Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Luka hati Trias 1


__ADS_3

Hutan larangan yang menjadi TKP pembunuhan sadis tiga tahun lalu itu sudah kembali dipasang garis polisi. Proses pengangkatan jenazah telah selesai begitu pun dengan penetapan tersangka. Semua yang terlibat dalam kasus ini untuk sementara diamankan di kantor polisi terdekat, termasuk seluruh personel eternal squad. Mereka dianggap ikut terlibat dalam proses dibukanya kembali kasus yang telah ditutup bertahun tahun ini.


Agnia yang masih lemas karena setengah energinya tersedot oleh kemarahan Trias terpaksa menginap di klinik desa setempat. Raisha sebagai seorang sahabat yang baik senantiasa menemani di samping gadis itu. Ia sangat khawatir melihat kondisi kesehatan Agnia yang naik turun akibat dirasuki makhluk halus terus menerus.


"Luis" Agnia meracau dalam tidurnya. Ia memanggil nama seseorang yang tersimpan di alam bawah sadarnya.


"Agnia" Raisha yang berada di sebelah Agnia berusaha membangunkan gadis itu.


"Hik" Agnia bangun dengan linangan air mata. Ia merasa sangat sedih dan merindukan seseorang. Namun ia tidak mengetahui siapa orang itu.


"Tenanglah sayang, setelah kembali ke kota nanti, kita akan cari Luis itu" Raisha mencoba menghibur Agnia.


Agnia mengangguk dan mengusap air matanya. Suasana hatinya sedikit lebih tenang.


"Dimana yang lain mba?" Agnia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan namun tak melihat siapapun. Hanya Raisha yang menemaninya.


"Noah dan pak Yanto masih di kantor polisi untuk dimintai keterangan menyangkut penemuan jenazah Trias" terang Raisha.

__ADS_1


"Drtttt.... drtttt"


Ponsel Raisha berdering pertanda ada sebuah panggilan masuk.


"Wah baru saja dibicarakan" Raisha memberi kode bahwa orang yang menghubunginya adalah Noah.


Bergegas gadis cantik itu menyalakan loudspeaker ponselnya agar Agnia juga bisa mendengarkan percakapan mereka.


"Kalian bersiap ya, kami beserta petugas polisi akan segera kesana menjemput kalian. Kita akan kerumah Trias untuk menangkap pelaku utama" Noah memberikan info yang cukup mengejutkan.


Suasana hening dan menegangkan begitu terasa di dalam perjalanan ini. Hal yang wajar karena ini adalah pertama kalinya mereka berempat berurusan dengan kepolisian. Tak main main, mereka terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan lingkungan sekitarnya.


.


.


Setelah hampir satu jam di perjalanan, rombongan pengungkap fakta itu sampai di sebuah rumah mewah yang tampak mencolok dibanding tetangga di sekelilingnya.

__ADS_1


Sebuah rumah dua lantai dengan pagar tinggi dan besar di depan gerbangnya menyambut kedatangan mereka.


"Ini rumah Trias, menurut informasi dari kepolisian, keluarga Trias adalah juragan beras paling kaya di kampung ini" Noah menyampaikan info yang diketahuinya.


"Beliau orang berpengaruh dan mempunyai banyak anak buah dalam menjalankan usahanya" Noah menambahkan.


Raisha dan pak Yanto bereaksi dengan manggut manggut kebingungan. Sementara Agnia tampak berbeda. Tatapan matanya tampak sendu. Ia terus memandangi rumah mewah itu seolah sangat rindu dengan semua kenangan didalamnya.


Pak Yanto segera berjaga dengan mengambil posisi di belakang Agnia. Ia paham bahwasanya saat ini Trias telah kembali merasuki tubuh Agnia.


"Mari kita masuk" Noah mempersilahkan semua orang yang ada di mobilnya untuk turun. Seorang pria paruh baya dengan penampilan sangat alim lengkap dengan sarung dan pecinya menyambut kedatangan mereka.


"Selamat malam pak Darma" kepala polisi yang mendampingi kami membuka pembicaraan. Noah beserta yang lainnya mengambil posisi di belakang agar tak mengganggu proses interogasi.


Raisha berulang kali memastikan kondisi Agnia yang berada di sebelahnya. Ia masih melihat tatapan itu. Tatapan seorang Trias, anak yang menjadi korban kebiadaban orang tuanya. Saat ini Agnia berada persis di hadapan pak Darma yang tampak risih dipandang tajam oleh seorang gadis kecil.


"Ada apa kalian ramai ramai kesini?, dan anda, kenapa menatap saya seperti itu?" pak Darma menunjuk ke arah Agnia. Aura gugup dan cemas tampak jelas terpancar.

__ADS_1


__ADS_2