Suka Sayang Cinta

Suka Sayang Cinta
BAB 19


__ADS_3

Hari ini, seusai kuliah aku sudah ada janji dengan Kelvin kalau mau belajar trading kembali. Aku dan Angel langsung berpisah di depan kampus. Angel pulang ke kos sedangkan aku menunggu jemputan dari Kelvin di depan kampus.


Aku memilih menunggu jemputan Kelvin dengan duduk di salah satu bangku yang disediakan di depan kampusku.


Terik matahari siang ini terasa sangat menyengat di tubuhku. Aku mencoba melihat ke arah bangku-bangku lain yang ada di dekatku yang tempatnya tidak seterik di tempatku ini, tetapi tidak ada satupun yang kosong.


Jam kini sudah menunjukkan pukul 14.30, padahal janji Kelvin ke aku, dia akan menjemputku pas di jamku pulang yaitu pukul 14.00.


Aku mulai merasa lapar dan kepalaku rasanya seperti terbakar, karena sudah sekian menit aku berada di bawah matahari yang sangat terik ini.


Aku akhirnya mencoba mengirim pesan ke Kelvin untuk menanyakan dia ada di mana dan tidak ada balasan dari Kelvin. Kemudian, aku mencoba menelpon Kelvin dan ternyata ponselnya sedang tidak aktif.


Aku sekarang menjadi khawatir dengan kondisi Kelvin sebenarnya kenapa dan ragu apakah Kelvin ingat dengan janji hari ini.


Di tengah-tengah aku sedang sibuk dengan ponselku, tiba-tiba aku rasakan ada seseorang yang berdiri tepat dihadapanku sehingga sedikit menghalangi teriknya matahari yang menyengat tubuhku. Aku langsung mendongakkan kepala dan cukup terkejut saat tahu siapa yang ada di depanku.


“Kakk...” Spontan ucapku saat melihat Kak Jeff yang berada di depanku.


“Ngapain?” Tanya Kak Jeff dengan nada datar sambil menyodorkan sebuah topi polos berwarna hitam padaku.


“Lagi nunggu teman.” Jawabku sambil masih heran menatap topi yang ada di tangan Kak Jeff.


“Pakek ini!” Perintahnya tetap dengan nada datar.


Aku akhirnya langsung mengambil topi tersebut dan memakainya.


“Sudah makan siang?” Tanyanya padaku setelah aku mengenakan topinya.


“Ehh... belum Kak,” jawabku pelan.


“Ikut aku.” Katanya sambil langsung menarik tanganku untuk berdiri mengikutinya.


“Ehh Kak mau ke mana?” Tanyaku dengan sedikit panik karena takut nanti Kelvin ketika sampai bingung mencari aku.


“Cari makan bentar." Jawabnya sambil tetap menarik tanganku untuk berjalan kaki ke arah penjual makanan yang ada di tepi kampus.


“Pilih mau mie, nasi goreng, atau bakso?” Kata Kak Jeff setelah kita berada di tempat penjual makanan pinggir jalan yang berada tak jauh dari kampus.


“Ehh ... mie aja.” Jawabku karena aku merasa tidak minat dengan nasi goreng ataupun bakso.


“Bang, mie ayamya dua ya, makan sini." Kata Kak Jeff langsung memesankan mie untukku dan dia.


“Kakk, tapi itu motornya Kakak di tepi jalan ditinggal gitu gapapa?” Tanyaku khawatir saat aku melihat ke arah motornya yang tampak dia parkir asal-asalan di pinggir jalan.


“Dah duduk sini, gak usah urusin itu. Itu gak masalah.” Katanya sambil menarik tanganku kembali dan mengarahkan aku untuk duduk di salah satu bangku dekat penjual mie yang ada di bawah pohon.

__ADS_1


“Kenapa belum makan siang?” Tanya Kak Jeff padaku setelah dia juga duduk di sampingku.


“Hmm ... tadi gak sempet, waktu istirahat siang aku kerja tugas. Deadlinenya setelah istirahat langsung kumpul,” jawabku menjelaskan.


“Trus dari kapan nungguin temanmu yang gak jelas itu?” Tanyanya dengan nada yang datar kembali.


“Sekitar dari jam dua. Tadi aku baru selesai kelas jam segitu." Jawabku dengan tetap memantau dari kejauhan apakah Kelvin sudah datang atau belum.


“Cowok gak tanggung jawab.” Ucapnya dengan suara yang lebih pelan sambil menghela napas seperti sedang terlihat kesal.


Aku cukup terkejut saat dia mengatakan hal tersebut. Aku bingung bagaimana dia bisa tahu kalau teman yang aku maksud itu Kelvin seorang cowok.


“Kok tahu kalau teman aku cowok kak?” Tanyaku dengan berhati-hati karena takut Kak Jeff marah.


“Kan waktu malem kita ketemu di depan gerbang kosmu itu, kamu pulang dianter cowok terus kamu bilangnya ke aku itu temanmu.” Katanya dengan nada tidak sedatar tadi tapi terlihat sedikit panik.


“Ohh iyaa ya. Hehehe lupa kalau Kakak pernah tahu tentang itu.” Kataku dengan senyum kecil.


“Teman dari mana itu? Kok kayaknya gak pernah lihat ada di kampus sini,” tanya Kak Jeff kembali padaku.


“Dia gak di kampus sini. Dia dari Universitas Junjung Harapan. Dia sahabatku waktu SMA Kak,” balasku menjelaskan sedikit tentang Kelvin.


