Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 40


__ADS_3

“Baik, karena semua sudah kumpul, sekarang saya mulai untuk membicarakan masalah kemarin kembali.” Kata Dokter Putra setelah Kak Jeff duduk di sebelahku.


“Saya mau bertanya terlebih dahulu pada tim absen. Selama bertugas kemarin, kalian semua pasti tidak ada yang lengah dengan kerjaan kalian?” tanya Dokter Putra.


“Saya dapat pastikan tidak Dok. Karena saat istirahat pun kami tetap gantian ada yang menjaga,” jawab Kak Olive.


“Lalu, bagaimana kalian dapat memastikan bila yang akan masuk melakukan pemilu itu pasti seseorang yang belum melakukan pemilu sebelumnya?” Tanya Dokter Putra kembali.


“Saat mereka mencentang nama mereka di lembar absen, kami sambil meminta melihat jari kelingking mereka Dok.” Kali ini Kak Daisy yang menjelaskan.


“Hmm … baiklah. Okee sekarang kamu Daisy, jelaskan kenapa kemarin kamu mengatakan kemungkinan yang salah Claire.” Kata Dokter Kelvin pada Kak Daisy kali ini.


“Baik Dok. Seperti yang saya katakan kemarin Dok, bila mereka sudah mendapatkan tinta di kelingking mereka pasti kita tim absen akan melihatnya sehingga tidak akan kami perbolehkan masuk. Tetapi kemarin tidak ada kejadian seperti itu Dok, sehingga kemungkinan Claire ada terlewatkan beberapa orang sehingga orang tersebut dapat memilih dua kali Dok,” jelas Kak Daisy.


“Claire kemarin jaganya sama siapa di meja tinta?” Tanya Dokter Putra padaku kali ini.


“Sendiri Dok,” jawabku.


“Daisy, kenapa dia jaga sendiri di meja tinta? Ini tim humas ada beberapa orang gini, semua di meja absen?” Tanya Dokter Putra yang terlihat terkejut dengan jawabanku.


“Ehh … iyaa Dok. Karena saya dan Olive terpikirkan kalau di meja absen memerlukan orang yang cukup banyak karena alur masuk biasanya lebih banyak orangnya yang harus diperhatikan dibandingkan alur keluarnya,” jawab Kak Daisy.


“Saya paham dengan maksud kamu. Tetapi kalau dia sendiri seperti itu, bagaimana dia bisa menjaga secara full selama seharian sendiri. Kemungkinan lengah karena lelah itu pasti bisa terjadi,” kata Dokter Putra.


“Benar Dok, apa yang dikatakan Dokter. Bahkan waktu istirahat, Claire tidak ada orang yang bisa menggantikan tugasnya. Akhirnya saat itu saya yang membantunya Dok, saya meminta dia untuk istirahat sejenak. Tetapi ketika saya gantikan, saya juga dapat pastikan kalau saya tidak lengah dalam menjaga Dok.” Kata Kak Jeff tiba-tiba memberitahu Dokter Putra.


“Saya juga merasa cukup aneh dari awal bekerja dengan Daisy Dok sebenarnya. Sejak pembagian tugas sebelum hari H sampai hari H kemarin, Daisy selalu memberi Claire tugas yang berat dibandingkan yang lain. Ketika sebelum hari H, dia juga memberikan Claire tugas sendiri untuk mengumpulkan nomer telepon seluruh dosen dan karyawan di fakultas ini. Tetapi karena saya dan Jeff tahu bahwa itu berat, akhirnya kita berdua yang membantu Claire, Dok.” Kali ini Kak Arthur yang berusaha membela aku.


“Apa itu benar Daisy yang baru saja Jeff dan Arthur katakan?” Tanya Dokter Putra langsung pada Daisy.


“Eh-h. I-ya-a Dok. Tetapi saya melakukan pembagian tugas seperti itu karena ada alasannya Dok. Salah satunya yang ketika hari H alasannya seperti yang tadi sudah saya katakan. Bukan serta merta saya sengaja memberikan Claire tugas yang berat Dok.” Kata Kak Daisy dengan sedikit gugup dan tetap membela dirinya.


“Tapi itu kalau saya pikirkan juga agak tidak masuk akal ya Daisy.” Kata Dokter Putra menegur Kak Daisy.


“Ada yang mau menyampaikan pendapat lain atau apapun yang kalian tahu kemarin?” tanya Dokter Putra.

__ADS_1


Seketika kita hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain di dalam ruangan ini. Tetapi sekilas aku melihat Elsa yang seperti menyikut lengan Juan seperti sedang memberikan kode sesuatu.


“Per-mi-si Dok. Sa-ya ingin memberitahu sesuatu Dok. Jadi, ketika di sesi mahasiswa yang non-koas, saya ada melihat Claire sempat meninggalkan meja tinta untuk mengikuti Kak Olive Dok. Tetapi saya tidak tahu pastinya apakah pada saat itu, ada mahasiswa yang menjadi terlewatkan tidak melakukan cap tinta Dok.” Kata Juan tiba-tiba.


“Apakah itu benar Claire?” Tanya Dokter Putra padaku.


