
Hahaha...
Sebuah suara tawa menggelegar di ruangan kamar Agnia.
Gadis itu terlonjak kaget. Tak pernah sebelumnya ada hal aneh di kamar pribadinya ini.
Agnia menoleh kearah sumber suara, sesosok pria berwajah tampan bak pemain film Korea berdiri di pojok kamarnya. Yang lebih menakutkan lagi adalah pria itu bertelanjang tanpa sehelai benang pun melekat di tubuhnya.
"Huaaaaaaa, tolong" Agnia berteriak sekencang kencangnya, tubuhnya gemetar, dia ketakutan. Agnia berpikir ada penjahat masuk kedalam kamarnya dan ingin memperkosanya.
"Neng Nia, neng kenapa? sadar neng" mba Asih yang mendengar teriakkan Nia mencoba menyadarkan gadis itu.
"I..itu mba, itu ada orang jahat berdiri" Agnia menunjuk kearah pria telanjang itu.
Mba Asih mengikuti arah yang ditunjuk Agnia, dan tak melihat apapun disana.
"Neng, mba Asih tau neng lagi banyak pikiran, neng belum bisa terima kepergian ibu, tapi jangan begini neng, mba Asih mohon neng Nia jangan seperti ini" mba Asih berpikiran kalau Agnia berhalusinasi.
"Mba Asih, Nia gak stres, Nia gak halusinasi, itu dia ada disitu, ketawa ketawa lagi" Agnia tetap bersikeras kalau ada orang lain selain mereka berdua.
__ADS_1
Mba Asih menggelengkan kepala khawatir akan kondisi anak majikannya ini.
"Ya sudah neng, sebaiknya neng istirahat dulu, mba Asih buatkan minum biar neng tenang ya" Wanita paruh baya itu mengalah.
"Percuma lu teriak teriak, dia tak bisa lihat gue, cuma lu yang lihat" akhirnya sosok itu mengeluarkan suara.
Agnia merasa tak percaya dengan apa yang dialaminya, dan dia tak bisa menceritakan kepada mba Asih, karena orang lain tak akan percaya. Akhirnya Agnia menyerah. Dia mencoba menutup mata selama beberapa menit, dia berharap apa yang tadi dilihatnya menghilang.
Sementara mba Asih telah pergi keluar dari kamar Nia untuk membuat minuman agar Agnia sedikit lebih tenang.
Agnia tak henti membaca doa yang diketahuinya dalam hati. Dia terus berharap kalau benar hanya halusinasinya saja sosok pria yang ada di kamarnya itu.
DEG...
Baru saja Agnia ingin menarik nafas lega, suara itu menyapanya lagi.
"Gue masih disini".
Agnia segera menoleh kearah sumber suara, dan benar saja, dia menemukan pria tak berpakaian itu duduk diatas lemarinya.
__ADS_1
"Huaaaaaa" Agnia kembali histeris. Gadis itu akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
.
.
.
Agnia mengerjapkan mata, kesadarannya mulai pulih. Di sampingnya mba Asih setia menunggu dengan komat kamit membaca ayat ayat pendek yang bisa dihafalnya.
"Mba Asih" Agnia menyapa.
"Alhamdulillah si neng udah sadar, mba Asih khawatir banget neng, tadi kata orang pintar, neng diganggu makhluk halus" mba Asih terus nyerocos panik.
Agnia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, si arwah penasaran yang tadi berkeliaran di kamarnya memang sudah tak nampak lagi.
Agnia menarik nafas lega. Dia masih ingat dengan jelas tertawa menyeringai pria itu. Tak seram sebenarnya, malah sangat tampan, tapi karena kedatangannya yang tiba tiba membuat Agnia terkejut.
"Maaf ya mba Asih, Nia merepotkan" gadis itu merasa tak enak hati karenanya.
__ADS_1
"Tak sama sekali repot neng, almarhumah ibu sudah menitipkan neng kepada mba, bagaimanapun keadaan neng, mba akan selalu siap siaga" jawab mba Asih menenangkan.
"Ya sudah neng, mba Asih mau berbenah dulu di dapur, nanti kalau butuh apa apa panggil aja ya" mba Asih pamit meninggalkan Nia sendirian.