“Ohh gitu. Hmm, btw kita belum pernah kenalan secara resmi ya.” Kata Kak Jeff tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya padaku yang dengan sedikit kikuk aku balas uluran tangan itu.


“Eh aku Claire Jasmine, biasanya dipanggil Claire, angkatan 20 Kak.” Kataku setelah Kak Jeff memperkenalkan dirinya.


“Mas, mbak ini pesanannya.” Tiba-tiba kata abang penjual mienya sambil membawa dua mangkok mie yang sudah jadi di tengah kita masih baru saja saling berkenalan.


“Makasih Bang.” Kata Kak Jeff langsung menerima dua mangkok tersebut.


“Makan dulu nih, nanti lanjut ngobrol-ngobrol lagi.” Katanya sambil memberikan semangkuk mie yang ada di tangannya padaku dengan sekilas aku lihat raut wajahnya sudah tidak sedatar tadi.


Aku langsung menyantap semangkok mie ini yang masih harum wanginya karena baru saja selesai dimasak dan di sampingku Kak Jeff juga langsung menyantap semangkok mie yang ada di tangannya.


Tanpa mereka berdua sadari, dari kejauhan tepatnya di depan gerbang kampus, kini tiga orang cewek sedang mengamati mereka berdua yang sedang makan bersama, dan salah satu orang tersebut tampak sangat kesal melihat kedekatan mereka berdua.


...--------...


Kita berdua makan dengan suasana saling diam satu sama lain. Kak Jeff makan jauh lebih cepat dibandingkan dengan aku.


“Aku bayar dulu ya, biar nanti setelah selesai bisa langsung cabut.” Kata Kak Jeff setelah selesai makan dan aku masih tersisa sedikit lagi di mangkokku.


“Ehh Kak, aku bayar sendiri aja gapapa.” Kataku pada kak Jeff dan langsung mengambil uang yang ada di sakuku.


“Gapapa, gak usah. Aku aja. Lanjutin makanmu.” Katanya sambil mencegah tanganku yang hendak mengambil uang di sakuku.

__ADS_1


Kak Jeff langsung berdiri meninggalkanku untuk membayar ke abang penjual mie tersebut.


“Claireeee … ya ampunn sorry bangettt aku telat lama.” Tiba-tiba terdengar suara Kelvin yang cukup keras dan tersengal-sengal karena habis berlari entah dari mana, membuatku tersedak karena kaget dengan kedatangan Kelvin yang tiba-tiba.


“Ehh Claireee… minum dulu, nih.” Kata Kelvin menyodorkan sebotol air putih yang ada di sampingku.


Aku langsung menerimanya dan meminum air putih tersebut.


“Gak kurang lama telat lu?” Ucap Kak Jeff yang berada di samping Kelvin setelah membayar.


Kelvin terlihat bingung karena tidak mengenali Kak Jeff.


“Gue Jeff, Kakak kelas Claire.” Kata Kak Jeff sambil mengulurkan tangannya ke Kelvin.


“Gue Kelvin, sahabat SMA Claire.” Kata Kelvin sambil membalas uluran tangan Kak Jeff.


“Jaga dia baek-baek, jangan lu tinggalin ataupun biarin dia nunggu sendirian lama kayak tadi. Gue gak suka orang yang gak tanggung jawab.” Kata Kak Jeff sedikit berbisik di telinga Kelvin tetapi masih bisa aku dengar dengan baik.


Setelah berbicara seperti itu, Kak Jeff langsung mengambil jaketnya yang berada di sampingku dan langsung meninggalkan aku dan Kelvin tanpa berpamitan pada aku ataupun Kelvin.


...--------...


Jefferson:


Kuliah hari ini aku merasa capek banget, apalagi semalem aku kurang tidur.


Pulang kuliah aku masih harus langsung cabut jemput Jeje lagi. Niatnya nih pulang kampus aku langsung ke tempat Jeje terus langsung pulangin Jeje, dan balek kos buat tidur.


Tapi, hmm itu yang duduk di depan gerbang kok kayaknya gak asing ya.


Tuh kan bener, si dia. Kok keliatan lemes yaa, fiuhhhh ngapain sih duduk panas-panasan di situ mana ini lagi terik banget lagi mataharinya.


Pasti lagi nungguin temennya yang gak jelas kemarin chat itu deh.


Sumpahh, kenapa aku deg-degan banget ya waktu pegang tangannya gini. Untung aku berhasil nenangin diri biar gak keliatan gugup banget.


Nih, teman cowoknya beneran gak tanggung jawab dah. Orang belum makan gini suruh nungguin dia yang gak dateng-dateng sambil panas-panasan, kalau dia kenapa-kenapa gimana coba.


Aduhhh, hampir aja kena aku terlalu gugup dekat dia, hampir ketahuan nih kalau aku dah beberapa kali lihatin dia sama tuh cowok.


Aku kenapa juga terlalu nunjukin emosiku ke si cowok itu di depan dia ya. Aku harus lebih nenangin diri nih.


Jujur, agak sebel aku tiba-tiba nih si cowok muncul di depanku.


Daripada lihat mukanya aku makin sebel, mendingan aku langsung pergi aja deh. Gapapa hari ini cuma bentar doang sama dia, yang jelas aku dah sempet kenalan secara resmi sama dia, gak kayak selama ini yang gak jelas cuma langsung ngomong-ngomong aja.

__ADS_1


__ADS_2