SUNDIRAH

SUNDIRAH
Teguh Rahayu


__ADS_3

Baru saja kebahagiaan menghampiri mereka, kini. ketegangan kembali mencekam mereka. Sundirah tidak kunjung siuman.


#Sundirah mengalami Distosia istilah keren jaman now ya kakak☺️.


Distosia adalah gangguan persalinan, yang menyebabkan ibu sulit melahirkan. Jika seorang ibu mengalami distosia, waktu persalinannya akan panjang dan bahkan, ada yang tidak mengalami kemajuan sama sekali. Kondisi ini tak hanya berdampak pada janin melainkan ibu juga.# Namun kasus Sundirah bisa dikatakan sebagai trauma dan sakit yang berlebihan, mohon maaf pengetahuan author yang sangat minim🙏#


Dua hari telah berlalu, Namun Sundirah belum juga membuka matanya. Hanya terkadang ada air mata, yang meleleh di pelipis kanan dan kiri.


Posisi Sundirah sudah di bawa pulang ke rumah utama Atmosiman. Karmilah dengan Warti bergantian, membersihkan tubuh dan Menganti kain yang di kenakan Sundirah.


Mbah Bayem pagi juga datang memberikan semangat, pada keluarga Mahendra.


Selain itu Atmosiman melakukan hal yang terbaik, dengan memanggil tenaga medis dari RSUD DR SOETOMO (( Sekarang)). Melalui panggilan telegram.


#RSUD dr Soetomo, rumah sakit milik Provinsi Jawa Timur itu dibangun pada 29 Oktober tahun 1938 dengan nama New Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (New C.B.Z).#


Mahendra memeluk Dirah, mengelus pipi putih pucat Dirah. "Sayang...! Bangun dari tidur mu Dirah, anak kita membutuhkan mu."


"Sabar lee....Dirah bakal siuman, kita berusaha sambil berdoa, kepada Gusti Allah... Semua berawal DariNya, dan kita kembalikan padaNya..." Mbah Bayem memberikan semangat kepada Mahendra.


Hanya tangis bayi mungil itu yang menghibur duka Mahendra dan lain nya. Bayi Sundirah, sehat, lucu dan tidak kurang suatu apapun.


Mahendra memberikan nama, pada bayi laki laki mereka "Teguh Rahayu" yang bermakna kuat, kokoh mengayomi, dan kemakmuran.


Ketika menangis karena haus dan lapar. Bibirnya di olesi madu dan memberikan tajin


"Yu....bangun... Sampai kapan kau mau bermalas-malasan seperti ini...? mana tanggung jawab mu sebagai ibu, dan sebagai kakak ku yang seharusnya melindungi kami." Wajah Warti merah padam menahan duka yang tiada tara.


Karmilah yang mengetahuinya perlahan mendekat Warti, memalingkan tubuh Warti, lalu membawanya dalam pelukan.


"Mbak yu mu akan sembuh ndhuk, jangan bersedih. Kau juga sama seperti yu Dirah.. kau juga anak perempuan ku ndhuk." Karmilah menghapus air mata Warti, senyum tipis itu, begitu menyejukkan.


Pengobatan untuk Sundirah, berjalan dengan baik. ramuan dari Mbah Bayem juga mereka berikan, selain infuse yang di berikan oleh dokter pilihan Atmosiman.


Berita meninggalnya Ratmini, juga sudah terdengar oleh Atmosiman dan anggota keluarga. Duka belum juga selesai dua keluarga besar, dan terpandang sama-sama mempunyai cerita yang pelik dan rumit.


***pov sundirah***



Luar biasa rasa takut ini, tapi anak ku harus selamat. Ketika ku dengar suara kamutiwo Sardi, mencari ku. Dan api di gudang kopra sudah membumbung tinggi dengan hawa panas, menyengat di kulit.


Aku harus tetap kuat...harus...!

__ADS_1


Oh.... kain yang aku kenakan basah...


apakah aku akan melahirkan...?


Sekuat ku tahan rasa yang belum pernah aku rasakan ini.. rasa yang timbul tenggelam membuatku ingin pasrah saja.


Ku melihat adik ku yang gigih mendorong gerobak, mbok Surip yang tersengal-sengal mengikutinya langkah pendek nya.


Aku terbaring bagaikan di dalam keranda saja, aku mati rasa..


Antara ingin dan mempertahankan, emak ku... bapak ku maafkan anak mu, maafkan aku yang mengecewakan mu.


Ingin rasanya aku bertemu dengan mu saja Mak... tapi bagaimana anak ku...?


Emak....


