Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Ganti permintaan dong


__ADS_3

Pagi menjelang. Agnia tidur dengan lelap tadi malam hingga membuatnya lebih ceria pagi ini.


Agnia membuka mata perlahan dan langsung terkesiap melihat siapa yang berdiri di depannya.


Makhluk tampan yang semalam mengganggunya datang lagi. Bedanya kali ini memakai pakaian yang sama persis dengan yang digunakan Agnia. Piyama tidur bermotif bunga.


"Lu masih disini?" Agnia menyapa.


"Iya, karena lu gue masih terjebak disini, gue mohon tolong secepatnya putuskan permintaan lu, gue rindu pacar gue disana" arwah itu kembali memohon.


"Baju lu cakep amat" Agnia tertawa cekikikan karena melihat seorang pria kekar berotot memakai piyama tidur sexy bermotif bunga.


"Gue gak tau model baju manusia seperti apa, gue suka lihat baju lu makanya gue ikutan" jawab si arwah polos.


"Hahaha, dasar lu arwah kurang gaul" lagi lagi Agnia mengejek.


"Ganti ganti, gue geli lihatnya" Agnia sibuk membahas baju yang dikenakan pria itu.

__ADS_1


Sekejap pria itu kembali berubah penampilan seperti awal dia muncul. Bertelanjang tanpa busana sehelai pun.


"Huaaaa" Agnia kembali berteriak. Dia tak terbiasa melihat pria tanpa busana.


"Lu jangan kayak gitu, sakit mata gue" teriak Agnia lagi.


"Jadi salah lagi? mana contohnya pakaian manusia, gue bingung, di dunia gue gak ada masalah mau pakai apapun" jawab arwah lagi.


Agnia segera mengambil ponselnya dan melakukan pencarian lewat google. Dia mencari contoh cara berpakaian pria normal jaman now. Segera dia memperlihatkan ke si arwah.


"Tok... tok, neng Nia, ada apa neng?, tolong buka pintunya" suara mba Asih mengagetkan Agnia.


"Dari semalam mba Asih dengar neng Nia bicara sendiri, khawatir banget mba Asih lo, nanti mba Asih akan telepon lagi orang pintar agar neng Nia bisa benar benar terbebas dari gangguan makhluk halus" tutur mba Asih.


Agnia bingung bagaimana harus menanggapi ucapan mba Asih. Memang benar dia tampak seperti orang tak waras karena berbicara sendiri. Sementara si arwah tertawa mengejeknya di belakang tubuh mba Asih. Ingin rasanya Agnia melempar wajah menyebalkan itu menggunakan sandalnya. Untung lah saat ini arwah tampan itu telah berganti pakaian sesuai yang ditunjukkan Nia di ponselnya tadi.


Kadar ketampanan pria itu meningkat drastis dan membuat Agnia terpesona sekejap.

__ADS_1


"Dasar jin gak ada otak, awas lu ya" Agnia mengumpat sendiri dalam hatinya.


.


.


.


Agnia saat ini tengah menikmati sarapannya di ruang makan sendirian. Rasa sunyi dan sepi kembali hadir menghinggapi. Biasanya ada sang ibu yang selalu menemaninya makan. Air mata Agnia keluar lagi, dia bersedih lagi.


"Heran gue lihat manusia, bisanya menangis aja, gak ada kerjaan lain apa ya?" suara si arwah mengagetkan Nia.


"Lu lagi, ngapain masih disini?" Agnia berbicara dengan berbisik karena tak ingin dipergoki oleh orang rumahnya kalau dirinya bicara sendiri.


"Selagi lu belum ganti permintaan, gue akan terus mengganggu lu" ancam arwah itu.


"Rasakan, lu gak akan kembali ke dunia lu lagi kalau tak mengabulkan permintaan gue" Agnia mengejek si arwah dengan santai.

__ADS_1


"Argghhhh" si arwah menggeram. Dia kembali marah, ruangan tempat Agnia berada mulai bergetar.


"Hushhh, jangan ganggu, gue lagi makan, pergi sana" Agnia membentak arwah itu. Seketika si arwah tampan menjadi ciut nyalinya, dia segera menghilang menghindari Agnia yang menyebalkan.


__ADS_2