
Setelah menghabiskan kurang lebih hampir satu jam, akhirnya kita sampai di café tempat Kelvin biasanya belajar trading.
Perjalanan kali ini cukup lama karena siang ini jalanan cukup padat sehingga aku dan Kelvin banyak terjebak macet. Untung aku dan Kelvin tadi di mobil menghabiskan waktu dengan banyak hal sehingga aku tidak sampai terlalu bosan selama berada di dalam mobil.
“Hmm... kayaknya Jacob belum dateng ya. Mungkin kena macet deh. Duduk sini dulu aja kali ya kita.” Kata Kelvin ketika memasuki café dan melihat Jacob belum ada di café tersebut.
“Okee deh, sambil pesen minuman dulu kali ya. Panas cuacanya. Aku haus.” Kataku pada Kelvin yang langsung dibalas dengan anggukan dari Kelvin.
“Pesen dulu aja ya. Aku ke toilet dulu sebentar. Pesenin aku jus mix fruit aja satu.” Kata Kelvin saat pelayan sudah datang membawakan menu.
Aku langsung memesankan minuman Kelvin kemudian aku melihat-lihat menunya untuk menentukan minuman yang mau aku pesan.
Setelah beberapa saat melihat menu tersebut akhirnya aku jatuh pada pilihan umum yang biasa aku suka pesan, yaitu Lychee Tea.
“Selain dua ini masih ada lagi mbak?” tanya pelayan padaku.
“Sudah mbak itu dulu.” Kataku sambil mengembalikan menunya pada pelayan tersebut.
“Eh eloo, adek tingkat yang suka Jeff itu kan lu,” Celetuk seorang perempuan dengan nada yang sedikit mengejek menurutku.
Aku langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan ternyata perempuan itu adalah Kak Daisy. Beberapa saat aku terdiam karena cukup kaget bisa bertemu dengan Kak Daisy di sini.
“Ehh bukan Kak, itu sebenarnya waktu itu cuma salah paham.” Jawabku mencoba membuat dia menjadi tidak salah paham lagi.
“Hahh? Masak sih, berarti lu secara gak langsung ngomong kalau teman lu waktu itu boong gitu?” Kata dia kini dengan nada agak sedikit tinggi sambil bersandar di mejaku dengan kedua tangan yang terlipat di depan tubuhnya.
“Iyaa Kak. Teman aku salah waktu itu. Dia juga salah paham." Kataku mencoba tetap meyakinkan kalau kejadian waktu itu tidak seperti apa yang dia pikirkan.
“Ohh okee, gue tetep pantengin lu ya tapi.” Kata Kak Daisy kembali dengan nada yang tidak mengenakkan dan kali ini dengan tatapan yang melihatiku dari atas sampai bawah.
“Claire, sapa nih? Temenmu?” Celetuk Kelvin saat kembali dari toilet.
Sedikit ada perasaan lega dalam diriku saat tahu Kelvin sudah kembali dari toilet.
“Oh sudah punya pacar ternyata, hahahaha okee deh. Intinya lu jangan ganggu-ganggu milik gue. Gue cabut dulu ya. Nyokap dah nungguin di depan.” Kata Kak Daisy yang sedikit memelankan suaranya dan menekankan ucapannya saat mengatakan milik gue padaku.
“Sapa itu?” Tanya Kelvin padaku ketika Kak Daisy sudah meninggalkan tempatku.
“Kakak kelasku, tapi dia kayak ada salah paham gitu sama aku,” jelasku singkat pada Kelvin.
__ADS_1
“Hmm.. salah paham tentang apa?” Tanya Kelvin kembali masih penasaran.
“Gak terlalu penting deh pokoknya, hehehehe.” Jawabku pada Kelvin yang masih malas memberi tahu Kelvin tentang apa yang sebenarnya terjadi.
“Haloo haloo, sorry telat, hehehehehe. Macet banget jalannya.” Tiba-tiba kata Jacob saat datang dan berdiri di sampingku.
“Gapapa, santuy-santuy. Tadi kita juga agak telat kok. Emang lagi macet banget nih,” balas Kelvin pada Jacob.
Jacob langsung menarik kursi kosong yang ada di sebelahku dan duduk sambil meletakkan tasnya. Di seberangku Kelvin hanya melihatkan sekilas tetapi seperti tidak terlalu memikirkan akan hal itu.
Setelah Jacob juga memesan minuman, akhirnya mereka berdua mulai mengajariku.
Kali ini aku sudah mencoba untuk belajar jual beli tetapi masih belum menggunakan uang yang sesungguhnya, lagipula aku hari ini masih belum bisa mengumpulkan uang satu juta yang harusnya aku bawa hari ini. Tetapi pertemuan selanjutnya aku yakinkan kalau uangku pasti sudah terkumpul satu juta.
Kali ini, aku merasa Jacob seperti yang lebih dominan mengajariku dibandingkan pertemuan pertama kemarin di mana Kelvin yang banyak mengajariku.
Mungkin karena ini sudah bertemu untuk yang kedua kalinya, jadi Jacob sudah lebih merasa tidak canggung dengan diriku. Sesekali di tengah belajar, kita juga saling bercanda sehingga tidak terasa sekarang sudah dua jam kita belajar bersama.
