
Perjalanan berlangsung hampir satu jam lebih. Saat ini mereka menuju ke arah luar kota sesuai petunjuk Agnia. Beberapa kali gadis itu memejamkan mata untuk mengingat gambaran gambaran visual yang dikirim Sofia saat itu.
"Benar kearah sini kan?" Noah kembali memastikan kepada Agnia saat mobil memasuki kawasan sebuah perumahan.
"Kita sudah sampai" suara Agnia tiba tiba berubah menjadi sangat aneh, halus dan terasa sangat jauh. Tubuh yang sedang dirasuki itu menunjuk ke sebuah rumah di ujung gang.
Raisha yang duduk di sebelah Agnia tersentak kaget. Rasanya baru beberapa menit lalu mereka bersenda gurau bersama, dan sekarang tiba tiba Agnia berubah menjadi aneh kembali.
"Jangan takut, saya tidak akan mengganggu anda" arwah Sofia menyeringai dibalik tubuh Agnia, dia berbicara kepada Raisha yang ketakutan di sebelahnya.
Raisha kembali menelan salivanya. Baru pertama kali dalam hidupnya menemukan orang kerasukan, dan ternyata memang begitu menegangkan suasananya.
Mobil yang dikemudikan sopir pribadi Noah bernama pak Yanto berhenti persis di tempat yang ditunjuk Sofia.
Noah segera mengambil alih, mendekat ke samping Sofia dan mulai bertanya.
"Apa kau mau kita semua masuk dan menemui orang didalam rumah itu?" Noah mulai bertanya.
Tubuh Agnia yang sedang dikendalikan Sofia mengangguk, Noah mengerti apa yang diinginkan arwah itu. Segera ia memberi kode Raisha dan pak Yanto untuk mengikutinya.
"Tok....tok...."
Pintu sebuah rumah diketuk.
Cukup lama mereka menunggu namun tak ada orang yang membukakan pintu dari dalam.
Agnia berjalan sendirian menuju ke bagian belakang rumah.
"Sayang, itu itu" Raisha memberikan kode kepada Noah yang tak melihat Agnia berjalan sendiri.
Noah langsung mengejar Agnia.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Noah bertanya.
"Buka" arwah Sofia memberikan perintah.
Dan benar saja, pintu bagian belakang rumah ternyata tak terkunci dan dengan gampang Noah bisa membukanya.
Noah beserta pak Yanto memastikan hingga kondisi didalam rumah aman agar para wanita bisa ikut masuk kedalam.
Betapa terkejutnya mereka bertiga saat Sofia menuntun masuk ke sebuah kamar. Didalamnya ada seorang pria tergeletak pingsan di lantai.
Noah segera memeriksa kondisi pria itu,
"Dia masih hidup, ayo cepat kita bawa ke rumah sakit" Noah dan pak Yanto membopong tubuh pria itu masuk kedalam mobil untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
Dalam perjalanan, tubuh Agnia mengejang beberapa kali, pertanda keluarnya arwah Sofia yang merasuki dirinya.
"Agnia, apa kau sudah sadar?" Raisha mencoba bertanya.
"Iya mba, ini aku, aku melihat semua yang terjadi" Agnia mencoba menjelaskan.
Mobil yang dikemudikan pak Yanto tiba di parkiran UGD sebuah rumah sakit tak jauh dari lokasi mereka sebelumnya.
Noah segera turun meminta bantuan petugas medis untuk membantu membawa masuk Hadi yang tak sadarkan diri.
Noah menjelaskan kronologi bagaimana mereka bisa menemukan Hadi dan bersedia menanggung biaya yang dibebankan agar Hadi secepatnya mendapatkan tindakan.
Sementara itu yang lain menunggu di ruang tunggu UGD.
Agnia yang lemas terus dituntun oleh Raisha. Kekasih Noah itu selalu bersikap lembut dan dengan cekatan menjaga Agnia.
"Apa yang kau lihat sekarang Agnia?, apa dia masih disini?" rasa penasaran Raisha membuatnya bertanya.
__ADS_1
"Masih, dia sedang berdiri di samping kekasihnya itu, di dalam ruangan" Agnia menjelaskan dengan suara lemah.
"Agnia, apa kau perlu tindakan medis? wajahmu sangat pucat" Noah yang baru saja kembali dari mengurus administrasi mengkhawatirkan kondisi Agnia saat ini.
"Tidak perlu, aku hanya kehabisan energi, tak perlu sampai tindakan medis" Agnia menolak tawaran Noah.
"Ini minumlah, agar energi mu kembali pulih" Noah menyodorkan sebotol minuman energi untuk menopang kesehatan gadis itu.
"Terimakasih" Agnia mengambil dan segera meminum hingga setengah botol berpindah kedalam tubuhnya.
.
.
.
"Hadi itu adalah tunangannya Sofia. Seharusnya satu minggu setelah penerbangan terakhir Sofia mereka melangsungkan pernikahan.
Namun takdir berkata lain, Sofia beserta pesawat yang ditumpanginya jatuh ke dasar laut dan tak ada satupun yang selamat.
Hadi sang tunangan tak sanggup menerima kenyataan, dia terus mengurung diri di kamarnya dan menolak bertemu orang lain.
Hadi kehilangan semangat hidup, tak mau makan bahkan beberapa kali mencoba mengakhiri hidup.
Hal inilah yang membuat Sofia tak tenang, dia ingin menemui kekasihnya untuk terakhir kali, dia ingin Hadi kembali melanjutkan hidupnya, karena apabila Hadi mengikhlaskan kepergiannya, maka Sofia bisa menemukan cahaya menuju keabadian, dia bisa pergi tanpa beban" Agnia selesai menjelaskan semua yang diketahuinya tentang kasus ini.
Raisha, Noah dan pak Yanto yang mendengarkan ikut terhanyut dalam cerita itu. Raisha bahkan sesenggukan menahan tangis, tak sanggup membayangkan begitu beratnya penderitaan yang dialami Sofia.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Noah bertanya.
"Saat ini Sofia sedang berada disana" Agnia menunjuk ruang UGD tempat Hadi terbaring.
__ADS_1
"Sebaiknya kita menunggu sampai Hadi pulih, dan mungkin saja nanti Sofia membutuhkan tubuhku kembali untuk membantunya berkomunikasi" Agnia menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kau beristirahat" Noah memberi perintah kepada Agnia.