
Agnia mengatur nafasnya yang tersengal sengal. Baru pertama kali dirinya merasakan sensasi seperti tadi. Terjun dari atas langit dengan jarak ratusan ribu kaki dari bumi.
"Gila lu ya, otak lu gak dipakai, kalau gue mati gimana?" Agnia yang sudah sadar sepenuhnya kembali membentak si arwah.
"Bukannya itu yang lu inginkan?, biar bisa secepatnya jumpa ibu lu di akhirat sana" dengan cuek arwah itu menjawab ucapan Agnia.
"Tapi ya jangan gitu juga caranya. Tubuh gue bisa hancur tinggal tulang belulang yang berserakan nyampe di bumi, orang orang gak bisa menguburkan gue dengan layak" Agnia terus berdebat.
"Ok, lu mau mati dengan cara apa? kasih tau gue secepatnya, biar gue bantu" ucap arwah itu lagi.
"Tapi semua kembali ke takdir, kalau memang belum waktunya lu mati, apapun usaha lu akan sia sia, paling paling lu cacat" tambah nya lagi dengan cuek.
Kali ini gantian Agnia yang menggeram kesal. Arwah disampingnya ini sangat menyebalkan.
"Gue mau pulang, turunkan gue dari sini" Agnia yang masih nyangkut diatas awan mulai takut jatuh. Sementara si arwah dengan santai berbaring tiduran di awang awang.
"Tinggal lompat aja susah bener" lagi lagi dijawab dengan tengil oleh pria tak kasat mata itu.
__ADS_1
"Hah, gila lu ya, gak mungkin lah gue lompat" Agnia kembali berdebat.
Arwah itu mendekat dan menarik tangan Agnia turun.
"Huaaaaa" Agnia kembali berteriak. Karena menutup mata, gadis itu tak sadar kalau ternyata kakinya sudah menginjak bumi.
"Ssttttt, berisik" suara arwah itu mengembalikan Agnia ke alam kesadaran. Dia memberanikan diri dan melihat sekeliling. Ternyata dia telah berada di kamarnya.
.
.
.
"Gue Luis, gue makhluk biasa di dunia gue, tapi kalau di dunia manusia gue berubah menjadi arwah gentayangan, terserah lu mau manggil gue hantu atau setan" pria itu mulai menjelaskan.
"Gue datang kesini karena panggilan lu, akibat panggilan itu gue tak bisa lagi menikmati kenyamanan di dunia gue" Luis kembali menyalahkan Agnia.
__ADS_1
"Gue gak milih lu, ngapain lu yang datang" Agnia membantah.
"Lu bikin ritual membaca mantra dengan menggunakan secangkir teh chamomile, itu kesukaan gue, kalau lu manggil pakai darah kambing pasti kakak gue yang datang, atau kalau lu manggil pakai cewek seksi pasti bokap gue yang datang" Luis kembali menjelaskan.
"Aneh, setan kayak lu kok bisa suka chamomile?" gumam Agnia pelan.
"Iya gue suka chamomile, gak perlu bisik bisik dalam hati, gue bisa dengar" Luis menunjukkan kemampuannya.
"Terus kenapa lu gak pakai baju saat pertama muncul?" Agnia masih penasaran.
"Karena gue gak suka, di dunia gue semua bebas gak ada aturan. Gue berhak memilih mau pakai baju atau tidak, mau guling guling dijalanan, mau makan sambil koprol, semua bebas" jawab Luis lagi.
"Dunia lu aneh" ejek Nia.
"Dunia gue gak ada kemunafikan, dunia gue gak ada yang suka korupsi ambil hak orang lain" balas Luis.
"Dasar hantu dok pintar, tau apa sih lu tentang dunia manusia" Agnia tetap berdebat.
__ADS_1
"Dan di dunia gue gak ada makhluk keras kepala seperti lu" Luis menyentil kening Agnia dan segera menghilang.