
####flashback on
Noah seorang dokter muda baru saja menyelesaikan praktek hariannya. Hampir tengah malam saat ia meninggalkan klinik tempatnya bekerja selama beberapa bulan ini.
Jalan menuju rumahnya sedang mengalami pemadaman listrik akibat hujan lebat disertai petir yang sambar menyambar. Noah terpaksa memelankan laju kendaraannya karena suasana yang sangat gelap.
"Brughhhh" sesuatu jatuh tepat di depan mobil yang dikendarainya. Noah begitu terkejut dan ketakutan, pikiran mengenai dia telah menabrak seseorang menyelimuti.
Noah segera keluar dari mobilnya dan melihat bagian depan mobilnya. Sesosok tubuh wanita jatuh dengan posisi tertelungkup persis berada di bagian depan roda mobilnya.
"Ya Tuhan, apa yang ku lakukan" Noah yang masih muda dan belum pernah mengalami hal ini sebelumnya begitu panik.
Tanpa pikir panjang, ia segera mengangkat tubuh yang tak bergerak itu, memastikan kalau wanita itu masih bernafas dan segera putar arah kembali ke klinik. Yang diutamakan Noah saat ini adalah penyelamatan pertama untuk nyawa wanita itu, meskipun sebenarnya dia masih bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa bisa tiba tiba ada seseorang yang jatuh dari langit dan menimpa mobilnya.
Wanita muda yang di selamatkan itu divonis mengalami koma, hingga hampir dua tahun lamanya Noah sigap menjaga serta menanggung semua biaya yang keluar untuk memastikan penunjang hidupnya tetap terjaga stabil.
Hingga Noah lulus menjadi dokter ahli saraf di sebuah rumah sakit swasta terbesar di kotanya, pasien spesial yang sama sekali tak dikenalnya itu ikut dipindahkan. Noah memberi pelayanan serta fasilitas sekelas VIP untuk wanita itu.
__ADS_1
####Flashback off
.
.
.
Noah sampai di rumah sakit sepuluh menit sebelum jam buka prakteknya dimulai. Tubuhnya saat ini terasa lebih segar karena telah mendapatkan istirahat yang cukup.
"Masih ada cukup waktu untuk melihatnya sebentar sebelum praktek dimulai" Noah memutuskan untuk memantau lagi perkembangan pasien spesial itu.
Noah mengintip dari jendela kaca ruangan rawat Agnia sebelum memutuskan masuk. Tampak dari tempat itu, Agnia meringkuk ketakutan di lantai pojok ruangan, matanya terus bergerak liar seolah melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh orang lain.
"Saya akan menanganinya" dokter Noah segera masuk dan mendekati Agnia perlahan.
"Selamat pagi nona Agnia" dokter muda itu menyapa.
__ADS_1
Agnia menarik nafas lega saat menemukan ada Noah di dekatnya.
"Apa anda melihatnya?, ada banyak sekali mereka disini" Agnia setengah berbisik mendekat kearah Noah.
Pria itu mengernyitkan dahi heran mendengar ucapan Agnia.
"Apa yang kamu lihat?" Noah menanggapi dengan begitu lembut.
"Lihat disitu, dia nempel di plafon, wajahnya hancur sebelah" Agnia menunjuk kearah yang disebutnya ada makhluk menempel.
"Terus yang itu, dia berwajah rata, daritadi berdiri disana tak bergerak" Agnia menunjuk kearah lain.
Noah mencoba menajamkan penglihatannya namun tak berhasil menemukan apapun yang diucapkan Agnia.
"Apa kamu takut sendirian di ruangan ini? sebaiknya kamu dipindahkan ke ruangan yang lebih ramai, biar mereka tak mengganggu lagi" Noah yang menyangka Agnia berhalusinasi mencoba merespon sesopan mungkin, agar gadis itu tak tersinggung.
"Saya tidak berhalusinasi dokter, saya melihat banyak penampakan" Agnia meradang mendengar isi hati Noah.
__ADS_1
"Apa kamu bisa mendengar apa yang ku ucapkan di dalam hati?" Noah tak percaya. Kasus ini tak sesuai dengan ilmu kedokteran yang dipelajarinya selama ini. Agnia pasien unik yang pertama kali ditemuinya selama berkarir dan ini membuat Noah semakin penasaran.