Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Akhir cerita Trias


__ADS_3

"Apa salahku ayah?" suara arwah Trias yang berada di balik tubuh Agnia terdengar begitu pilu. Nada kesedihan sangat terasa di tempat itu saat ini.


Pak Darma sontak terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Suara itu mengingatkannya akan seseorang yang sangat disayangi sekaligus dibencinya.


"Kedatangan kami kesini untuk membicarakan sebuah kasus tiga tahun lalu yang belum terungkap. Ini menyangkut putra anda Triasta" kepala polisi yang memimpin kasus ini mengambil alih suasana. Ia sengaja menjeda ucapannya untuk melihat reaksi dari lawan bicaranya itu.


"Dia siapa?, apa hubungannya dengan kasus putra saya? " pak Darma masih terlalu fokus dengan kehadiran Agnia yang berada persis di depannya.


"Mereka adalah orang yang ditemui oleh arwah putra anda untuk meminta bantuan. Kami telah menelusuri kasus ini kembali dan menemukan bukti baru. Kami membawa surat penangkapan untuk anda. Silahkan ikut kami ke kantor polisi sekarang juga" dengan tegas dan tak membuang waktu petugas itu menyampaikan maksud serta tujuan menemui orang terpandang di desanya itu.

__ADS_1


"A... apa maksud kalian?, saya tidak melakukan apapun?" pak Darma melakukan pembelaan diri. Ia tak bersedia tunduk atas perintah polisi.


Sementara petugas masih berusaha bernegosiasi dengan pria paruh baya itu, arwah Trias yang masih merasuki tubuh Agnia tampak menahan kemarahan. Hal itu terpancar dari sorot mata merah dan tubuh yang mengeluarkan hawa panas. Tatapan mata tajam terus dihujamkan ke arah pria yang disebutnya dengan panggilan ayah selama ini.


Noah yang merasakan perubahan aura tubuh Agnia segera memberikan kode kepada pak Yanto. Hanya pria itulah yang saat ini bisa mengendalikan energi negatif yang dibawa Trias menjadi sedikit berkurang.


"Tenangkan dirimu, percayalah kami akan membantu sampai orang yang bersalah mendapatkan hukumannya" pak Yanto dengan ilmu kebatinannya berusaha berkomunikasi dengan arwah yang tengah dikuasai kemarahan itu.


Begitu mobil kepolisian melaju membelah jalanan desa yang tak terlalu ramai itu, tubuh Agnia kembali ke mode normal. Trias telah meninggalkan tubuh gadis itu. Namun ada yang berbeda kali ini. Agnia tak merasakan kesakitan ataupun kehabisan energi. Ia merasakan lebih ringan dan nyaman.

__ADS_1


"Lihatlah" Agnia menunjuk kearah langit di atas tempat mereka berdiri saat ini. Semua orang yang berada di tempat itu secara otomatis melihat kearah yang ditunjuk Agnia.


Diiringi lantunan adzan maghrib yang berkumandang, sebuah cahaya perlahan naik ke langit. Cahaya yang hanya bisa dilihat oleh orang tertentu saja. Orang orang spesial yang diberikan kemampuan khusus oleh sang Maha Besar untuk melihat hal hal yang tak kasat mata.


"Trias mengucapkan terimakasih kepada kita. Ia telah kembali ke alam dimana seharusnya ia berada. Misinya telah selesai" Agnia menyampaikan pesan dari arwah yang baru saja berkomunikasi dengannya.


"Mas Trias kembali dengan wujudnya yang tampan, tanpa cacat serta penuh senyuman" Pak Yanto menambahkan gambaran mengenai arwah Trias yang sedang dilihatnya saat ini.


Raisha dan Noah beserta beberapa personil polisi yang masih berjaga di tempat itu ikut larut dalam suasana Haru. Sungguh suatu pengalaman tak terlupakan bagi mereka semua. Meskipun tak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi, namun dengan kembalinya ke alam yang tepat sesosok arwah yang selama ini gentayangan mencari kebenaran membuat damai hati semua orang.

__ADS_1


Raisha terisak di dalam pelukan Noah kekasihnya. Cerita petualangan mengungkapkan kasus yang happy ending. Apapun alasan pak Darma yang dengan tega menghabisi nyawa putra kandungnya sendiri, biarlah nanti menjadi urusan kepolisian. Satu yang pasti, kejahatan tak akan pernah menang sampai kapanpun. Pak Darma akan menerima karma atas takdir buruk yang dia ciptakan sendiri.


Beristirahatlah dengan tenang Trias. Terimakasih telah menjadi salah satu cerita dalam petualangan eternal squad.


__ADS_2