Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Misi pertama selesai


__ADS_3

Di tengah perbincangan mereka, tubuh Agnia tiba tiba mengejang.


Semua yang ada di tempat itu siap siaga. Mereka tau Agnia kembali dirasuki.


"Hai, apa ini kamu Sofia?" Noah menyapa arwah yang ada di dalam diri Agnia.


Arwah itu memberikan kode dengan anggukan.


"Apa yang ingin kami lakukan untukmu?" Noah mulai menggali informasi.


Sofia menunjuk kearah ruangan UGD yang tertutup.


"Bawa aku kesana" suara Sofia terdengar begitu jauh dan dingin.


"Baiklah, ayo kita kesana" Noah mengabulkan permintaan Sofia dan perlahan menuntun tubuh itu berjalan menuju ruangan UGD.


Saat ini tubuh Agnia diapit oleh Noah di sebelah kiri dan pak Yanto di sebelah kanan.


"Dia sudah bangun, aku ingin bicara" Sofia kembali bersuara.


Noah memahami maksud Sofia. Pria itu memberikan kode kepada pak Yanto untuk sementara mengambil alih menjaga tubuh Agnia, ia akan meminta izin kepada dokter jaga yang bertugas untuk masuk melihat kondisi Hadi.


Pak Yanto mengerti dan segera mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Sebagai seorang dokter, tidaklah sulit bagi Noah untuk meminta izin itu. Mereka ber empat diperbolehkan masuk dengan syarat harus tertib dan tidak menggangu pasien yang lain.


.


.


.


"Selamat malam pak Hadi, perkenalkan saya dokter Noah. Saya yang membawa anda kesini, kami menemukan anda dalam keadaan pingsan di rumah" Noah menyapa Hadi yang baru saja sadar. Pria itu kebingungan dengan kedatangan empat orang yang tak dikenalnya.


"Mau apa kalian menemui saya, seharusnya kalian membiarkan saya mati" Hadi terlihat tampak begitu putus asa.


"Jangan begitu mas, aku bersedih melihat mu seperti ini" arwah Sofia yang berada dalam tubuh Agnia mengeluarkan suara.


Noah, Raisha dan pak Yanto mundur ke belakang demi memberikan waktu untuk kedua pasangan beda alam itu menyelesaikan masalah mereka.


"Aku Sofia mas Hadi, aku meminjam tubuh wanita ini agar dapat berkomunikasi dengan mu" Sofia mulai menjelaskan.


"Ikhlaskan aku mas, jalani hidupmu yang masih panjang, jangan sia siakan" Sofia terus berbicara.


Hadi menoleh kearah Noah yang sedang berdiri di pojok kamar. Tatapan matanya meminta penjelasan.


Noah paham, dan kembali mendekat.

__ADS_1


"Perkenalkan mas, dia adalah Agnia. Tubuh gadis ini sekarang sedang dirasuki oleh sesosok arwah bernama Sofia. Apa mas Hadi mengenali Sofia?" Noah memancing reaksi Hadi.


"Ada urusan dunia yang belum tuntas diselesaikan oleh Sofia, karena itulah dia masih tersangkut di alam antara manusia dan arwah. Dia tak bisa menemukan cahaya kembali ke alam keabadian nya sebelum masalah itu selesai" Noah menjelaskan semua yang diketahuinya kepada Hadi.


"So.. Sofia" Hadi gugup tak percaya bahwa gadis di hadapannya saat ini adalah jelmaan roh kekasihnya. Kekasih yang sangat dirindukannya.


"Sofia masih tersangkut di dunia ini karena mas Hadi tak merelakan kepergiannya, mas Hadi terus meratapinya dan membuat langkahnya berat, apa mas Hadi mau Sofia terus menderita karena tak bisa menuju tempat yang seharusnya?" Noah kembali mencoba menggugah perasaan Hadi.


Hadi memandang ke arah tubuh Agnia. Tatapan gadis itu tajam kearahnya.


Hadi berdiri dan mendekat kearah tubuh Agnia.


"Sayang, maafkan mas, maafkan mas Hadi yang telah membuat mu menderita" Hadi menangis sesenggukan karena penjelasan yang baru saja didengarnya.


"Relakan kepergian ku mas, kau harus tetap hidup demi cinta kita, kau harus melanjutkan mimpi mimpi kita dulu" suara Sofia kali ini benar benar sangat jelas.


Dan hal yang benar benar tak pernah dilihat sebelumnya oleh semua orang yang ada disitu adalah ketika wajah Agnia berubah menjadi arwah Sofia selama beberapa detik.


"Terimakasih kepada kalian semua, aku sudah menemukan cahaya ku, selamat tinggal" Sofia tersenyum dan menghilang secepat kilat seiring dengan terkulai nya tubuh Agnia. Gadis itu kembali pingsan, beruntung pak Yanto berada paling dekat dengan Agnia hingga dapat langsung menangkap tubuh kecil itu sebelum terhempas ke lantai.


Raisha tak kuasa menahan tangisnya menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Semuanya begitu nyata. Dia bisa dengan jelas melihat wajah arwah Sofia yang begitu cantik tersenyum kearahnya.


Raisha mendekat kearah Agnia dan memeluk gadis itu yang masih terkulai lemas.

__ADS_1


"Kamu hebat Agnia, kamu berhasil mengantarkan arwah Sofia pulang ke tempat yang semestinya" Raisha terus memuji kehebatan Agnia.


Gadis itu hanya mampu tersenyum simpul didalam pelukan Raisha. Seluruh tubuhnya saat ini terasa remuk dan tak bertenaga. Tapi sesuatu didalam hatinya merasakan bahagia karena berhasil membantu seorang arwah menemukan jalan pulang.


__ADS_2