Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Empat Puluh Enam


__ADS_3

"Ada apa lihatin aku terus?"tanya Austin.


"Tidak ada apa-apa"ucap Fany.


"Aku tahu kalau aku ini tampan sekali"ucap Austin .


Fany yang mendengar itu langsung tertawa dan memakaikan kacamata pada Austin.


"Ya. Kau memang tampan sekali"ucap Fany.


Setelah itu Austin kembali fokus menyetir mobilnya sedangkan Fany hanya sibuk memainkan ponsel.


"Berhenti!!!”ucap Tiffany secara tiba-tiba dan itu sukses membuat Austin mengerem mobilnya dengan mendadak.


"Kau ini kenapa?"ucap Austin yang sudah marah-marah.


"Maaf!!! Aku melihat sesuatu di depan"ucap Fany.


"Kau selalu membuat orang jantungan"ucap Austin.


"Huh. Apa kau tidak bisa berbicara baik-baik padaku"ucap Fany yang balik marah kepada Austin.


Fany turun dari mobil dan pergi dari situ, hal itu justru membuat Austin panik.


Austin pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan melihat Fany yang sedang bersama dengan anak kucing.


"Apa aku boleh membawa dan merawatnya?"tanya Fany.


"Hmm. Jadi yang kau lihat itu adalah kucing ini?”tanya Austin.


“Iya”jawab Fany.


“Baiklah. Kau bisa membawanya"ucap Austin.


"Terima kasih"ucap Fany.


"Apa kau tidak marah lagi denganku?" ucap Austin.


"Tidak lagi. Ayo kita pulang"ucap Fany.


"Baiklah"balas Austin.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil lagi. Fany pun juga merasa sangat senang saat masuk ke dalam mobil sambil menggendong kucing imut berwarna putih itu.


"Pasang sabuk pengaman!"ucap Austin.


Fany pun langsung memasangkannya dengan cepat.


Fany lalu berteriak"Ayo kita pulang!"


Austin pun langsung melajukan mobilnya.


"Temani aku sebentar ke supermarket ya" ujar Fany.


"Baiklah"ucap Austin.


🌷🌷🌷


Kini mereka sudah ada supermarket.


Fany terus mendorong keranjang belanja dan mengambil beberapa makanan, sedangkan Austin hanya mengekori di belakang istrinya.


Tiba-tiba ada seorang pegawai supermarket yang bertanya"Kalian sedang mencari apa?? kalian terlihat sangat serasi sekali"ucap pegawai itu.


"Terima kasih"jawab Fany sambil tersenyum.


Begitu juga dengan Austin yang ikut tersenyum membalas perkataan wanita paruh baya itu.


"Itu kan Ronald dan Della"ucap Fany saat melihat teman dan adik iparnya itu ada di supermarket dan terlihat mereka sedang berbelanja berdua.


"Iya. itu memang mereka”jawab Austin.


“Kok mereka terlihat seperti orang pacaran ya”tutur Fany sambil memandang ke arah Ronald dan Della.


“Kau tidak tahu kalau mereka sedang ada hubungan spesial?”tanya Austin.


"Enggak" ucap Fany dengan polosnya.


"Kasihan sekali dirimu. Apa temanmu itu tidak ada cerita padamu?"tanya Austin lagi.


"Aku akan meminta penjelasannya"ucap Fany yang ingin mendatangi Della.


"Kau jangan ganggu mereka. Kau urusi saja aku yang berstatus suamimu"ucap Austin yang menghalangi aksi istrinya.


Fany pun terpaksa menuruti perkataan Austin dan kembali berbelanja, tapi meskipun matanya masih tetap melirik ke arah Della dan Ronald.


Kini mereka telah selesai berbelanja. Mereka pun kembali pulang ke rumah dengan beberapa kantong plastik belanjaan dan dia langsung meletakkan kantong plastik itu di atas meja dapur.


