
"Pulau xxx" Agnia, Raisha dan pak Yanto spontan membaca artikel yang telah disiapkan oleh Noah sebelumya.
"Apa kita harus ke daerah ini, lokasinya sangat jauh dari tempat kita" Raisha bertanya kepada Noah.
"Kita sudah putuskan untuk terjun kedalam kasus ini, mau tak mau kita harus total, kita akan pergi ke daerah xxx nanti sore, apa kalian siap?" Noah memberikan pengumuman untuk semua squad eternal.
"Siap" Raisha dan pak Yanto menjawab serempak. Berbeda dengan Agnia yang hanya diam.
Raisha yang menyadari hal itu spontan bertanya kepada Agnia.
"Agnia, ada apa?" Raisha memastikan keadaan Agnia yang tak biasa.
"Aku takut, kasus ini lebih berat dari sebelumnya" akhirnya Agnia mengungkapkan isi hatinya.
"Apa yang harus kita lakukan Agnia? apa kita harus menyerah sekarang?" Noah tak tega melihat kondisi Agnia. Gadis itu sepertinya sangat ketakutan.
"Tidak, kasihan Trias" Agnia menjawab dengan cepat.
"Kita akan berangkat kesana" akhirnya Agnia mengambil keputusan.
__ADS_1
21.00
Daerah xxx, ratusan kilometer jauhnya dari tempat asal Eternal Squad terbentuk.
"Kita akan istirahat dulu disini sampai besok pagi" Noah memandu Raisha dan Agnia menuju ke rumah sewa yang sudah dipersiapkan nya.
"Ini kamar kalian" Noah membukakan pintu.
"Kamar ku dan pak Yanto ada di sebelah, kalau kalian butuh apa apa, tinggal panggil aja" Noah memberi penjelasan.
Raisha dan Agnia mengangguk setuju. Perjalanan cukup panjang membuat mereka sangat lelah, istirahat adalah jalan satu satunya yang tepat untuk saat ini.
Pagi hari datang dan langsung disambut dengan teriakan kepanikan Raisha.
"Agnia menghilang, saat aku bangun tadi dia sudah tak ada" Raisha menjelaskan kepada Noah dan pak Yanto dengan nafas tersengal sengal.
"Kenapa bisa Agnia menghilang?, bukankah pintu depan terkunci dari dalam?" Noah bertanya tanya.
Disaat semua panik dan cemas memikirkan Agnia, tiba tiba seorang warga yang juga pemilik rumah yang disewa Noah mendatangi mereka.
__ADS_1
"Permisi mas, itu teman kalian sedang diamankan warga, karena masuk kedalam hutan terlarang tadi malam" pemilik rumah itu memberitahu.
"Hufttt" ketiganya paham apa yang telah dialami Agnia. Mereka segera bergerak cepat untuk menjemput Agnia ke balai warga. Setidaknya beberapa jawaban pertanyaan yang tadi sempat muncul terjawab sudah.
"Agnia, kamu kenapa?" Raisha segera memeluk sahabatnya itu saat baru saja sampai di balai warga tempat Agnia ditahan.
"Trias membawa ku masuk kedalam hutan. Dia memberitahu dimana lokasi dirinya dihabisi" Agnia dengan lancar menceritakan apa yang telah dialami.
"Ayo kita ke tempat itu sekarang, dia menunggu kita" Agnia mengajak ketiga anggota timnya untuk pergi ke lokasi dimana Trias ditemukan.
Noah melirik jam di pergelangan tangannya. Masih sangat pagi, masih cukup waktu untuk memulai penjelajahan ke hutan yang ditunjuk Trias.
"Bersiaplah, aku akan menyelesaikan masalah dengan para warga ini sebentar" Noah mengambil keputusan bijak. Dia layaknya seorang kakak laki laki yang membimbing adik adiknya dan selalu menjaga.
"Maaf ya Noah, aku selalu membuat masalah" Agnia merasa tak enak hati dengan kejadian yang terjadi.
"Tak apa, mulai sekarang kamu tanggungan ku, aku sudah menganggap mu adik sendiri" Noah mengusap lembut rambut Agnia.
"Ah aku terharu melihat kalian" Raisha yang memang berhati lembut merasa tersentuh melihat keakraban Noah dan Agnia.
__ADS_1
Noah menarik Raisha kedalam pelukannya, sebuah ciuman lembut dihadiahkan di pipi kekasihnya itu.
"Kau kekasihku sayang, salah satu orang terpenting dalam hidupku" sebuah kecupan kembali didapat Raisha.