Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Peperangan dua makhluk astral


__ADS_3

"Jangan ganggu dia, pergi lu" Luis membentak sesosok makhluk yang terus mengikuti mereka hingga ke dunia manusia.


Setelah tangisan Agnia yang ketakutan, Luis menyadari kalau dia telah berbuat kesalahan.


Dia tak seharusnya membawa Agnia jalan jalan hingga masuk kealam perbatasan antara dunia jin dan manusia.


Aura tubuh Agnia memancing makhluk lain untuk mendekat dan menargetkannya untuk menjadi mangsa.


Luis meletakkan tubuh Agnia yang pingsan di ranjang dan segera melakukan serangan kepada makhluk itu. Karena beberapa kali makhluk yang berbentuk sangat menakutkan itu ingin menghisap aura tubuh Agnia. Jika dibiarkan, gadis itu akan menderita bak mayat hidup, semangat nya akan hilang bahkan bisa menjadi seperti orang tak waras yang kehilangan ingatan dan akal sehat.


"Gue suka dia, gue akan bawa dia, gue mau jadikan dia permaisuri" si setan menakutkan itu menyeringai.


"Jangan ganggu dia, dia milik gue" Luis berada dalam mode amarah. Bentuk wajahnya berubah menjadi menyeramkan, tak jauh beda dengan musuhnya itu.


Pertarungan antara kedua makhluk itu tak dapat dielakkan. Mereka sama sama memiliki kekuatan yang hebat.

__ADS_1


Luis benar benar memancarkan aura devilnya. Bak hewan liar dia menerkam makhluk itu. Kekuatan yang tak seimbang membuat makhluk itu dapat dikalahkan dengan cepat.


Makhluk itu menghilang dengan cepat sebelum tubuhnya musnah oleh kekuatan Luis.


Amarah yang tak terkendali membuat Luis belum bisa kembali ke bentuknya semula, dia adalah makhluk perpaduan setengah jiwa iblis. Jadi saat dia terpancing dan mengeluarkan emosi akan sangat sulit untuk meredamnya.


Luis berlari keluar dari kamar Agnia dan bergelantungan di pohon di depan balkon. Untuk sementara dia akan berada di tempat itu sampai emosinya bisa terkendali.


.


.


.


Agnia lupa apa yang telah terjadi karena Luis menghapus memori buruk dalam ingatannya.

__ADS_1


Agnia berusaha berdiri namun ambruk, gadis itu terjatuh di samping ranjangnya. Luis melihat semua kejadian itu, melihat bagaimana Agnia berusaha bangun dan merangkak meraih gagang pintu untuk memanggil orang lain di rumahnya.


Luis tak bisa membantu Agnia saat ini. Jika dirinya berinteraksi dekat dengan manusia dalam kondisinya saat ini, Luis bisa tak dapat mengendalikan diri dan akan membunuh Agnia.


Entah mengapa sisi malaikat dalam diri Luis begitu besar apabila berhubungan dengan Agnia. Bisa saja Luis tak memperdulikannya dan memusnahkan Agnia, dengan begitu dia bisa kembali ke dunia asalnya dan tak lagi terikat perjanjian apapun dengan manusia.


Namun yang Luis lakukan adalah sebaliknya, bahkan iya membela Agnia dan bermusuhan dengan sesama makhluk gaib, hanya demi seorang manusia, makhluk lemah yang menurutnya cengeng dan tak berguna.


Sorot mata Luis memerah. Dia masih melihat Agnia kepayahan untuk berdiri. Ternyata sebagian kekuatan Agnia sudah tersedot oleh makhluk itu, amarah Luis memuncak lagi.


Dua orang pekerja di lantai bawah rumah Agnia yang sedang bersantai tertawa sambil mengobrol menjadi sasaran Luis. Gelas yang berada di dekat mereka dalam sekejap dibuat meledak oleh Luis yang menyeramkan itu.


Gelas meledak hingga menjadi serpihan kecil tentu saja membuat mereka yang melihat menjerit ketakutan. Mereka berlari ke lantai atas untuk memberitahukan nona pemilik rumah apa yang terjadi.


Hingga akhirnya misi Luis selesai. Agnia ditemukan oleh mereka dalam keadaan memprihatinkan. Gadis itu nyaris pingsan lagi karena kehausan dan kehabisan tenaga persis di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


Semua penghuni rumah panik dan bergegas membawa Agnia ke rumah sakit.


__ADS_2