"Baiklah. Aku akan bersiap-siap untuk memasak makan malam kita nanti"


"Apa kau berniat membuat pesta besar nanti malam? Kalau iya, aku akan membantumu"ucap Austin.


"Tidak kok. Sekarang kau pergi mandi dulu. Biarkan aku saja yang membereskan semuanya"ucap Fany.


"Apa kau yakin dapat melakukannya sendiri?"tanya Austin.


"Kau bisa membantuku kalau kau sudah selesai mandi sayang"ucap Fany.


"Sayang??"ucap Austin sambil tersenyum.


Fany menjadi merasa malu dan langsung mendorong Austin agar segera pergi lalu berkata, "Aku akan menyiapkankan dan suamiku tolonglah pergi cepat mandi"ucap Fany

__ADS_1


"Apa kau sedang tersipu malu?"tanya Austin.


"Iya. Aku menyerah. jadi sekarang kau berhentilah berleha-leha. Ayo cepat pergi mandi sana" ucap Fany.


Austin pun langsung mengerti dan pergi menaiki tangga.


Fany pun langsung mempersiapkan segalanya. Mulai dari mempersiapkan meja, bunga hiasan meja dan yang lainnya.


Fany sedang menyiapkan makan malam, Sedangkan Austin saat ini sedang mandi.


Tak lama kemudian Austin sudah menyelesaikan ritual mandinya memutuskan untuk langsung turun ke dapur dan berencana membantu istrinya.


Saat di dapur, dia melihat Fany yang ternyata sudah selesai memasak.


"Kau mandilah, biar aku yang urus sisa pekerjaanmu ini"ucap Austin.


"Baiklah" ucap Fany langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Austin membereskan sisa pekerjaan yang belum diselesaikan oleh istrinya tadi.


🌷🌷🌷🌷


Bulan demi bulan pun berlalu, tak terasa kehamilan Fany sudah menginjak delapan bulan lebih.


Kini Fany sedang ada di pusat perbelanjaan bersama dengan Della sahabatnya.


Saat sedang asyik berjalan dan tidak memperhatikan jalannya, Fany tidak sengaja menabrak seseorang dan membuat orang itu terjatuh.


"Maaf"ucap Fany.


"Kau tidak apa apa Fany?"ucap Della.


"Aku tidak apa-apa Della, tapi aku sangat mengkhawatirkan Nona ini?"ucap Fany.


"Aku tidak apa-apa Fany"ucap orang itu yang langsung memandang ke arah Tiffany.


"Sesilia"ucap Della dan Fany secara serentak.


"Ya aku"ucap orang itu yang ternyata adalah Sesilia. Orang yang pernah menjadi kekasih hati dari Austin suaminya Fany.


"Sesilia disini? Apa Austin tahu?? Bagaimana reaksinya saat tahu bahwa Sesilia sedang ada di sini. Apa Sesilia akan mengambil Austin dariku"batin Fany.


"Sayang aku di sini"ucap Sesilia yang berteriak sambil melambaikan tangan pada orang yang ada di belakangnya Fany.


"Sayang? Apa itu Austin?"batin Fany lagi.


Fany pun langsung membalikkan badannya untuk melihat dan memastikan orang tersebut.


Fany cukup senang dan terkejut karena orang itu bukanlah Austin.


"Siapa laki laki ini?? Seperti bukan orang sini? Apa mereka sedang ada hubungan spesial?" batin Fany.


"Fany perkenalkan dia adalah Reita kekasihku dan Reita ini dia Fany " ucap Sesilia.


"Hai"sapa Reita.


"Kau pasti terkejutkan? Kau tenang saja aku sudah melupakan Austin kok, karena aku sudah sangat mencintai tunanganku ini"ucap Sesilia.


"Tunangan?"ucap Fany.


"Iya. Kami sudah bertunangan"ucap Seslia.


"Sayang. Ayo kita pergi, nanti kita bisa terlambat"ucap Reita dalam bahasa jepang.


