
"Agnia kau telah melakukan hal yang sangat dilarang di dalam dua dunia, dunia nyata milikmu dan dunia gaib milikku" Luis berkata tajam kepada Agnia.
"Bersiaplah Agnia, semua tak akan sama lagi, akan banyak gangguan dari dimensi ku, mereka mengincarmu" Luis kembali berucap dengan tatapan dingin dan tajam.
"Luis, jangan terlalu hiperbola, jika kau marah dengan kelakuan ku mencium mu, maka aku minta maaf saat ini juga, aku tak sengaja, aku hanya panik" Agnia membela diri. Gadis itu merasa tak nyaman dengan sikap dan tatapan Luis hari ini.
"Benarkah hanya tak sengaja? ingat hai manusia, aku bisa mengetahui isi hatimu yang terdalam" Luis kembali menanggapi ucapan Agnia.
"Emang apa yang kau ketahui, ah sudahlah jangan sok paling tau" Agnia menghindar dari serangan pertanyaan Luis.
"Katakan Agnia, kau menyukaiku?" Luis kembali bertanya dengan frontal.
"Enak aja, aku udah punya kekasih, aku sangat mencintainya" Agnia mengelak.
"Ikut aku" Luis menggenggam tangan Agnia dan membawanya terbang.
Agnia yang memejamkan mata karena takut ketinggian membuka mata saat Luis telah berhenti terbang, dia menemukan dirinya dan Luis berada didalam sebuah kamar yang asing.
"Ini kamar siapa? ih gak sopan masuk sembarangan gini ke kamar orang" Agnia mengomeli Luis.
"Diam dan perhatikan apa yang terjadi" Luis memberi kode kepada Agnia.
Tak lama, seorang wanita muncul dari balik kamar mandi. Wanita dengan pakaian sexy dan sangat menggoda. Yang tak kalah mengejutkan adalah, di belakang wanita itu muncul seorang pria yang sangat dikenal Agnia.
__ADS_1
"Vi.. Vito" mata Agnia melotot tak percaya. Kekasih yang sangat dipercayanya tak akan selingkuh ternyata berbuat hal yang menjijikkan, Vito melakukan adegan dewasa di kamar itu dengan seorang wanita dan Agnia menyaksikan semuanya.
"Luis ayo pergi dari sini, memuakkan sekali melihat dua orang tak tau malu itu" Agnia tak sanggup melihat sajian tontonan live di depannya saat ini.
Luis tersenyum, dia menyetujui keinginan Agnia.
Sebelum keluar dari kamar, Luis mengerjai dua makhluk yang sedang bergumul di ranjang itu.
"Brakkkk" sebuah vas yang ada di nakas sebelah ranjang dibuat melayang ke udara, lampu yang dalam keadaan mati pun dibuat hidup secara tiba tiba. Hal ini sukses membuat Vito dan wanitanya ketakutan, mereka mengira di kamar itu ada hantu yang sedang mengganggu.
Agnia dan Luis cekikikan menahan tawa melihat ekspresi ketakutan keduanya.
.
.
.
"Tanya hati mu" Luis kembali memancing.
"Ada apa dengan ku, kenapa tak merasakan sedih ya udah diselingkuhi sama Vito? padahal kan dia dan aku belum putus" Agnia bergumam sendiri.
"Katakan Agnia, itu semua karena hati dan pikiranmu bukan untuk dia, tapi aku" Luis kembali mencecar.
__ADS_1
"Ah mana mungkin, dasar arwah kepedean" Agnia mengelak.
Luis berjalan mendekati Agnia dengan tatapan tajam. Tubuh arwah itu terus mendekat dan mendekat hingga Agnia tersudut ke pojok dinding.
Saat ini mereka telah kembali ke kamar Agnia.
"Luis kau mau apa?" Agnia gugup.
"Membalas perbuatan yang kemarin kau lakukan padaku" jawab pria itu dengan dingin.
Luis memegang dagu Agnia dan memaksa gadis yang menunduk itu melihat kepadanya.
"Katakan apa yang kau rasakan Agnia, kau menyukaiku?" Luis kembali memaksa Agnia mengungkapkan isi hatinya.
"Duh, gimana ini" Agnia bergumam dalam hati, Luis yang dapat mendengar isi hati gadis itu menahan senyumnya, dia kembali memasang mode dingin.
"Katakan Agnia, karena arwah arwah jahat yang sedang mengincarmu semakin mendekat, jika kau tak mengaku, aku tak bisa membantumu" Luis kembali mengancam. Sebenarnya ini hanyalah modus, karena dari awal Luis sudah tau isi hati Agnia.
"Iya, aku suka kepikiran kamu Luis, aku terbiasa ditemani setiap waktu sama kamu, kalau kamu tak ada rasanya ada yang kurang, tapi cuma itu, belum tentu aku jatuh cinta" Agnia menjawab panjang lebar karena terintimidasi.
"Itu namanya jatuh cinta nona" bisik Luis di telinga Agnia.
Luis melepaskan tubuh Agnia dari genggamannya, dia merasa senang karena mendengar langsung dari Agnia apa isi hatinya.
__ADS_1
"Baiklah, mulai hari ini kau resmi menjadi kekasihku, kau dalam pengawasan ku" ucap Luis sambil memberikan kode kedipan mata dan senyuman penuh kemenangan.
"Dasar arwah egois, bisa bisanya kau memaksaku mengungkapkan ini, cowok gak gentle, kurang ajar" Agnia memaki arwah yang telah menghilang entah kemana.