SUNDIRAH

SUNDIRAH
Siasat melawan siasat


__ADS_3

Terdengar suara siaran radio RRI, menggaungkan berita tentang pencarian orang. Tunggak mengamati setiap suara pengumuman yang ia dengarkan.



#Radio kompas pada era waktu itu, hingga saat sekarang masih ada walaupun tidak funsi, karena gelombang siaran beda, dulu sw 1 sw 2 atau Am 1 Am 2 dan sekarang berganti dengan Chanel FM. mohon koreksi bila ada kesalahan 🙏#


Senyumnya menyungging penuh jejak misteri yang ia bangun, jari-jari tangan nya yang tidak pernah lepas dari jepitan tembakau linting, ia menghisap dalam-dalam lalu meniupkan asap rokok itu sepuas-puasnya.


"Menurut cerita dari mereka orang-orang suruhan ku, rumah Djaelani sudah berpindah pemilik kang."


"Kemana mereka berada sekarang." Sardi membuka suara sekaligus akan membuat strategi, untuk perampokan yang akan mereka lakukan pekan depan.


"Akan kita tunda rencana ini Sardi! seperti di desa juragan Atmosiman akan ada perayaan pernikahan anak-anak nya."


Sardi menatap wajah Tunggak, dan kembali membetulkan letak duduk nya, sambil menyulut tembakau linting.


"satu bulan lalu, gudang kopra milik juragan Atmosiman sudah aku bakar kang, aku kira Sundirah sudah mati, namun ternyata dia masih hidup. Ternyata dia wanita yang kuat juga."


"Saya hanya menginginkan Sulastri kang, dan Djaelani harus mati di tangan ku sendiri." Gurat raut wajah Sardi menggambarkan kemarahan yang sulit padam, walaupun hujan telah menjatuhkan derai hujan.


"Baik, ini waktu masih lama kita bisa susun langkah lebih matang lagi."


"jangan sampai kamu tertangkap Sardi! tidak menutup kemungkinan. Bila kamu tertangkap kamu pasti mati di tangan mereka." Tunggak mengingatkan Sardi untuk tetap waspada.


"Jika dulu pernah terjadi penculikan manten, maka kedepannya mereka pasti akan lebih ketat lagi penjagaan yang akan mereka siagakan."


"Apakah kamu sudah siap mati? wanita cantik melebihi Sulastri masih banyak, yang legit juga tidak kurang." Tunggak menatap sinis pada Sardi.


"Tetapi! Asal ada harta melimpah aku akan tetap mendukung mu. Berapa bagian yang akan kamu berikan padaku? heh... Sardi...!" Lagi-lagi Tunggak menatap sinis pada Sardi.


"Ha...ha..ha... Kita separuh keuntungan kang, kekayaan juragan Atmosiman tidak ada yang menandingi di wilayah itu, kau jangan khawatir mendapatkan bagian yang sedikit kang."


Datang memasuki tempat Sardi dan Tunggak leyeh-leyeh, seorang laki-laki muda mendekati mereka, langsung menuju meja dimana terdapat air minum dalam kendi, setelah puas membasahi tenggorokannya, ia duduk bersama dengan mereka.

__ADS_1


"Kang.... di rumah lurah Djaelani ada gadis cantik, dan dia bukan Sulastri! tetapi Sulistyowati." Laki-laki muda itu memberikan berita yang dia dapet.


"Kenapa kamu terlambat memberikan berita ini le..!" Geram Tunggak, Sulistyowati gadis yang bisa kabur, dan lolos dari tangan ku. Lalu kenapa dia berada di rumah lurah Djaelani? siapa dia..?" Tunggak berdiri lalu mendekati tempat duduk pemuda itu.


"Berapa lama perjalanan mu menuju tempat tinggal mereka?."


"Satu malam kang, kenapa?" Jawab pemuda itu cuek sambil makan sisa singkong bakar.


"Lain kali kalau ada berita yang beginian, segera beri tau kang Tunggak. Dan jangan menunda seperti saat ini. he..he..he.. rupanya bulan depan kita bakalan panen Sardi." Terlintas kepuasan dan kemenangan yang akan ia raih.


Terbayang kembali gadis belia yang pernah ia culik dan ia bawa hingga ke tempat persembunyian nya.


"Oh.. rupanya gadis itu ada sangkut-pautnya dengan kamu Sardi, sungguh hal yang tidak terduga sebelumnya."


"Kita akan memanen hasil yang luar biasa, Sardi." Berbagai macam jenis setan berkeliaran di benak Tunggak.


