Takdir Beda Dimensi

Takdir Beda Dimensi
Penelusuran Trias 2


__ADS_3

Noah, Raisha, Agnia dan pak Yanto makan bersama di ruang makan. Tak banyak percakapan yang terjadi. Ayam goreng pedas yang dibawa Noah sungguh benar benar membuat selera makan mereka meningkat. Semuanya berkonsentrasi menghabiskan hidangan yang tersaji di atas meja.


"Agnia, ada apa?" baru saja mereka menyelesaikan suapan terakhirnya, tatapan mata tak biasa dari Agnia membuat semua yang ada di meja makan terkejut.


"Dia ada disitu" Agnia menunjuk sebuah kursi kosong di depannya.


"Hufttt" Raisha segera berdiri dan mendekat kearah Noah kekasihnya. Gadis satu ini memang belum mengumpulkan keberanian untuk berkomunikasi dengan arwah.


Noah yang memahami Raisha segera mengulurkan tangan dan memberikan sebagian kursinya untuk ditumpangi Raisha.


"Dia ngapain disitu?" rasa penasaran Noah terusik.


"Memperhatikan kalian semua" dengan wajah datar Agnia menjelaskan.


"Oh apakah wajahnya seram?" Noah kembali bertanya.


"Tidak, dia tampan" Agnia tersenyum malu memuji arwah Trias.


"Hai Trias, salam kenal" dengan yakin Noah menyapa klien barunya itu.


"Dia menghilang" Agnia kembali berkata.


"Oh baiklah, mungkin dia ada urusan" Noah menjawab dengan santai. Berurusan dengan hal tak kasat mata ini tak boleh dibawa tegang. Untuk itulah Noah sebisa mungkin menekan rasa takutnya dan membuat santai percakapannya.


.

__ADS_1


.


.


"Wushhhh" baru saja Squad eternal itu selesai dengan urusan mengisi perut, salah satu personilnya sudah kembali kerasukan, tentu saja tubuh yang dirasuki itu adalah tubuh Agnia.


"Sakit" arwah Trias berkomunikasi dengan suara sangat halus.


"Kamu Trias ya" pak Yanto yang terlebih dahulu menyadari bahwa ada sosok arwah Trias dalam tubuh Agnia segera mengambil alih.


Arwah itu mengangguk.


"Kau boleh memakai tubuh wanita ini untuk berkomunikasi dengan kami, tapi ingat, jangan disakiti" pak Yanto memberi tekanan pada arwah itu.


Arwah Trias kembali mengangguk.


Arwah Trias menggelengkan kepalanya. Jeritan pilu mendadak muncul, terasa sangat pilu.


"Manusia jahat, kejam" tubuh Agnia yang dirasuki arwah Trias bergerak dengan cepat, melayang tinggi hampir menyentuh atap.


"Stop, keluar dari tubuh ini sekarang" dengan sigap pak Yanto menangkap tubuh Agnia dan membaca sebuah doa yang membuat arwah Trias terlepas dari tubuh Agnia.


"Pak, apa yang terjadi" Noah dan Raisha terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan.


"Sepertinya emosi dari arwah ini tak terkendali, kemarahan menguasainya hingga membuatnya melayang membawa tubuh Agnia" pak Yanto menjelaskan.

__ADS_1


"Kita harus secepatnya membantu dia menemukan siapa yang telah membunuhnya, karena jika semakin lama dia terjebak di dua alam, energi negatifnya akan semakin bertambah kuat" pak Yanto menambahkan penjelasannya.


"Sebaiknya Agnia dibawa ke kamar, kita biarkan ia beristirahat sementara kita mencari informasi mengenai penemuan mayat tiga tahun lalu" Noah memutuskan rencana yang akan dilakukan. Karena kondisi Agnia yang kembali pingsan, gadis itu untuk sementara harus kembali berisitirahat.


.


.


.


" Penemuan mayat di hutan xxx, di bulan dan tahun yang sama dengan informasi yang diberikan Trias" Raisha spontan membaca hasil temuannya.


Noah dan Raisha tengah bekerjasama berdua untuk menemukan informasi mengenai Trias. Sementara pak Yanto pamit pulang menjenguk keluarganya yang berada tak jauh dari rumah Raisha.


"Sayang, apa mungkin ini? tapi tak ada data mengenai korban" Raisha sedikit ragu.


"Mr TP?" Noah mengulang tulisan yang dibacanya di artikel berita online itu.


"Kita lanjutkan pencarian, setidaknya sudah ada data tanggal kejadian serta lokasi yang akurat" Noah semakin bersemangat karena satu demi satu petunjuk terkumpul.


Satu jam berlalu dan Noah akhirnya menemukan semua informasi mengenai korban pembunuhan di bulan September tiga tahun yang lalu. Seorang pria dengan inisial TP atau Triasta Putra. Cocok sudah semua informasi. Waktunya mengumpulkan eternal squad untuk membahas langkah selanjutnya.


Noah mengalihkan pandangannya kearah Raisha. Kekasih nya itu tertidur pulas di sofa yang berada di belakang Noah.


Cup....sebuah kecupan lembut di pipi Raisha dihadiahkan oleh Noah.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang, terimakasih kau selalu setia menemani ku" Noah menutup pencarian nya hari ini dengan pulang kerumah. Setelah memindahkan sang kekasih ke ranjang kamarnya, pria itu bergegas pulang. Tak lupa ia mengunci semua pintu rumah kekasihnya itu.


__ADS_2