Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Agnia menghilang


__ADS_3

Hari berganti,,selama hampir tiga hari hidup Agnia tenang dan nyaman karena Marco tidak berada di ruangan. Pria itu melakukan perjalanan bisnis keluar kota untuk beberapa waktu.


Luis pun hanya muncul untuk mendampingi hari hari Agnia tanpa mengganggu sama sekali. Arwah itu begitu innocent dan kalem. Terkadang ia hanya duduk didepan Agnia dan memandang gadis itu dalam diam. Tatapan matanya memancarkan cahaya penuh cinta dan kekaguman kepada wanitanya.


Hingga sore hari Agnia bersiap pulang kerumah. Cuaca lembab sehabis hujan ditambah pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sepanjang jalan menuju rumahnya membuat Agnia sedikit ketakutan. Beberapa kali ia memanggil Luis sang kekasih penjaganya namun tak kunjung muncul.


Agnia melajukan motor matic kesayangannya dengan kecepatan lebih karena ingin segera sampai dirumah. Namun tak disangka sebuah benda jatuh persis di depannya dan terlindas roda motornya. Hal ini sukses membuat keseimbangan Agnia buyar, motor yang dikemudikannya oleng dan jatuh berguling di jalanan yang becek.


"Astaga, apa itu" Agnia gemetaran menahan sakit sekaligus rasa takut.


Dengan tertatih tatih, Agnia berusaha berdiri dari posisi jatuhnya dan berjalan mendekati benda hitam yang tadi dilindasnya.


Perlahan Agnia membuka benda itu, sebuah kotak berwarna hitam dengan cahaya menyilaukan mata tampak dari dalamnya. Agnia merasakan seluruh energinya terhisap, tubuhnya tak dapat dikuasai dan akhirnya tersedot ke sebuah dimensi yang tak pernah disangka olehnya.

__ADS_1


Agnia hilang dalam sekejap dan jalanan sunyi itu kembali seperti semula seolah tak ada kejadian apa apa. Hanya sebuah motor tergeletak sebagai pertanda bahwa pernah ada seseorang yang terjatuh di tempat itu.


.


.


.


Marco yang berada di luar kota merasakan ada sesuatu yang tak beres terjadi. Pikirannya terus tertuju kepada sang kekasih.


"Agnia, kemana dirimu, tak biasanya seperti ini" Marco mulai tak tenang.


Tak habis pikir, pria itu menelepon sekretaris nya di kantor dan menanyakan keberadaan Agnia.

__ADS_1


"Nona Agnia sudah pulang dari jam enam sore pak Marco" laporan dari sang sekretaris semakin membuat Marco gelisah.


Sementara Luis, arwah itu tengah menjalani hukuman dari raja makhluk gaib. Selama hampir satu minggu ini Luis selalu muncul sebentar saja di hadapan Agnia karena ini.


Sebagai arwah, Luis tak seharusnya memiliki rasa cinta kepada manusia yang memanggilnya, namun Luis melanggar. Untuk mempertahankan keabadiannya, Luis dipaksa menerima hukuman tidak boleh berbicara dengan Agnia dan dikurung di dunia gaib selama beberapa jam setiap harinya.


Luis hanya mempunyai waktu sepuluh menit untuk keluar dari penjara kerajaan gaib, waktu inilah yang digunakannya untuk memandang Agnia secara langsung.


Hukuman ini akan dijalani Luis hingga bulan purnama datang. Arwah itu berusaha bersabar agar dirinya tetap bisa bersama manusia pujaannya dan tetap kekal abadi, tak musnah karena hukuman.


Saat ini, Luis sedang berdiam diri didalam penjaranya. Berbagai pikiran dan bayangan buruk terus melintasi pikirannya sedari tadi. Luis sadar Agnia dalam bahaya tapi ia tak bisa berbuat apa apa, karena tak memiliki kekuatan sama sekali selama dikurung di penjara arwah ini.


"Arghhhh" akan ku hancurkan siapa saja yang menyakiti wanita ku" Luis berada dalam mode kemarahan.

__ADS_1


Beberapa kali Luis mencoba menghantam tembok kokoh yang menghalanginya, namun sia sia, kemampuannya tak ada sama sekali, Luis hanya seonggok tubuh tanpa kemampuan apa apa.


__ADS_2