"Sebaiknya kita membuat strategi yang lebih ampuh dari yang kemaren kang! sebaiknya kita memakai umpan yang sepadan, untuk pancingan ikan yang segar." Dasar bajingan, Sardi sudah punya ide untuk merencanakannya.


"Gini kang, kita fungsikan para wanita-wanita itu, sudah seharusnya dia membantu kita kalau dia ingin pulang ke rumah mereka."


" Sulastri maupun Sulistyowati kalau mereka bisa kita raih, aku akan membebaskan wanita-wanita bodoh itu."


"Kecuali! yang saat ini tengah mengandung benih ku aku tidak akan lepaskan dia sebelum anakku lahir."


Tunggak manggut-manggut sambil menelaah semua ide dan Sarah Sardi. sepertinya ia akan memakai saran ini, sebab berbagai cara sudah mereka lakukan akan tetapi kegagalan juga yang mereka raih.


Hingga hari menjelang malam pun mereka masih tetap asyik pada kegiatan yang mereka lakukan, minum tuak, bercerita, lalu kembali pada tubuh-tubuh para wanita yang mereka culik dari beberapa desa


Setelah mereka nikmati tubuh dan kehangatan, mereka bahkan tidak menghiraukan jeritan dan Tangisnya garis gadis tidak berdosa itu.


Mereka akan menjual para gadis malang itu ke kota, ataupun ia tukarkan sebagai jaminan keamanan mereka. Sungguh tragis, sepertinya pada saat itu kekuasaan bisa membeli apapun yang mereka inginkan.


di sudut ruangan tersembunyi, sepasang telinga mendengarkan semua rencana yang akan mereka lakukan. Gadis itu gemetaran mendengarnya dalam dendam yang ia tanam dalam-dalam di hatinya selama ini, membawa ia dalam semangat yang berkobar untuk membalas semua yang ia dapat selama menjadi tawanan Tunggak dan Sardi.

__ADS_1


Gadis itu berjalan mengendap-endap menuju tempat di mana sesama perempuan berkumpul di jadikan dalam satu tempat, lalu akan di bawa ke kota sewaktu-waktu.


"Kamu kenapa sampai berkeringat dingin begini, apa kamu sakit? kok seperti baru saja melihat setan bunuh diri." Tanya salah satu dari para gadis itu.


"Yu... apa kalian ingin keluar dari sini..? Tanya gadis itu sambil setengah berbisik.


"Maksud kamu apa? mana mungkin kita bisa keluar dari neraka ini. Ini sama saja dengan kita bunuh diri." Kesedihan dan ke putus asa an mereka tergambar jelas.


Lalu mendekat lagi salah satu dari gadis lain nya nimbrung pembicaraan mereka.


"Bagaimana..! Ceritakan, aku juga tidak mau berlama-lama disini.Kita harus saling bahu membahu, dan bersatu agar bisa keluar dari neraka ini." Semangat mereka tumbuh bersama.


Gadis pertama yang telah mendengar rencana Sardi dan Tunggak, menceritakan semua kepada teman temannya.


" Yu... bulan depan, akan ada acara ngunduh mantu di kediaman ndoro Atmosiman, dan si jahanam itu mempunyai rencana untuk menculik dan berbuat kerusuhan disana."


"Dan kita sebagai umpan, sebelum kita menjadi umpan mereka. Kita harus bersatu, dan menghancurkan niat mereka."


"Yang takut jangan ikut, yang berani ikuti saja saran ku. Aku siap mati untuk pelarian ini daripada aku harus menjadi budak nafsu setan mereka." Gadis ini rupanya sangat pemberani, dan beribu rencana juga akan ia Sulut kan untuk kawan-kawan nya.


"Aku bersamamu, kita harus saling bahu membahu sampai kapan kita akan hidup begini. Aku takut terkena penyakit kelamin yu, itu juga bisa mematikan kita."


"Sebaiknya kita bersikap biasa saja, seolah-olah tanpa ada rencana untuk melarikan diri dari cengkeraman setan ini." Ucap wanita yang lebih tua diantara mereka.


"Aku mohon yang tidak setuju jangan pernah bongkar rahasia ini." Semangat gadis itu rupanya bukan main-main.


dan ternyata gayung pun bersambut, semangat untuk membubarkan rencana Sardi dan Tunggak akan benar-benar mereka lakukan.


...****************...


Nah ini nih Mak... semangat wanita-wanita pemberani patut kita acungi jempol 👍😙.


Yukk Mak... lope lope you se kebon kelapa milih ndoro Siman yah 🤭, Salam sehat selalu and I lope yu pull😘😘

__ADS_1


__ADS_2