Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

Warning ⚠⚠⚠


Cerita ini lagi tahap revisi


Hasil revisi saya publish di judul yang berbeda


Klik profil ⏩⏩ Pilih "Si Mungil Satukan Takdir Kami"


Ada sedikit perubahan dalam alur cerita, khususnya di part Ending


***


"Sial. Apa aku salah bicara?"gerutu Austin.


Setelah selesai berbelanja baju, Fany mengajak Austin untuk membeli persediaan bahan-bahan masakan untuk seminggu.


Pukul 5 sore akhirnya mereka sampai juga di mansion.


"Kau mandi dulu dan aku akan masak untuk makan malam kita" ucap Fany sambil berjalan menuju dapur.


"Baiklah. Nanti aku akan menyusul kedapur"teriak Austin sambil menaiki tangga, sedangkan Fany hanya bisa mengelengkan kepala.


Fany meletakkan bahan-bahan masak yang dia beli tadi di atas meja dapur.


Fany langsung memasukkannya ke dalam kulkas agar lebih tahan lama dan tetap segar.


Sekarang terlihat Fany sedang mengikat rambutnya dan mencuci tangan.


"Baiklah. Aku akan bersiap untuk memasak makan malam kami"ucap Fany.


"Tapi aku masak apa ya?”tanya Fany dalam hati sambil memegang dagunya.


"Bagaimana kalau aku masak capcay saja. Aku rasa Austin pasti belum pernah memakannya"ucap Fany.


"Oke. Menu makan malam kali ini adalah Capcay dan tumis brokoli daging sapi"ucap Fany sambil memakai celemeknya.


Fany pun mengeluarkan bahan-bahan yang ingin dia masak dari kulkas itu.


Kali ini Fany akan memasak Capcay dulu, pertama Fany mencuci semua bahan bahan yang ingin dia masak.


Fany pun memulai masak dengan mengikuti arahan artikel tentang cara memasak capcay yang dia cari google.


Sekarang Fany tinggal memberi Sentuhan terakhir pada masakannya dengan masukkan potongan tomat, setelah itu Fany mengonsengnya sebentar dan mematikan api.


Setelah siap masak Fany pun menyajikan capcay dengan suwiran daging ayam yang sudah matang.


"Akhirnya siap juga"ucap Fany.


"Sekarang tinggal memasak tumis brokoli daging sapi"ucap Fany.


Saat dia ingin mulai memasak, tiba-tiba ada yang memeluk Fany dari belakang.


"Austin. Aku lagi masak"ucap Fany sambil melepaskan pelukan itu.


Ternyata orang yang memeluk Fany adalah Austin yang baru selesai mandi.


"Baiklah. Kau mau masak apa?"tanya Austin.


"Aku mau masak tumis brokoli daging sapi"ucap Fany sambil mencuci sayur brokoli.


"Apa aku boleh membantumu?"tanya Fany.


"Tidak boleh. Kau tidak boleh menyentuh apapun yang ada di dapur ini"ucap Fany.

__ADS_1


"Kau duduk saja di situ"ucap Fany yang memerintah Austin.


Austin melihat Fany kini sudah mulai berani memerintahnya. Karena gemas, Austin pun langsung mengangkat tubuh mungil istrinya dan mendudukkan Fany di meja dapur itu.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Fany sambil memukul bahu Austin.


"Awas. Aku mau masak"ucap Fany lagi yang menyuruh Austin untuk mengeserkan tubuhnya.


"Apa kau sekarang sudah berani memerintahku Fany?"tanya Austin sambil mengigit gemas hidung Fany.


"Ini pertama kali ada seorang wanita yang berani memerintahku kecuali Ibuku"ucap Austin lagi.


"Benarkah?”tanya Fany.


"Iya"ucap Austin.


Fany pun langsung mengecup bibir Austin dan berkata" Dan mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu melakukan apapun jika ada wanita lain yang berani memerintahmu. Ingat hanya Fany yang bisa memerintahmu sekarang".


"Termaksud Ibuku" ucap Austin.


"Aish. Tadi kau bilang kecuali Ibu, jadi Ibu kan pengecualian di sini"ucap Fany sambil mencubit pelan pinggang Austin.


"Jadi jika Ibu memerintahku, kau akan membiarkanku melakukannya?"tanya Austin.


"Iyalah. Dia kan Ibumu, dan kau tidak bisa membantahnya dan aku juga tidak bisa melarangmu"ucap Fany dengan suara lembut.


"Jika dia menyuruhku untuk menikah lagi, apa kau akan tetap menyuruhku untuk melakukan nya?"tanya Austin yang ingin mengisenginya.


"Aku akan membunuhmu, Austin. Sudahlah. Aku tahu kalau Ibu tidak akan melakukan itu, kerena Ibu lebih sayang padaku dari pada samamu Austin"ucap Fany sambil mendorong tubuh suaminya itu.


