkaryaa ❤❤

__ADS_1


__ADS_2