
Suasana hutan yang sepi kini berubah ramai dalam sekejap. Puluhan warga beserta tim inafis dari kelurahan berkumpul di lokasi penemuan kerangka manusia yang dilaporkan oleh empat orang asing yang menamakan kelompok mereka eternal squad.
Bisik bisik warga terdengar riuh sepanjang proses evakuasi kerangka manusia korban pembunuhan itu. Noah beserta timnya terus memantau di jarak terdekat yang diperbolehkan. Rasanya masih tak percaya bahwa perjalanan jauh yang mereka tempuh dengan berbekal petunjuk gaib dari arwah Trias itu tak sia sia. Nyata adanya semua cerita dari arwah gentayangan itu.
Jika dipikir dengan logika tentulah semua tak masuk akal. Terutama bagi Noah. Ilmu yang didapatnya dalam dunia medis tak mengenal sama sekali hal hal mistis seperti ini. Namun kekuatan takdir membawanya masuk kedalam pusaran cerita ini.
.
.
Hampir satu jam berlalu. Proses evakuasi kerangka telah selesai dilaksanakan. Tepat disaat potongan tubuh terakhir dimasukkan kedalam kantong jenazah, sosok Trias kembali muncul dan merasuki tubuh Agnia.
Gadis itu berjalan dengan tatapan tajam kearah kerumunan warga yang berada tak jauh dari tempat itu. Noah, Raisha dan pak Yanto saling bertatapan penuh kekhawatiran. Mereka takut tubuh Agnia yang tengah dirasuki arwah Trias akan berbuat hal yang memancing keributan.
__ADS_1
Dan benar saja. Trias yang sedang mengendalikan tubuh Agnia saat ini dengan tanpa terkendali menarik tubuh seorang pria yang berdiri di tengah tengah kerumunan. Tubuhnya yang kecil terlihat sangat bertenaga.
"Pembunuh" seketika tubuh Agnia melayang ke udara dengan membawa pria itu. Semua warga yang ada di tempat itu berteriak histeris melihat apa yang terjadi.
Pria bertato yang dibawa terbang oleh Trias itu tampak tak siap dengan kejadian yang dialaminya. Ia terus meronta meminta dilepaskan sembari memegang tangan Agnia yang mencekik kuat lehernya. Tampak dengan jelas warna merah terpancar dari mata Agnia yang tengah dirasuki arwah Trias itu.
"Arghhh" seketika pria itu terhempas ke tanah dari ketinggian lima meter lebih. Semua orang di tempat itu menjerit histeris. Tubuh besar pria itu menggelepar di tanah tanpa sempat mendapatkan pertolongan.
"Trias, turunlah, bicarakan semuanya. Tunjuk siapa saja orang orang yang telah menghabisi nyawamu" pak Yanto berusaha membujuk arwah Trias yang masih melayang layang di udara.
Sementara itu Noah dengan segera memeriksa kondisi pria yang baru saja menjadi sasaran amukan kemarahan arwah Trias. Sepertinya ada beberapa tulang yang patah karena melihat kondisinya yang memprihatinkan, namun Noah tak bisa memastikannya saat ini. Ia tak membawa peralatan medis yang memadai.
"Apa anda mengenal orang ini?" Noah memperlihatkan sebuah sketsa wajah milik Trias yang telah dibuat sebelumnya oleh Agnia.
__ADS_1
"Sa.. saya hanya disuruh" terdengar jawaban ketakutan dari pria itu. Pria yang diketahui namanya awing tato.
"Benarkah anda yang membunuh seorang pria bernama Trias tiga tahun lalu di tempat ini?" Noah kembali menginterogasi.
"Iya. Saya hanya disuruh, maafkan saya" suara Awing terdengar seperti sebuah rintihan. Ia menahan sakit di sekujur tubuhnya. Bantuan medis yang telah dipanggil oleh perangkat desa belum sampai ke dalam hutan. Untuk itu Noah mempergunakan kesempatan bagus ini untuk menggali informasi sebanyak mungkin.
"Siapa yang menyuruhmu?" Noah kembali mendesak untuk mendapatkan informasi lengkap.
Namun tiba tiba saja mata Awing si preman bertato itu melotot dan badannya berubah kaku. Tubuhnya dirasuki oleh arwah Trias.
Pak Yanto memberikan kode kepada Noah untuk sedikit menjauh. Memberikan ruang untuk jiwa Trias menggali informasi yang membuatnya menjadi arwah penasaran.
"Arghhhg, jahat kalian" terdengar teriakan pilu dari tubuh Awing yang dirasuki itu. Dan dalam hitungan tak sampai satu menit tubuh itu terkapar, pingsan tak berdaya.
__ADS_1
"Ayah adalah orang dibalik semuanya. Ayahku pembunuhnya" suara Trias terdengar begitu sedih. Ia kembali menggunakan tubuh Agnia untuk menyampaikan informasi penting ini. Sontak semua orang yang ada di tempat itu mengucap tak percaya. Mereka tak menyangka sebuah kejahatan akan diungkap oleh arwah korbannya sendiri.