"Kau terlihat semakin berani sekarang, Fany”ucap Austin sambil mengigit bibir bawahnya karena gemas melihat kelakuan istrinya itu.


"Tenanglah. Aku tidak serius kok dengan ucapanku tadi. Aku hanya bercanda"ucap Fany sambil berjalan menuju tempat masak.


"Benarkah??"tanya Austin yang terlihat mengekori jalan istrinya.


"Apa kau masih meragukanku?"tanya Austin sambil mengerutkan dahinya saat Fany tiba-tiba melontarkan pertanyaan seperti itu..


"Sedikit"jawab Fany.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa percaya sepenuhnya padaku Fany"ucap Austin.


"Baiklah. Jika kau ingin aku percaya denganmu, lakukan satu permintaanku"ucap Fany.


"Apa itu?"tanya Austin.


"Kau harus memakai baju yang aku pilih tadi saat kau pergi ke kantor besok"ucap Fany.


Itu dikarenakan tadi saat di toko, Fany melihat wajah Austin terlihat cemberut saat dirinya memilih baju couple pilihannya.


"Apa?"ucap Austin yang tidak percaya dengan kata-kata Fany barusan.


"Tuh kan. Kau tidak mau. Berarti kau memang tidak mencintaiku"ucap Fany.


"Astaga. Kau memang pandai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan Fany"batin Austin.


"Baiklah. Aku akan memakainya"ucap Austin yang merasa terpaksa.


"Makasih sayang"ucap Fany sambil tersenyum.


"Kau bilang apa?"tanya Austin yang terkejut mendengar ucapan Fany tadi.


Sebenarnya Austin mendengarnya tapi dia berpura-pura tidak mendengar dan menanyakannya lagi.

__ADS_1


" Tidak ada. Awas aku mau masak"ucap Fany sambil mendorong tubuh Austin.


Austin pun memaksa Fany untuk mengatakan kata-kata itu lagi tapi Fany tidak mendengar dan fokus pada masakannya.


"Kau jangan menganggu. Apa kau tidak lihat kalau aku yang sedang masak Austin?" tanya Fany.


"Kau duduk saja di sana!"perintah Fany lagi.


Austin pun pergi menuju ke meja makan lagi. Saat sudah sampai di sana, dia melihat masakan yang sudah tersaji di meja itu.


"Apa ini?" tanya Austin.


"Oh itu Capcay"jawab Fany.


"Capcay"ucap Austin dalam hatinya yang memang tidak mengetahui nama makanan itu.


Austin pun terlihat sangat bosan karena tidak punya kerjaan. Jadi dia menghampiri Fany lagi dan mengombalinya.


"Kau terlihat cantik sekali meskipun kau sedang memakai celemek"gombal Austin.


"Tapi akan terlihat cantik lagi jika kau tidak memakai apa-apa"ucap Austin.


"Kau kesana atau aku akan melempar semua barang-barang yang ada di sini kepadamu"ucap Fany yang geram karna perkataan Austin.


Austin pun terpakasa harus pergi ke meja makan lagi. Dia pun memilih untuk ngerapihin meja makan seperti menyediakan piring dan sendok dan lainnya yang akan mereka gunakan untuk makan nanti.


"Akhirnya siap juga"ucap Fany yang merasa senang sekali sambil menatap ke arah piring yang sudah tersaji hasil masakannya.


Fany pun membawa masakannya itu ke meja makan dan mereka pun memulai makan malam itu.


Saat tengah makan pun mereka terlihat sangat romantis karena Austin terus menyuapi Fany meskipun Fany sudah menolaknya.


Setelah selesai makan Fany memilih untuk mandi.


Tak beberapa lama kemudian, Austin masuk ke dalam kamar setelah dia keluar dari ruang kerjanya.


Austin mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar dan mulai mencari istri cantiknya itu.


Saat itulah tiba-tiba Fany keluar dari kamar mandi, dengan hanya berbalut handuk dan rambut yang basah.


Austin menatap tubuh Fany dengan tangan yang reflek bergerak seolah ingin menerkam istrinya saat ini juga. Hasratnya jelas kembali bangkit lagi.


Terlihat Fany sedang mengambil pakaian yang ingin di kenakannya malam ini di lemari besar itu.


Setelah selesai Fany pun berlalu menuju ke kamar mandi lagi untuk memakai pakaiannya.


"****. Kenapa aku tidak bisa menahan gairahku saat melihatnya seperti itu?" batin Austin.


🌷🌷🌷


#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul


"Always Love You My Husband"


Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai


Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karyaku ya😊😊😊


Selamat membaca ya teman teman


Ingat....


Jangan lupa like dan beri komentar kalian

__ADS_1


Agar aku dapat lebih semangat lagi menulisnya😊😊


Saranghae semuanya


__ADS_2