Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Kehidupan pribadi Noah


__ADS_3

"Hah,,indigo?" Agnia tak percaya ucapan Noah. Bagaimana mungkin dia seorang gadis dengan kemampuan bisa berkomunikasi dengan arwah, sementara dirinya sendiri tak siap dengan kondisi itu.


"Apa aku sebelumnya seperti ini, arghhhh kenapa aku tak bisa mengingat apapun" Agnia memukul kepalanya sendiri karena kesal.


"Hei, ingat kondisi mu baru saja pulih Agnia, jangan sampai karena masalah ini kau kembali drop" Noah mengingatkan.


"Oh Tuhan, dosa apa yang ku perbuat di masa lalu" Agnia frustasi.


Noah hanya bisa diam memperhatikan tingkah laku Agnia yang aneh menurutnya.


.


.


.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Agnia diberikan suntikan penenang agar bisa beristirahat. Noah melakukan itu karena Agnia yang terus gelisah dan tak tenang.


"Sepertinya aku perlu mengambil kursus singkat mengenai ilmu kebatinan menghadapi pasien unik satu ini" Noah berbicara sendiri saat melihat Agnia yang tertidur pulas.


Sebuah tantangan baru terbuka dalam hidupnya, bukan persoalan cinta seperti teman teman seumuran nya, namun sesuatu yang lebih menarik, lebih menantang untuk dijadikan petulangan kehidupan.


.

__ADS_1


.


.


Noah telah memastikan dosis obat yang diberikan kepada Agnia akan bertahan untuk membuatnya tertidur pulas hingga besok pagi. Dia bisa tenang meninggalkan gadis itu malam ini. Noah telah berjanji akan menghabiskan waktu malam ini bersama sang nenek dan kekasihnya Raisha.


Noah melajukan mobil dalam kecepatan sedang sambil terus berpikir apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk membantu Agnia.


"Selama ini aku hanya menonton di TV hal hal mengenai indigo, ternyata memang benar benar ada, kualami sekarang" Noah terus berbicara sendiri sepanjang perjalanan menuju rumahnya.


Tak terasa pagar besar dengan nyala lampu terang yang berada di pinggir jalan sudah mulai kelihatan. Itu adalah rumah sang nenek yang sangat disayanginya. Noah segera memperlambat lajur kendaraannya, memasuki gerbang dan memarkirkan mobil.


"Selamat malam wanita wanita cantik ku, apa aku ketinggalan jauh?" Noah segera menyapa nenek Dola dan Raisha kekasihnya yang sedang mengobrol santai di ruang tamu.


"Hehe, maaf nek, biasalah pasien lagi banyak, resiko pekerjaan" Noah menjawab dengan santai sembari duduk di sebelah wanita patuh baya itu.


"Ah selalu itu alasan mu, membosankan" nenek Dola terus mengomel kepada Noah. Sementara Raisha hanya tersenyum kecil melihat tingkah keduanya. Raisha sudah terlalu sering melihat drama antara nenek dan cucunya ini.


"Sayang, maaf ya kau bisa memahami kan alasanku?" Noah meminta pengertian Raisha.


Gadis manis berhijab itu tersenyum mengangguk. Gerakannya begitu lembut dan mempesona, membuat Noah semakin menghargainya.


"Ah terimakasih sayangku" Noah mengedipkan sebelah mata menggoda Raisha.

__ADS_1


"Ya sudahlah, aku ingin ke kamar, punggung ku sudah pegal, biarkan aku beristirahat" nenek Dola bangkit dari duduknya dan memberikan waktu untuk kedua insan yang saling mencintai itu berduaan.


"Mau ku gendong ke kamar gadis cantik?" lagi lagi Noah menggoda sang nenek.


"Plakk" satu ketokan di kepala Noah mendarat, nenek Dola mengetok kepalanya dengan nampan kue yang ada di meja.


"Lain kali gunakan isi kepala mu saat berbicara" nenek Dola merasa sebal dengan kelakuan cucunya itu.


"Hahaha", tawa renyah pecah di ruangan itu akibat ulah kedua insan beda usia itu.


.


.


.


"Nenek bilang pasien spesial mu itu udah siuman dari komanya?" Raisha membuka obrolan. Saat ini hanya tinggal mereka berdua di ruang tamu. Noah sedang merangkul tubuh Raisha yang bersandar di sampingnya.


Saat saat seperti inilah yang selalu membuat ikatan cinta antara keduanya semakin kuat. Noah sangat mencintai Raisha yang dewasa dan tak cemburuan. Dia selalu mendukung semua yang dikerjakan Noah.


Begitu juga saat ini, semua tentang Agnia selalu diceritakan oleh Noah kepada Raisha, dan gadis itu selalu menjadi pendengar yang baik.


Sambil membelai lembut rambut Raisha, Noah memulai ceritanya di rumah sakit selama menghadapi Agnia.

__ADS_1


__ADS_2