
Di siang hari Fany mendatangi sebuah toko bunga untuk membeli bunga mawar. Penjaga toko itu datang dan berkata"Untuk pacarnya ya nona?”sambil tersenyum.
"Iya Bu. Tapi lebih tepatnya suaminya saya! "jelas Fany sambil mengambil setangkai bunga mawar langsung menghirup wangi mawar itu.
"Maafkan kalau saya salah sebut. Tapi kelihatanya nona sangat mencintai suaminya!"
"Benar sekali Bu. Dari pertama kali kami bertemu saya memang ada sedikit perasaan padanya dan ketika kami sudah menikah perasaan itu kian membesar. Dan saya bersyukur sekali karena perasaan sayangku kini sudah terbalaskan"ungkap Fany lagi.
"Semoga kalian berbahagia selalu"Doa penjual itu pada wanita yang ada di hadapannya ini sambil memegang mawar putih.
"Amin Ibu”tutur Fany.
“Aku rasa dia bukan tipe laki-laki yang suka membelikan bunga untuk pasangannya"ucap Fany.
“Dia pasti akan menyukai semua pemberianmu nona”ucap penjual itu.
“Benarkah?”tanya Fany sambil menatap ke arah ibu penjual.
“Iya nona”jawabnya.
“Baiklah. Saya akan mengambil yang ini aja Ibu”ucap Fany sambil menunjuk ke arah bunga mawar merah.
...........................
Di malam hari Delila pun merayakan ulang tahun putranya di rumah kebesaran keluarga Nero.
Semua para kerabat keluarga sampai para kolega bisnis pun datang untuk menghadiri acara itu.
Di sinilah yang membuat sedikit Austin heran dan kebingungan. Pasalnya dia tidak ada melihat batang hidung istrinya pada pesta perayaan tu.
"Kemana dia?"ucap Austin sambil melirik ke sana kemari.
Delila pun mengucapkan selamat ulang tahun pada putra pertamanya itu.
Semua para tamu pun menepuk tangan saat Delila sudah selesai menyanyikan selamat ulang tahun pada Austin.
"Karena Kakak ipar sedang ada urusan mendadak sehingga tidak dapat hadir. Aku jadi sedikit merasa sedih sekali. Sekarang aku akan menggantikan peran kakak ipar untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu"ucap Ronald tersenyum pada Austin.
"Kemana dia?"bisik Austin.
"Dia pergi ke tempat Ayah mertuamu Kak" ucap Ronald.
"Apa!! Kenapa dia tidak ada memberitahuku"ucap Austin.
"Entahlah. Aku mana tau"ucap Ronald.
"Sekarang tiup lilinnya"ucap Delila.
Austin pun langsung meniup lilin yang ada pada cake yang besar itu.
__ADS_1
Saat sudah selesai meniup, semua para tamu bertepuk tangan.
Tiba-tiba ponsel Austin berdering. Dia mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenalnya.
Austin terkejut saat mendapati foto istrinya. Terlihat mulut Fany lagi di bekap oleh kain.
Dan Fany dalam kondisi duduk di kursi dan terikat oleh tali.
"Cepat datang ke hotel xxxx jika kau ingin istrimu selamat. Tapi kau harus datang sendirian tanpa mengajak keluargamu atau bahkan polisi"isi pesan itu lagi.
"Sialan. Aku akan membunuhmu jika istriku sampai terluka"umpat Austin.
"Kau mau kemana?"ucap Delila saat melihat Austin mau pergi.
"Maaf bu. Aku harus pergi dulu. Tiba-tiba ada urusan penting yang harus aku selesaikan malam ini juga"ucap Austin.
"Shit. Aku tidak mungkin bilang kalau Fany lagi di sekap. Nantu Ibu pasti akan merasa khawatir"ucap Austin dalam hatinya.
"Tapi para tamu masih ada di sini"ucap Delila.
"Iya aku tahu. Tapi aku harus pergi dan aku ingin Ibu yang mengurus itu dulu ya. Urusan ini sangat penting daripada pesta ini"ucap Austin.
"Tapi..."ucap Delila yang terhenti karena Austin sudah pergi begitu saja.
Kini Austin melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke hotel yang sudah diberitahu tadi.
