Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Satu raga dua jiwa


__ADS_3

Temaram senja yang indah menjadi saksi petualangan Agnia dan Luis.


Kedua insan beda dimensi itu sedang berada didalam taksi yang membawa mereka kearah sebuah mall terkenal di kota itu.


Agnia yang terus mengapit lengan Luis mendapat tatapan sinis dari beberapa orang yang tadi sempat berpapasan, tak terkecuali dengan sopir taksi yang saat ini sedang mengemudikan mobil yang mereka tumpangi.


"Gandengan terus neng, baru jadian ya?" si sopir taksi membuka pembicaraan.


"Em iya pak" Agnia terpaksa berbohong, sementara Luis memasang mode cuek, dia tak mempedulikan apapun ucapan orang, dia menikmati pelukan hangat Agnia di lengannya.


Setelah sampai di mall yang dituju, Agnia membuka dompet berniat membayar ongkos taksi yang mereka tumpangi, dan betapa terkejutnya Agnia karena didalamnya terdapat setumpuk uang lembaran merah, rasanya iya tak memiliki uang sebanyak itu saat ini.


"Itu yang di dompet gue, lu yang isi?" Agnia menanyakan keanehan yang terjadi kepada Luis. Saat ini mereka telah berkeliling didalam mall, tentu saja dengan masih bergandengan tangan.


"Iya, buat beli barang barang yang lu inginkan" jawab Luis cuek.


"Banyak banget, lu ambil duit darimana?" Agnia bertanya curiga.


"Jangan sepele sama gue, satu mall ini bisa gue bungkus buat lu, jangan tanyakan kekayaan gue, ntar lu kejang kejang mendengarnya" jawab Luis sombong.


"Ish, sombong amat" Agnia mendelikkan mata tanda tak suka.


Sepanjang jalan, tak henti para wanita, baik yang masih ABG maupun yang jauh lebih tua menatap Luis dengan tatapan terpesona. Pria itu memang memiliki ketampanan diatas rata rata, membuat siapapun yang melihatnya tak bisa acuh begitu saja.


"Lu dilihatin tuh sama cewek cewek" sindir Agnia kepada Luis.

__ADS_1


"Memang begini resiko makhluk tampan seperti gue" jawab Luis semakin sombong.


"Huekkk" Agnia jengah mendengarnya.


Luis tersenyum geli karena melihat ekspresi Agnia barusan, wajah gadis itu tampak semakin menggemaskan.


Sesampainya didalam toko, Agnia benar benar mengeluarkan bakat belanjanya. Semua barang barang yang menarik matanya dimasukkan kedalam troli belanja.


"Kapan lagi gue bisa nikmati duit arwah gentayangan" batinnya dalam hati.


Tangan Agnia yang terus berpegangan dengan Luis tiba tiba ditarik, pria itu memberi kode kalau dia mengetahui apa yang barusan diucapkan Agnia didalam hati.


"Oops, sorry" jawab Agnia nyengir.


Tibalah waktunya saat pembayaran di kasir, Agnia mulai deg degan, apakah uang yang ada di dompetnya cukup untuk membayar semua tagihan belanjanya.


"Mba, pacarnya cakep banget" seorang petugas kasir spontan memuji ketampanan wajah Luis.


Agnia hanya bisa tersenyum, dia bingung harus menanggapi seperti apa pujian dari petugas kasir itu.


Setelah memastikan semua barang belanjaannya terbungkus rapi, Agnia mengajak Luis makan di food court terdekat.


"Sini barang belanjaannya gue bawain, lu cukup pegang tangan gue terus aja, jangan sampai dilepas" ucap Luis gentle. Sikap manis Luis ini membuat Agnia tersentuh, Luis memang layak mendapatkan anugerah pria dengan sikap paling sweet dalam memperlakukan wanita.


.

__ADS_1


.


.


"Jadi saat ini lu pakai tubuhnya pak Marco?" Agnia kembali menanyakan pertanyaan yang sudah berputar putar di otaknya sejak tadi.


Saat ini mereka sedang duduk di sebuah meja menunggu pesanan makanan mereka datang.


"Bukan, gue dan pemilik tubuh ini sebenarnya satu raga, cuma seharusnya gue yang versi arwah tak berada di bumi, gue punya alam lain.


Karena lu manggil gue, jadinya gue terjebak disini, versi arwah dan versi manusia sama sama berada di bumi yang sama" jelas Luis.


"Itu artinya, gue saat ini lagi jalan sama Marco, seorang manusia, yang besok akan menjadi calon bos gue?" ujar Agnia memastikan.


"Iya bener, gue Marco, dan gue juga Luis" ucap pria itu lagi, semakin menambah kadar kebingungan Agnia.


"Terus apa yang terjadi dengan pak Marco yang asli sekarang?" Agnia semakin tak percaya.


"Agnia Kusuma Putri, ini saya Luis Marco, saya adalah pengusaha muda sukses sekaligus calon bos Anda besok" suara pria yang daritadi disangka Luis berubah menjadi berwibawa.


Tapi kan tubuh lu eh anda tak nyata?, aduh gue bingung" Agnia mulai kesal dipermainkan oleh dua orang dalam satu tubuh.


"Hahahaha" Luis tertawa cekikikan melihat tingkah Agnia yang lucu.


"Marco yang asli, tubuhnya sedang tertidur, tapi jiwanya sedang bersatu bersama gue, sekarang ada disini" ucap Luis lagi.

__ADS_1


"Arghhhh" gue bisa gila gara gara ini, terserah lu, mau Luis ataupun Marco, gue gak peduli" akhirnya Agnia menyerah.


__ADS_2