
Hai readersku ini adalah novel kedua ku
semoga saja kalian suka ya.
~~
Di siang hari yang terasa sangat panas, terlihat seorang gadis cantik dengan dress warna putih yang menampakkan keindahan tubuh seksinya. Gadis itu nampak bergaya menampilkan tubuh seksinya kepada orang yang ada di sekitarnya.
“Apa Austin ada di dalam ruangannya?”tanya gadis itu kepada Repsesionis yang selalu stand by melayani orang yang berkunjung ke Nero Corp.
Dia adalah Amanda Smith, seorang gadis yang di utus oleh Ibunya Austin Nero untuk menemui putranya itu. Terlihat Amanda yang sangat senang dan antusias ingin menemui seorang ceo yang memiliki sifat dingin dan juga tampan bak titisan dewa Yunani.
“Tuan Austin ada di dalam ruangannya, Nona!”ucap Repsesionis itu.
Amanda Smith pun langsung melangkahkan kakinya setelah dia mengetahui kalau Austin ada di dalam ruangannya. Dia terlihat senang saat mendapatkan kabar kalau dirinya akan di jodohkan dengan Austin. Amanda sangat bersyukur keluarganya bisa menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Nero.
Kini telapak kaki Amanda yang beralaskan highheel putih itu sudah berpijak di luar pintu ruangan Austin.
Dan di saat dirinya sudah masuk ke dalam ruangan itu, betapa terkejutnya dia ketika melihat Austin sedang berpelukan dengan seorang perempuan yang posisinya lagi duduk di kursi kerja Austin.
“Austin!! Kok kamu tega berpelukkan dengan gadis lain di hadapan calon tunanganmu!”teriak Amanda.
“Kamu siapa? Tunanganku? Kok aku tidak tahu sih?”ucap Austin sambil bersandar di sisi meja kerjanya, sedangkan gadis yang duduk di kursi Austin langsung memutar kursi itu untuk menghindari tatapan Amanda yang menatapnya penuh amarah.
“Iya, aku tunanganmu!! Orangtua kita sudah menjodohkan kita berdua”jelas Amanda.
“Bagaimana ini? Aku tidak mau bertunangan denganmu! Kau lihat sendiri, aku sudah memiliki kekasih dan aku sangat mencintainya”ucap Austin.
“Besar cintaku padanya seluas lautan di sana yang tidak dapat terukur! Dan bagaimana mungkin aku tega menghianati kekasihku dengan harus bertunangan denganmu?”ucap Austin sambil menatap penuh arti ke arah gadis itu.
“Kau!!”ucap Amanda sambil menunjukan jarinya ke arah Austin.
“Ada apa? Kau marah denganku? Tidak masalah, lagian aku tidak akan peduli jika kau marah denganku karena aku memang tidak menyukaimu”ucap Austin sambil menyilangkan kakinya.
__ADS_1
Amanda merasa kesal sekali ketika mengetahui kalau Austin itu ternyata orangnya sangat menyebalkan, bahkan dia tak bisa membayangkan bagaimana jika dia benar-benar menikah dengan pria yang sudah membuatnya merasa jengkel.
Lain dengan Austin yang merasa sangat senang sekali saat dirinya berhasil membuat wanita yang ada di hadapan itu merasa kesal padanya.
Amanda pun langsung berjalan ke arah Austin dan menatapnya sejenak.
“Ada apa?”tanya Austin sambil memiringkan kepalanya.
Amanda tidak menjawab, justru dia mengambil gelas yang ada di atas meja kerja Austin dan menyiramkan isi yang ada di dalamnya ke wajah tampan Austin.
“Dasar pria playboy!”umpat Amanda.
Austin menghelas nafasnya dan mengusap wajahnya yang sudah basah itu di saat dirinya mendapat perkataan dan perlakuan itu dari wanita yang menurutnya sedikit gila itu.
Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu kepada seorang Austin.