“Benar Dok. Tetapi sebenarnya saya sudah menolaknya karena saya katakan kalau tidak ada yang menjaga nantinya. Tetapi Kak Olive pada saat itu tetap bilang tidak apa-apa karena hanya membantu dia sebentar saja dan Kak Olive waktu itu katakan pesertanya masih belum masuk bilik tetapi masih di meja absen sehingga sebentar aja tidak apa-apa.” Kataku menjelaskan situasi pada saat itu.


“Permisi Dok, saya mau memberikan pendapat. Sepertinya Olive sengaja mengajak Claire seperti itu.” Kata Kak Arthur yang membuat Kak Olive merasa tidak terima dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Eh Arthur. Kalau bicara jangan sembarangan ya, waktu itu saya memang sedang memerlukan bantuan.” Kata Kak Olive membela diri di depan Dokter Putra.


“Sebentar! Jangan jadi ribut seperti ini!” Tegur Dokter Putra di tengah suasana yang tiba-tiba memanas ini.


“Sebentar, saya ada telepon. Saya angkat dulu.” Kata Dokter Putra saat tiba-tiba ponselnya berdering.


Sambil menunggu Dokter Putra berbicara dengan seseorang yang ada di teleponnya, Kak Daisy dan Kak Olive tampak berbisik satu sama lain. Mereka berdua dari raut wajahnya kini juga terlihat seperti sedang kesal.


“Claire, aku yakin banget Olive itu sengaja ajak kamu kayak gitu. Kenapa kamu gak ada cerita ke aku tentang itu.” Kata Kak Arthur padaku sambil berbisik.


“Maaf semuanya, nanti saya akan kabari untuk kita bertemu lagi seperti ini. Sekarang saya masih harus melaksanakan tugas dari Dekan saat ini juga.” Kata Dokter Putra seusai menutup teleponnya.


Kita semua akhirnya berpamitan dengan Dokter Putra agar tidak mengganggu Dokter Putra lagi dan keluar dari ruangannya.


Saat keluar dari ruangannya, tiba-tiba Kak Arthur mendatangi Kak Daisy dan Kak Olive.


“Lu berdua, sebenarnya sengaja, kan? Lu ada rencana ‘kan berdua buat Claire?” Tanya Kak Arthur langsung dengan sedikit emosi.


“Apaan sih lu Thur. Dari kemarin ya, lu selalu nuduh gue yang enggak-enggak. Lu kalau gak suka ama gue, lu ngomong aja langsung. Gak usah kayak gini.” Balas Kak Daisy dengan nada tinggi.


“Ya! Gue akuin, gue gak suka sama lu. Lu jahat! Licik!” Kata Kak Arthur yang emosinya semakin meluap.


“Thurrrr, lu tahan emosi lu.” Kata Kak Jeff menarik Kak Arthur dari hadapan Kak Daisy.


“Gimana gue gak emosi, lihat orang yang jahat, licik kayak dia!” Kata Kak Arthur kembali dengan menunjuk ke arah Kak Daisy.

__ADS_1


“Gak usah nunjuk-nunjuk gue! Gue gak suka!” Bentak Kak Daisy pada Kak Arthur.


“Kakkk. Jangan emosi, biarin aja.” Kataku ikut menenangkan Kak Arthur.


“Dah Kak, pulang aja, yuk.” Kataku sambil menarik tangannya.


“Lu lihat aja ya. Gue gak akan biarin lu licik, jahat terus kayak gitu!” Ucap Kak Arthur pada Kak Daisy sebelum pergi mengikutiku.


Kini di sampingku Kak Arthur terlihat berjalan sambil mengatur agar emosinya segera mereda.


“Pulang aku anterin.” Katanya sambil menarik tanganku ke arah parkiran saat kita sudah di area depan kampus.


“Kakk.” Panggilku perlahan.


Kak Arthur kemudian menatap ke arahku.


“Aku gak suka, kalau Kakak mau bantuin aku tapi pakai emosi kayak gitu. Aku gak suka sama keributan seperti itu.” Kataku memberitahu Kak Arthur perlahan.


“Sorry,” ucapnya.


“Aku janji, lain kali aku lebih bisa kontrol emosiku.” Katanya masih dengan nada datar sambil menatapku.


“Okee.” Balasku dengan tersenyum tipis.


Setelah itu, Kak Arthur langsung mengantarkanku pulang dan Kak Arthur sudah terlihat tidak seemosi tadi ketika di kampus.


...--------...


Jefferson:


“Hahahaha tuh lu lihat sendiri Jeff. Cewek yang lu agung-agungin, sekarang ninggalin lu. Malahan ngegandeng cowok lain. Kasihan banget sih lu!” Kata Daisy padaku saat aku menatap kepergian Claire dengan Arthur.


Aku juga cukup bingung dan tidak tahu bila ternyata Claire dan Arthur memang cukup dekat seperti itu ternyata.


Bahkan Claire terlihat lebih canggung kalau bersama dengan aku dibandingkan ketika dengan Arthur.

__ADS_1


Meskipun demikian, aku tetap berniat untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Aku juga mau agar Claire tidak lagi salah paham dengan kejadian kemarin antara aku dan Daisy.


__ADS_2