“Ehh, perutku kok mulai manggil-manggil buat suruh isi yaa.” Celetuk Kelvin tiba-tiba di tengah aku masih dijelaskan oleh Jacob sambil senyum-senyum seperti tidak merasa bersalah.
“Bentar ahh, dikit lagi terus kita istirahat makan. Nanggung kalo dipotong sekarang.” Balasku pada Kelvin yang membuat dia seperti sedikit mengerucutkan bibirnya.
“Iyaa dah pesen dulu aja deh. Setelah pesen baru lanjutin lagi ini dikit, terus istirahat makan dulu.” Kata Jacob akhirnya menuruti Kelvin.
Kelvin langsung memanggil pelayan dan pelayan pun datang dengan membawa buku menu.
“Silahkan, ini menunya.” Kata pelayan tersebut saat datang dan memberikan dua buku menu kepada kita bertiga.
Spontan saat pelayan tersebut menyodorkan buku menunya pada kita bertiga, aku mengambil buku menu yang berada di sebelah kiri pelayan tersebut dan tak disangka Jacob juga melakukan hal itu, sehingga kini tanganku berada di bawah tangan Jacob.
Ku rasakan tangan Jacob yang menjadi dingin saat bersentuhan dengan tanganku, dan tiba-tiba. “Oii udah gak usah pada ngelamun.” Kata Kelvin sambil menarik tanganku untuk melepaskan buku menu tersebut sehingga akhirnya Jacob yang menerima buku menu tersebut.
“Sorry.” Kata Jacob lirih saat aku sudah melepaskan tangan dari buku menu tersebut.
“Iyaa.” Balasku dengan suara pelan dan entah mengapa aku merasa suasana di antara kita berdua menjadi sedikit canggung tidak seperti tadi ketika belajar.
“Pada mau apa nih? Aku mau nasi goreng, kalian jangan lama-lama dong milihnya aku dah laper banget nih.” Kata Kelvin memecah keheningan yang terjadi di antara kita.
“Sabar napa, masih bingung nih.” Jawabku pada Kelvin sambil membolak-balik buku menu yang ada di hadapanku.
__ADS_1
“Bagi buku menu lu dong, belum lihat apa-apa gue dari tadi.” Kata Jacob meminta buku menu Kelvin yang sudah selesai dipakai.
Setelah bingung, akhirnya aku memutuskan untuk memesan pasta sedangkan Jacob memilih nasi goreng seafood.
“Jadi mau lanjut dikit lagi gak?” Kata Jacob padaku setelah selesai pesan makanan.
Aku langsung menganggukkan kepala dan Jacob langsung lanjut menjelaskan apa yang tadi masih ingin dia sampaikan.
Tak perlu terlalu lama, Jacob mengakhiri penjelasannya dan tak lama dari itu makanan juga datang ke meja kita.
“Ya ampunn, kenapa udangnya masih utuh sekulit-kulitnya sih.” Kata Jacob pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya terlihat seperti bingung.
“Kan lu pesennya nasi goreng seafood, pasti ada udangnya lahh yaa.” Kata Kelvin terlihat heran dengan Jacob.
“Gue geli sama kulit udang. Biasanya juga kalau dah dimasakan gini kulitnya dah dikupas kali.” Kata Jacob sambil tetap memandangi nasi goreng yang ada di depannya seperti mencari cara untuk melepaskan kulit udang tersebut tanpa memegangnya.
“Sini aku bantu kupasin kulitnya.” Ucapku menawarkan bantuan pada Jacob yang tiba-tiba langsung direspon oleh Kelvin dengan mengambil-ambil udang yang ada di piring Jacob.
“Dah daripada lu nyusahin orang laen, gue aja yang makan udangnya.” Kata Kelvin sambil mengambili udang yang ada di piring Jacob.
Jacob hanya bisa pasrah sambil mengusap mukanya dan memilih untuk diam, membiarkan Kelvin mengambil semua udang yang ada di piringnya. Aku juga hanya bisa memandangi Kelvin dengan tatapan yang cukup heran.
Setelah kita bertiga selesai makan, Kelvin langsung kembali membantuku belajar karena Jacob masih harus sedikit menyelesaikan tugas kuliahnya yang deadlinenya sudah dekat.
...--------...
Tak terasa kini jam sudah menunjukkan jam 6 sore dan aku mulai lelah sehingga aku meminta Kelvin untuk berhenti dan mengantarku pulang.
Kelvin dan Jacob menyetujui permintaanku. Kelvin saat ini langsung berdiri menuju ke kasir untuk membayar pesanan kita karena dia sendiri yang mengajukan diri mau mentraktir kita meski tidak sedang dalam rangka apapun.
“Claire, boleh minta linemu gak?” Kata Jacob tiba-tiba saat Kelvin sedang membayar di kasir.
“Ehh boleh.” Spontan jawabku sambil membuka lineku untuk memberikan QRku yang langsung discan oleh Jacob.
“Thank you." Ucap Jacob setelah berhasil menambahkan kontakku.
“Iyaa.” Jawabku singkat sambil melanjutkan meringkas barangku.
“Yukk, pulang.” Ucap Kelvin yang berada di sampingku setelah dari kasir.
__ADS_1
Aku dan Kelvin langsung berpamitan dengan Jacob kemudian aku masuk ke mobil Kelvin.