Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Kemunculan arwah tampan


__ADS_3

Malam menjelang, Agnia baru saja hendak menikmati teh favoritnya di balkon kamar. Kejadian mengenai arwah penasaran yang mengikutinya tadi siang tak lagi dipikirkan oleh Nia.


Sejatinya, Agnia adalah type gadis pemberani. Dia tak mempercayai adanya makhluk halus yang mengganggu manusia, karena itulah kejadian yang membuatnya bingung tadi pagi berusaha dilupakannya.


Kediaman Agnia berupa sebuah ruko yang dijadikan tempat usaha konveksi ibunya di bagian bawah, dan di bagian atas digunakan sebagai tempat tinggal.


Posisi balkon tempat Nia duduk saat ini di depan sebuah pohon besar yang tertutup cahaya. Ini merupakan tempat favorit Nia untuk menyendiri, tak pernah ada yang mengganggunya. Namun kejadian tak terduga malam ini kembali terjadi.


Si arwah penasaran kembali muncul di hadapan Agnia. Kali ini dia muncul persis di samping Agnia yang sedang mengaduk aduk teh chamomile favoritnya.


"Jangan teriak, gue gak mau ganggu" kalimat pertama dari arwah itu seakan menghipnotis Agnia, gadis itu membeku.


Sekian detik Agnia terpaku sebelum akhirnya kesadarannya kembali, namun kali ini rasa takut dan ingin berteriak tak ada lagi.


"Lu siapa sih, kenapa muncul tiba tiba? setan pohon itu ya?" dengan tanpa rasa takut Agnia bertanya.

__ADS_1


"Justru gue ada disini karena lu yang panggil" arwah itu menjawab.


"Buruan sebutkan permintaan lu, gue mau balik ke dunia gue secepatnya" arwah itu menjelaskan.


"Gue manggil lu?, kapan?" Agnia kebingungan.


"Lu gak ingat tadi baca mantra memanggil arwah, pakai aroma chamomile kesukaan gue pula?" pria tak berwujud nyata itu menjelaskan.


Agnia membelalakkan matanya tanda tak percaya. Apa yang dilakukannya tadi siang ternyata benar benar terjadi, dia bisa memanggil arwah untuk mengabulkan keinginannya.


Kali ini gantian Agnia yang menyeringai. Dia tak lagi ketakutan.


"Iya, buruan sebutkan permintaan lu, duit banyak, wajah cantik atau apa?" si arwah tak sabar.


"Gue gak mau uang dari lu, dan gue udah cantik gak perlu minta bantuan lu, yang gue mau adalah, kembalikan ibu gue yang baru meninggal, buat beliau hidup lagi" dengan lantang Agnia menyebut permintaannya.

__ADS_1


"Waduh, jangan gila lu, gue gak punya kemampuan sehebat itu buat balikin orang yang sudah meninggal kembali ke dunia manusia" si arwah menolak.


"Jadi lu gak bisa, dasar payah, ngapain gue manggil lu kalau ternyata lu gak punya kemampuan apa apa" Agnia melecehkan lawan bicaranya saat ini.


"Lu mau manggil raja iblis sekalian kalau yang namanya takdir tidak akan bisa dirubah. Itu kuasanya sang Maha besar gak akan bisa" arwah itu menjelaskan.


"Buruan ganti permintaan lu, pacar di dunia gue lagi nyariin gue nih pasti, gara gara lu gue kesedot kesini, dunia manusia yang panas dan kejam" ucap si arwah.


"Gue gak mau ganti permintaan, gue mau ibu gue dihidupkan lagi, titik" sifat keras kepala Agnia muncul.


"Kalau lu gak sanggup, udah pergi aja lu sana kembali ke dunia lu, jangan temui gue lagi" Agnia mengusir.


"Gue gak bisa pergi kalau permintaan lu belum selesai, tolong ganti dong, gue mohon" si arwah memasang wajah memelas.


"Gak mau, biarin aja lu selamanya tersangkut di dunia ini menjadi makhluk gentayangan" jawab Nia kejam.

__ADS_1


"Astaga jahat sekali manusia satu ini" si arwah menggeram kesal. Benda benda di sekelilingnya menjadi bergetar bak gempa karena kuatnya goncangan amarah di hatinya.


"Hei, lu jangan mengacau di kamar gue, pergi sana gue mau tidur" tanpa takut Agnia menghentikan aksi arwah itu. Tadinya si arwah ingin menakut nakutinya tapi ternyata tak berhasil, Agnia tak terpengaruh sama sekali.


__ADS_2