
Pagi hari menjelang. Matahari baru saja muncul di langit yang biru. Agnia yang tak bisa tidur semalaman telah siap dengan dandanan tipisnya menuju ke kantor milik seseorang yang bernama Luis Marco untuk mengurus permasalahan hutang piutang yang ditinggalkan sang ibu.
"Kenapa gue harus berurusan dengan 2 orang bernama Luis" gumam Nia. Dia baru saja teringat si arwah penasaran yang dipanggilnya juga bernama Luis.
"Eh beda, kan satunya manusia satunya gak jelas setan apa hantu" lanjut Agnia lagi sendirian.
"Gue jelas. Gue makhluk abadi, lu yang gak jelas, manggil gue tapi ditelantarkan" arwah Luis ternyata ada di kamar itu dan mendengar semua ucapan Agnia.
"Eh kedengaran" jawab Nia cuek. Gadis itu saat ini tengah memasang lipstik tipis di wajahnya.
"Gue bisa dengar semua isi hati lu, bahkan tanpa lu mengeluarkan suara, jangan sering sering mikirin gue ntar lu jatuh cinta" jawab Luis mengingatkan.
Agnia menoleh sekejap kearah Luis, dia memperhatikan dari atas ke bawah penampilan pria itu. Baju kaos oblong berwarna pink dengan celana pendek bermotif Micky mouse serta sandal jepit berwarna pink.
"Astaga, lu nyontek gaya berpakaian siapa? kenapa jadi imut gini, gue curiga lu cowok gak normal ya?" Agnia menuduh tanpa perasaan.
__ADS_1
"Hei manusia, jangan sembarangan bicara, di dunia gue sana banyak cewek yang antri buat jadi pacar gue. Udah banyak daftar koleksi cewek cewek gue, dan semuanya cantik cantik gak kayak lu, tipis semuanya" ejek Luis membalas Nia.
"Tadi gue lihat tetangga sebelah rumah lu, pakai pakaian seperti ini, gue salin" tambah Luis lagi.
"Hahahaha, kelihatan lu arwah gak cerdas, tetangga gue si Siti? dia kan cewek, ngapain lu contek" Agnia tertawa kencang. Hal yang telah lama tak dilakukannya semenjak kematian sang ibu.
"Gue suka warna ini, di dunia gue gak ada, semua lebih banyak hitam dan merah menyala" jawab Luis semangat, bajunya yang digunakannya dikibas kibas dengan bangga.
"Jangan sering sering gaul ama cewek shay, gue ngeri lu belok pulang dari sini" Agnia bergaya bicara ala pegawai salon untuk mengejek Luis.
Si arwah ini ternyata tak terlalu buruk, dia mampu membuat suasana hati Agnia meningkat lebih baik dengan tingkah konyolnya.
"Gue pergi dulu ya, lu jangan berantakin kamar gue" Agnia berpesan sebelum akhirnya membuka pintu kamar dan melangkah menuju meja makan. Sebelum menghadapi orang yang bermasalah dengan keluarganya Agnia harus mengisi full tenaganya.
"LUIS Corporation"
__ADS_1
Agnia sampai didepan sebuah gedung bertingkat tinggi yang megah. Nampak mencolok dengan desain bangunan berbeda dari yang lain di sekitarnya.
"Ya ampun, ini orang kaya nih, ibu bisa kenal orang ini darimana" Agnia terheran heran.
"Selamat pagi mba, mau ketemu siapa?" seorang satpam yang bertugas, menyapa Agnia yang masih terbengong bengong di depan lobby.
"Saya mau jumpa bapak Luis Marco" Agnia segera memasang mode berwibawa. Dia memang tak bisa diremehkan saat berjumpa dengan orang baru. Agnia memiliki kharisma yang membuat orang segan kepadanya.
"Sudah ada janji?" satpam itu kembali bertanya dengan hormat.
"Saya putri dari Bu Herta Kusuma, bilang saja sama dia, pasti dia mau berjumpa saya" jawab Agnia dengan sombong.
Si satpam mendengus melihat kelakuan gadis ingusan di depannya. Terlihat sombong dan angkuh.
"Baiklah, silahkan tunggu saya akan telepon dulu ke ruangan bos" satpam itu mengalah.
__ADS_1
Agnia memasang wajah datar dan berlalu menuju tempat yang ditunjuk oleh satpam itu.
Tak disadari Agnia, orang yang nanti akan ditemuinya adalah orang yang akan menjadi cerita di sepanjang kehidupan selanjutnya.