
"Saya tak tau dokter, ada banyak sekali suara suara disini, tolong bantu saya, tolong" Agnia mulai panik, sebentar lagi dia akan histeris.
"Tenanglah, tarik nafas mu dan hembuskan perlahan.
"Ok, ada berapa mereka disini?" Noah mulai mengesampingkan logikanya, tujuan utama dan terpenting saat ini adalah membuat Agnia merasa nyaman.
"Ada empat" Agnia menjelaskan.
"Ok, sebaiknya menunduk saja, biar kau tak terganggu oleh mereka" Noah terus memberikan perintah dan Agnia menurutinya.
"Duduklah disini, aku akan memeriksa kondisi mu saat ini" Noah kembali memerintah.
Setelah memastikan semua kondisi Agnia aman dan stabil, Noah meminta izin untuk pamit ke tempat praktek nya dilantai bawah.
"Kalau kau membutuhkan apa apa, mintalah perawat yang bertugas untuk menghubungi ku, jangan khawatir, kapanpun waktunya aku akan segera datang" Noah meyakinkan Agnia dan segera pergi dari ruangan itu karena pasiennya sudah menunggu.
.
.
.
"Tolong... tolong" Agnia menutup kedua telinganya karena sebuah suara yang didengarnya sedari tadi terus mengganggu.
Selepas kepergian Noah, Agnia mencoba bersikap normal, meskipun banyak makhluk halus berseliweran di depan matanya, Agnia tetap berusaha tenang.
__ADS_1
"Tolong" suara itu kembali merintih, kali ini terdengar begitu dekat jaraknya dari tubuh Agnia.
"Huffttt, tak bisa dibiarkan ini" Agnia yang memang berkepribadian pemberani mulai jengah. Dia tak boleh takut dengan keadaan.
"Apa mau mu, aku tak takut, sini muncul, tunjukkan wujudmu" Agnia berteriak menantang.
Perawat yang ditugaskan memantau Agnia kembali dibuat geleng geleng kepala melihat kelakuan pasiennya itu. Yang tampak dalam penglihatannya saat ini, Agnia berbicara sendiri persis orang gangguan jiwa.
.
.
.
Penampakan nya sangat memprihatinkan. Seorang gadis sebaya Agnia dengan wajah penuh darah dan luka di tubuh.
"Tolong aku" arwah itu kembali mengulangi kalimatnya.
"Iya, apa yang mau ditolong?" Agnia tak sabar melihat arwah ini begitu lemas dan menyedihkan.
Arwah itu tersenyum. Jawaban Agnia yang mengungkapkan kalau dia mau membantu memberi sebuah semangat.
Arwah itu menyentuh Agnia dan merasukinya. Tubuh Agnia menggelepar sejenak untuk menyesuaikan kondisi di dalamnya.
Agnia melihat semua kejadian yang menimpa arwah yang merasukinya itu. Beginilah cara seorang arwah menceritakan apa yang terjadi kepada manusia yang akan menolongnya.
__ADS_1
.
.
.
Keringat dingin bercucuran di tubuh Agnia. Wanita itu bernama Sofia. Dia adalah seorang pramugari sebuah maskapai penerbangan ternama.
Tubuh Agnia saat ini terasa begitu sakit, tulang belulangnya terasa remuk, sesuai dengan apa yang dirasakan oleh tubuh yang merasukinya.
Sofia menunjukkan secara visual apa yang menyebabkan kematiannya. Sebuah pesawat terjun bebas menghujam laut, dan semua penumpang didalamnya tewas tak dapat diselamatkan. Termasuk Sofia.
Agnia menjerit ketakutan saat mengalami semua kejadian hidup Sofia. Nafasnya terengah engah dan tubuhnya bergetar.
"Seharusnya satu minggu setelah kejadian ini aku akan menikah dengan tunangan ku, bantulah aku menemukannya" arwah Sofia berbisik di telinga Agnia sebelum akhirnya melepaskan diri dan tubuh Agnia kembali mengejang dan pingsan.
Agnia terbangun dari pingsan dan mendapati Noah sedang berdiri di sampingnya, membaca sebuah buku dengan serius.
"Oughhh sakit" Agnia merintih, saat ingin menggerakkan tubuhnya, semua terasa remuk.
"Apa ada yang kau butuhkan?" Noah mendekat dan memeriksa denyut nadi serta suhu tubuh Agnia.
"Noah, tadi arwah yang ada disitu, yang aku bilang wajahnya hancur berdarah darah, dia merasuki ku, dan memberitahu apa penyebab meninggalnya, dia meminta bantuan ku" Agnia berbicara tanpa titik koma kepada Noah.
"Fix kamu indigo Agnia" Noah mengambil kesimpulan sembari menunjukkan buku yang dibacanya. Buku mengenai kasus manusia manusia dengan kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan roh atau makhluk halus sejenis.
__ADS_1