SUNDIRAH

SUNDIRAH
Sengsara membawa nikmat


__ADS_3

Tiga Bulan kemudian....


"Mas... pingin makan nasi liwet sisa nya Teguh, kita kesana ya mas." Warti yang sedang ngidam, sering bersikap manja saja kehamilannya yang menginjak usia dua Bulan, membuat Prayuda semakin sayang dan sangat protektif dengan segala aktivitas Suwarti.


Kehadiran Suwarti ke rumah utama Atmosiman, selalu menjadi penantian Sundirah dan karmilah, mereka klop dengan sebutan tiga wanita yang tangguh, saling menutupi, dan memberi satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan mereka.


Teguh, sudah mulai gesit merangkak dan lucu-lucunya, Dia tumbuh dengan cepat dan sehat. Tempat segala kasih sayang dan kerinduan tertumpah padanya.


Usaha dalam membangun perkembangan kopra dan ladang semakin pesat, di bawah penanganan Mahendra dan membuahkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


Kesuksesan juga Harjito dan Sulastri alami, setelah benturan demi benturan dan semua kejadian hingga membuat trauma dan air mata.


Sulastri bahagia dengan pencapaiannya saat ini, hidup tentram dengan perhatian, kasih sayang dari Harjito dan paini yang penuh kelembutan dalam membimbing segala kekurangan Sulastri.


Kondisi kehamilannya lambat laun membaik, upaya dan semangatnya sangat luar biasa, walaupun pernah mengalami goncangan dan kelemahan kandungannya, kini sudah dalam keadaan sehat dan menjalani hari-hari yang manis bersama keluarga kecilnya.


Berbeda dengan situasi di tempat tinggal Jupri, kesibukan dan persiapan pernikahan Naris dan Sulistyowati, menciptakan kebahagiaan yang sulit untuk di lukiskan dengan warna yang sesuai.


Janur kuning melengkung indah di gapura pelataran rumah, tawa dan canda mengiringi irama gamelan karawitan pada eranya.


Pernikahan mereka terjadi dengan sikap yang saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Siapa yang akan menduga, pertemuan demi pertemuan tidak pernah mereka sekalipun mimpikan akan sampai pada pelaminan. Hingga menjadikan belahan jiwa masingmasing hingga pada akhir hayat mereka.


Cinta memang penuh dengan kata rahasia, kata hati memang tidak ada satupun yang akan sanggup memaksakan rasa dan asa.


Naris yang selama ini sebagai laki-laki mandiri, nrimo ing pandum dan seorang yatim-piatu, membawakan cerita tersendiri di setiap asa yang ia goreskan secara pelan dalam impiannya.

__ADS_1


Atmosiman sebagai pendukung dan penopang selama ini, turut mengambil andil dalam kehidupan Naris. Begitupun Suprapto, sebagai bapak sekaligus tempat ia mengabdi, dan belajar akan kebenaran dan kesabaran serta tempat bimbingan membawa Naris menjadi pribadi yang bijak.


Krik...krik...


Binatang malam itu membawa irama kedamaian, hembusan angin menyejukkan jiwa dan raga. Pelan namun pasti akan membawa rasa damai dalam lelap merajut mimpi menuai cerita.


"Sulis, capek?" Naris berbisik genit di telinga istri mungilnya.


"Sedikit kang, mungkin dengan kita merebahkan diri begini, rasa lelah ini akan sendiri hilang." Sulis tidak sadar kemana arah Naris berbicara.


"Sulis... mendekat lah, lebih dekat agar kita sedikit bisa menciptakan kehangatan." Tangan kekar Naris merengkuh tubuh kecil Sulis.


"Kang.."


"Hhmmm iya," katakan Naris memainkan anak rambut Sulis dan menyelipkan di sela telinganya.


"Kita sepasang suami istri, sayang. Dan itu hal yang wajar kalau kita memimpikan untuk segera memiliki anak, impian semua pasangan, kenapa?" Naris balik bertanya, jari jemari Naris memainkan gerakan yang membawa rasa asing bagi mereka.


"Kang.. yu Sundirah pernah cerita, kalau mas Hendra pernah meminta sebelah anak."


"Lalu, apa yang yu Dirah berikan sebagai jawabannya?" Naris mulai bosan dengan cerita sulis, ternyata gelitik tangannya tidak mampu membawa sebuah gairah untuk Sulis.


"Yu Dirah menjawab, asal saling setia dan saling memberikan pengertian satu sama lain, yu Dirah akan tetap melayani mas Hendra."


"Yu Dirah, akan mengabulkan permintaan mas Hendra, dengan sebelas anak kelak."


"Kang... apa boleh Sulis mempunyai satu permintaan di malam pertama kita ini?" Sulis mendongakkan kepalanya sambil memegang tangan Naris yang dari tadi tidak ada diamnya kesana-kemari.

__ADS_1


"Mintalah pada ku apapun Sulis, bila itu sanggup aku lakukan, aku akan memberikan pada mu. apapun itu,"


"Aku ingin sebelas anak seperti yu dirah kang." Begitu polosnya ucapan sulis, sontak saja Naris semakin gemas di buatnya.


"Aku akan mengabulkan Sulis." Hening tanpa suara lagi.


Dekapan, d*sahan mereka saling membalas, erangan ken*kmatan membawa mereka pada puncak. Peluh dan kep*asan yang mereka capai, hingga terulang dan kembali terulang.


Apakah artinya lelah dengan rasa yang mereka capai saat ini, atas nama cinta yang mereka capai menciptakan cerita sengsara membawa berkah dan kenikmatan.


.


...****************...


**End


Terima kasih saya berikan kepada semua member, kawan rasa saudaraku๐Ÿ˜˜


Dengan tertulisnya cerita Sundirah, dan mendapatkan dukungan, serta semangat dari kalian. I love you full๐Ÿ˜‰


Semoga tulisan saya bisa menghibur, dan bisa berbagi pengalaman disini.


Walaupun saya sangat minim pengetahuan tentang bahasa Jawa ๐Ÿคญ


Nanti kan juga tarian jempol saya di bulan depan dengan judul


"Aku Bukan Pelacur" Insyaallah akan segera launching.

__ADS_1


see you all ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2