Austin langsung menuju Repsesionis untuk menanyakan apakah benar ada orang yang sudah memesan kamar hotel itu.
Repsesionis pun membenarkan hal itu. Austin yang mendengar itu langsung geram dan langsung menuju ke nomor kamar hotel itu
Sesampainya di sana, tanpa menunggu lebih lama lagi Austin memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar itu.
Saat sudah masuk ke dalam, Austin cukup heran dan kebingungan. Hal itu dikarenakan dia tidak mendapati siapapun yang berada di dalam kamar tersebut, melainkan sebuah kasur yang sudah di hiasi yang mana di atas kasurnya sudah bertaburan bunga mawar merah yang berbentuk hati.
Tiba-tiba muncul seseorang dari balik pintu dan mengejutkan Austin dan berkata"Selamat ulang tahun sayang" ucap orang itu sambil menutup mata Austin dengan tangannya.
Austin langsung melepaskan tangan yang sedang menutup matanya itu dan berbalik.
Kini dia melihat istrinya yang sangat dia khawatirkan sudah ada di hadapan dan malah mengejutkannya.
Austin merasa sangat marah karena kelakuan Fany saat ini.
"Bukan kau sedang di curi?? Apakah kau sedang bercanda saat ini? Kau merasa sangat senang dengan lelucon konyol seperti ini"ucap Austin dengan serius.
"Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Kau jangan sampai serius sekali menanggapinya"ucap Fany yang langsung tertawa.
Austin yang mendengar itu langsung marah
"Apa kau sedang tertawa sekarang?? Fany !!! Aku sangat mengkhawatirkanmu dan anak kita tapi kau malah melakukan lelucon konyol seperti ini. Bagaimana jika kau memang benar di curi saat ini" ucap Austin dan langsung menghindari Fany dengan pergi menuju ke arah kasur itu dan duduk di sana.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu bagaimana reaksiku saat mengetahui kau sedang di curi? Saat itu duniaku merasa kacau seketika, tapi kau malah mengerjaiku dengan hal konyol itu. Bagaimana jika lelucon ini benar-benar menjadi kenyataan"ucap Austin sambil menangis.
Austin sudah tidak bisa membendung air matanya saat mengetahui kalau istrinya melakukan hal konyol seperti itu. Austin merasa sangat bersyukur juga kalau dirinya mendapati istrinya dalam keadaan baik-baik saja. Tapi bagaimana kalau Fany benar-benar di curi? Dia tidak bisa membayangkannya lagi.
Fany yang melihat itu langsung mendekati Austin.
"Aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau rencana ini bisa membuatmu marah"ucap Fany.
"Apakah kau tidak mengerti perasaanku? Bagaimana jika kau benar-benar sudah di curi dan di bunuh oleh pencuri itu? Kau tahu? Aku sangat khawatir sekali padamu dan aku sudah bertekad untuk membunuh pencuri itu jika dia benar-benar melukai dirimu"ucap Austin yang masih terlihat marah.
"Aku minta maaf. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi"ucap Fany
Fany mendapati bahwa Austin hanya diam tidak mendengar perkataannya lagi
Dia pun langsung menundukkan kepalanya. Dia merasa sangat menyesal telah melakukan leluconnya ini.
Fany berpikir seharusnya dia tidak mengikuti rencana dari Ronald jika kejadiannya akan terjadi seperti ini.
Fany merasa semua rencana yang sudah di siapkan olehnya hancur hanya karena lelucon itu.
Austin pun mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar itu.
Terlihat ada meja makan tersaji makanan dan minuman anggur merah.
Sebuket mawar merah juga terlihat pada meja tersebut.
Dia melihat semua yang sudah di persiapkan oleh istrinya. Kini Austin terlihat sedikit tersenyum dan senang meskipun Fany tidak memperhatikan itu karena saat ini dia hanya menunduk dan merasa bersalah terhadap suaminya.
Austin senang karena artinya Fany sebenarnya tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya dan juga samgat peduli padanya.
🌷🌷🌷
#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul
"Always Love You My Husband"
Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai
Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karya ku ya😊😊😊
Selamat membaca ya teman teman
Ingat....
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1