Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Ide membentuk tim


__ADS_3

Hampir satu jam berlalu. Semua orang yang mengantarkan pasien bernama Hadi itu ke ruangan UGD berisitirahat di ruang tunggu yang disediakan. Semuanya kelelahan karena perjalanan yang ditempuh lumayan jauh.


Raisha duduk di sebelah Noah. Menyandarkan tubuhnya ke bahu pria yang hampir lima tahun ini menjadi kekasihnya dan sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Sementara Agnia yang benar benar terforsir tenaganya, perlahan mulai bisa meregangkan otot dan menikmati makanan yang disiapkan oleh teman temannya.


"Makan yang banyak ya Agnia, pasti capek ya tubuhnya dimasuki arwah Sofia bolak balik?" Raisha mendekat kearah Agnia yang sedang menikmati buah di tangannya.


"Aku kasihan sama Sofia, hampir saja bahagia bersama kekasihnya, sekarang harus terpisah alam" Agnia mengutarakan isi hatinya.


"Iya, tapi kita gak bisa berbuat apa apa,,, yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakan semoga Sofia secepatnya menemukan cahaya menuju ke alam keabadian" Raisha dengan lembut menenangkan hati Agnia.


"Apa dia masih ada didalam?" Raisha bertanya kepada Agnia sembari menunjuk ke arah ruangan UGD yang masih tertutup rapat.


"Masih, dia terus berada di sebelah kekasihnya itu" Agnia menatap lurus ke ruangan di depannya, tempat Hadi sang pasien sedang berbaring.


Tak lama setelah perbincangan mereka, seorang perawat keluar dari dalam ruangan UGD.


"Apa kalian keluarga dari pasien yang ada di dalam?" petugas medis itu bertanya.

__ADS_1


"Iya suster, kami saudaranya" Noah sigap mengambil alih tanggung jawab.


"Silahkan salah satu dari kalian menemui dokter di dalam" perintah suster muda itu.


Noah memberi isyarat kepada semua yang ada di ruangan itu kalau dia lah yang akan masuk menemui dokter. Pak Yanto, Raisha dan Agnia diminta tetap menunggu di tempat mereka berada saat ini.


.


.


.


"Pasien mengalami dehidrasi berat akibat kurangnya asupan makanan kedalam tubuh selama beberapa hari. Saat ini pasien dalam keadaan stabil, kemungkinan beberapa jam lagi akan sadar dan bisa diajak bicara" Noah menjelaskan penjelasan yang didapatnya dari dokter kepada Agnia, Raisha dan pak Yanto yang menunggu di luar ruangan.


"Tadi Sofia memberikan visual kepada ku, dia ingin berbicara dengan tunangannya itu untuk terakhir kali dengan perantara tubuhku, bagaimana menurut kalian?" Agnia memberikan sebuah informasi yang baru saja didapatnya.


"Apa dia menemui mu lagi?" Noah bertanya kepada Agnia.


"Iya, tapi kali ini wajahnya lebih cantik, dia tak lagi mengerikan" Agnia tersenyum simpul menceritakan perkembangan kasus Sofia.

__ADS_1


"Seperti ini" Agnia ternyata telah melukiskan wajah Sofia yang tadi ditemuinya dalam bentuk berbeda.


"Kenapa dia bisa berubah wujud?" Raisha sangat penasaran.


"Aku pernah baca di sebuah buku, sesosok arwah akan menemui jalan cahayanya dalam bentuk terbaik, apabila semua masalah yang membuatnya tersangkut di dunia sudah terselesaikan" Noah menjabarkan apa yang diketahuinya.


"Ah semoga ini benar sesuai berita di buku itu ya, Sofia bisa bahagia menuju perjalanan abadinya, tanpa beban dan kesedihan lagi" Raisha menimpali dan diaminkan oleh semua yang ada di tempat itu.


"Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" pak Yanto yang hanya diam sedari tadi mulai mengeluarkan suara.


"Maaf ya pak, kami melibatkan bapak secara tidak sengaja dalam misi ini" Noah merasa tak enak hati karena pria paruh baya itu ikut terlibat.


Awalnya Noah membawa pria itu untuk menjadi sopir yang menemani perjalanan mereka yang lumayan jauh. Tapi akhirnya pak Yanto melihat semua apa yang terjadi pada Agnia, termasuk saat arwah Sofia merasuki tubuh Agnia.


"Tenang saja mas Noah. Saya senang ikut terlibat dalam kasus ini, karena sebenarnya dari awal kita berangkat saya sudah melihat kehadiran arwah Sofia itu. Saya memiliki ilmu kebatinan turun temurun dari nenek moyang. Namun selama ini, saya tak berani menunjukkannya, karena tak semua orang bisa percaya apa yang saya ceritakan" pak Yanto mulai membuka hati dirinya.


Semua yang ada didalam ruangan itu melongo tak percaya akan ucapan pak Yanto. Ternyata pria tua bersahaja itu selama ini memiliki ilmu kebatinan yang tak biasa.


"Bagaimana kalau mulai saat ini kita membentuk tim untuk menyelesaikan misi rahasia mengenai dunia arwah ini, saya siap jadi penjaga nona Agnia dari hal tak kasat mata yang membahayakan" pak Yanto memberikan usul fantastis yang tak terpikirkan sebelumnya.

__ADS_1


"Ah ide bagus pak, kalau misi pertama ini selesai, kita bentuk tim pencari arwah, kalau perlu kita buat perusahaan khusus" Noah bertambah semangat dengan idenya.


Suasana yang tegang seketika berubah cair dengan obrolan hangat ini.


__ADS_2