Dadaku sesak, rindu ini menghujam hati Air mata terus berderai, Aku hanya ingin bertemu, maafkan aku Mak.. sakit yang sekarang aku rasakan, tidak akan sebanding dengan luka yang ku toreh kan padamu.


Bapak....! Ingin aku memelukmu sepajang waktu.


Hanya wajah bapak dan emak ku tersenyum dalam lambaian tangan nya..


Ingin ku menghampirinya namun Warti tidak mungkin aku tinggalkan.


oeekk....ooekkk...oeekkk....


Anak ku lahir dengan selamat, terbayang olehku Mas Hendra tentu akan senang. Tanganku ingin meraih buah hatiku, tapi tubuhku tidak berdaya, telingaku hanya bisa mendengar, tidak dengan mata dan tubuh ku lain nya.


Apakah aku sudah mati....? berbagai suara bisa aku dengar, tangis Warti menyanyat hatiku.


Perlahan suara itu hilang.... hilang dan berganti sunyi senyap. Aku tidak merasakan apapun. Aku mati...?


Oh..... tidak aku tidak mati...! ku dengar kembali suara Warti terisak dan suara ibu menenangkan Warti.


Aku rasakan usapan lembut dan hangat di keningku, aku rasakan kecupan lembut itu..


Tapi tubuhku masih mati rasa, aku lumpuh...?


"Sundirah...! aku tau kamu mendengar semua perkataan kami, menangis lah Dirah, buka matamu." Suara mas Hendra bergetar.


Ingin ku peluk, tapi satu inci pun aku tidak mampu menggerakkan tangan ku.


Apakah aku sedang menangis...?

__ADS_1


***Pov sundirah off***


Mahendra dengan telaten, mengikuti arahan sang dokter untuk memberikan obat tepat waktu.


"Ajak lah pasien berkomunikasi, sebab Depresi postpartum adalah keadaan ketika seorang ibu merasakan trauma berlebihan dengan sedih, bersalah, dan ketakutan. Akan sembuh dengan sendirinya, dengan cara ketelatenan kita dalam mendampingi nya." Dokter tua itu menerangkan kepada Mahendra.


Secercah harapan,bawa senyum bagi keluarga Atmosiman. Surip yang mendengar nya ikut tersenyum lega. Begitupun karmilah, tidak henti-hentinya mereka berucap syukur, walaupun ini adalah cobaan yang sulit mereka lalui kedepan nya.



Sementara nasib Cendet bersama Paidi, Harus mendekam di balik jeruji bersama Djaelani.


Setelah mendapatkan segala informasi tentang siapa dan dan apa motif penculikan Sulastri, hingga kebakaran gudang kopra milih juragan Atmosiman.


Djaelani termenung, duduk di sudut dinding pengap dan minim sinar matahari.


"Aku tidak menduga, dendam kamituwo kepadaku tertanam hingga sekian tahun."


"Dan sekarang, anak perempuan ku harus dalam cengkeraman nya, Gusti maha Agung.... Ampuni semua kesalahan ku." Djaelani tidak mampu menyembunyikan semua kesedihan yang ia tuai saat ini.


Penyesalan demi penyesalan menari dalam benaknya. Kesedihan atas kehilangan anak perempuan nya saja belum terkuak, menyusul kepergian sang Ibu, untuk selamanya. Bahkan Sudargo hanya melihat dari jauh, di saat Djaelani harus kembali ke lapas. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.


"Itu semua salah mu kang...!" Ucap Cendet tanpa sungkan lagi.


"Ingat kau juga masih punya hutang padaku, aku akan tetap menagih. Bila kelak terbebas dari sini, akan aku gunakan sebagai modal usaha." Ucapan Cendet mampu membuat tersenyum Suprapto, yang dari tadi mendengarkan dari balik tembok penyekat.


"Paidi..."


"Saya pak...! Paidi menjawab sebuah panggilan dan berdiri, mendekat ke arah suara dari balik jeruji.


Suprapto mendekati pintu keluar, dan membuka kunci


. Mengajak Paidi untuk melangkah ke lain tempat, dan mendiskusikan sebuah rencana.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...


***Air tajin : merupakan cairan berwarna putih yang muncul ketika beras mendidih. Karena mengandung partikel beras, air tajin mengandung karbohidrat. Biasanya diberikan kepada bayi sebagai pengganti susu. Namun, kandungan gizinya jauh di bawah susu hewani, susu nabati ataupun air susu ibu***.



Apakah rencana Suprapto berikutnya...?

__ADS_1


jempol yuukkk😉, komen like, jangan lupa 🤗🤗


love all of you 😘😘


__ADS_2