“Di mana letak sisi playboy diriku, Nona? Justru aku terlihat sangat setia terhadap kekasihku!”ucap Austin yang bertanya pada Amanda sambil berkacak pinggang.
“Cih, lebih cantikan aku dari pada dia!”ucap Amanda saat sudah melihat wajah gadis yang sedang tertunduk malu itu.
“Mungkin matamu lagi sakit jadi kau tidak bisa melihat wanita cantik sepertiku”ucap Amanda dengan percaya diri sekali.
“Bibirku akan lebih sakit lagi jika aku mengatakan kalau dirimu itu cantik!’sindir Austin.
“Kau!”Amanda yang rasa kesalnya sudah mulai memuncak lagi.
“Apa?”ucap Austin sambil tersenyum mengejek Amanda.
“Apa kau tidak merasa bersalah kepadaku??”tanya Amanda.
“Tidak!! Kan aku tidak melakukan apa-apa di sini!! Justru kaulah yang telah menyiram air yang ada di dalam gelas ini ke arah wajahku yang tampan dan kau tidak ada merasa bersalah sediktipun, apalagi sampai saat ini kau tidak ada meminta maaf kepadaku”ucap Austin yang tidak merasa bersalah juga.
“Kau yang sudah membuatku marah dan aku tidak mau bertunangan dengan laki-laki sepertimu!”ucap Amanda lalu bergegas pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
“Apa lihat-lihat! Lebih baik kalian mengurus bos kalian yang gila itu daripada menghabiskan waktu kalian dengan menatapku seperti itu!”ucap Amanda yang terlihat marah kepada Repsesionis yang menatap heran ke arah Amanda.
Para Repsesionis itu hanya bisa tersenyum dan tertawa ketika Amanda sudah berlalu. Sebenarnya mereka sangat penasaran apa yang sudah di lakukan bos mereka terhadap wanita itu dan membuat wajah Amanda bisa sampai muram seperti itu.
“Pasti Tuan Austin berulah lagi!”tebak Repsesionis itu.
“ Aku kasihan sekali terhadapnya dan aku tidak tahu dia sudah jadi korban yang ke berapa dari permainan tuan Austin”ucap Repsesionis kepada temannya yang duduk di sebelahnya.
Di ruangan kantor Nero Corp, terlihat Austin yang tertawa terbahak-bahak sambil berbaring di sofa yang ada di dalam ruangan itu.
Tiba-tiba orang yang juga sedang berada di dalam ruangan itu pun langsung membuka wig berwarna blonde itu dan melemparkan ke wajah Austin.
“Brengsek, kenapa kau malah tertawa sekarang??”ucap orang itu pada Austin.
“Maafkan aku Roy”ucap Austin sambil menahan tawanya.
“Lain kali aku tidak akan mau membantumu lagi”ucap Roy sambil membuka kancing dress wanita yang sedang dia pakai itu sehingga dada bidang Roy kini sudah terlihat.
Roy sempat merasa geli dan jijik saat melihat benda yang bisa membuat buah dada Roy terlihat sedikit berisi itu jatuh ke lantai.
“Ya Tuhan, semalam aku mimpi apa ya? Kok nasibku sial kali hari ini”tutur Roy yang di sambut dengan gelaan tawa Austin.
“Untung rambutku tidak di jambak oleh wanita tadi! Kalau tidak, semuanya pasti akan jadi kacau balau”ucap Roy.
“Palingan kau akan mendadak jadi viral!”Ledek Austin.
“Ya, yang kau katakan itu memang benar! Setelah itu aku akan mengatakan pada semua orang kalau ini semua ide dari bos Nero Corp yang ingin menghidari perjodohannya”timpal Roy.
“Thanks ya karena sudah mau membantuku!”ucap Austin yang berterima kasih pada Roy.
“Ya sama-sama. Tapi lain kali aku tidak akan mau membantumu kalau permintaanmu yang begituan lagi”tutur Roy.
Mohon bantuannya ya teman teman dengan memberikan komentar dan like kalian.
__ADS_1