"Oke. Kalau begitu kami pergi dulu ya. Maaf tak bisa berbicara lama-lama dengan kalian, karena kami sedang ada urusan yang sangat penting"ucap Sesilia.


"Tidak apa-apa kok"ucap Fany.


Sesilia dan Reita pun pergi dari situ, sedangkan Fany masih sedikit terkejut dengan apa yang barusan dia lihat.


"Baguslah dia sudah bisa melupakan Austin"ucap Della.


"Argghh..." ucap Fany yang tiba tiba merasakan sakit pada perutnya.


"Kau kenapa Fany?"tanya Della yang terlihat khawatir sekali.


"Tidak tahu. Tapi aku rasa sudah saatnya aku mau melahirkan"ucap Fany.


"Kau memang mau melahirkan Fany! Ketubanmu sudah pecah"ucap Della yang melihat cairah yang sudah mengalir di jenjang kakinya Fany.


Della pun langsung meminta tolong pada orang sekitar itu untuk membantunya membawa Fany ke rumah sakit.


Saat sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, Della langsung menelpon Austin agar dia bisa datang dan melihat istrinya akan melahirkan.


Kini Della sedang berdiri di depan ruangan Fany yang sedang bersalin, tiba-tiba datanglah Austin dengan nafas yang terlihat ngos-ngosan.


"Mana istriku? Apa bayi kami sudah lahir?"ucap Austin.


"Dia ada di dalam"ucap Della.


Saat Austin hendak menuju ke pintu itu, tiba-tiba dia mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu.


"Bayiku sudah lahir"ucap Austin yang menitikkan air mata.


"Aku sudah menjadi ayah" ucap Austin lagi.


Delila dan Ronald pun sudah tiba di rumah sakit.


"Ibu. Kini aku sudah menjadi Ayah. Anakku sudah lahir bu" ucap Austin sambil memeluk Ibunya dengan erat.


"Selamat Nak"ucap Delila.


"Selamat Kak"ucap Ronald.

__ADS_1


Kini mereka pun masuk ke dalam ruangan untuk melihat Fany dan bayinya.


Alex dan Thomas pun sudah tiba di rumah sakit, karena sudah seminggu ini mereka sudah ada di New york untuk melihat keadaan Fany yang akan melahirkan lagi.


"Dia sangat mirip denganmu" ucap Delila sambil menggendong cucunya.


"Ya Bu"ucap Austin.


"Apa nama yang akan kalian beri pada cucu kami ini, Nak"ucap Thomas.


"Justin Al Nero"ucap Austin dengan mantap.


"Nama yang bagus"ucap Delila.


"Bagaimana sayang? Kau suka namanya?"tanya Austin.


"Aku suka kok. Aku hanya berharap kelak dia akan menjadi anak yang sifatnya sama dengan mu. Penyayang dan pekerja keras" ucap Fany.


"Keinginan pun pasti akan terkabul sayang"ucap Thomas sambil mengelus puncak kepala putrinya.


"Terima kasih Ayah dan Kak Alex sudah datang ke sini untuk melihat anakku"ucap Fany.


"Apa sih yang enggak buat keponakan paman. Meskipun tempatku jauh, aku pasti akan datang untuk melihat keponakanku ini"ucap Alexander.


"Kapan kau akan menikah dan memberikanku cucu?"tanya Thomas.


"Tidak akan lama lagi Ayah"ucap Alex.


"Kau jangan terlalu lama melajang"ucap Thomas.


"Itu juga bukan keinginanku Ayah. Hanya saja saat ini jodohku yang belum datang juga"ucap alex.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu tertawa mendengar perkataannya Alex.


Tiga tahun kemudian


Fany terbangun dari tidurnya "Saat aku membuka mataku di pagi hari. Aku merasa sangat senang karena suamiku selalu ada di sisiku. Walaupun usia pernikahan kami sudah berjalan 3 tahun lebih setelah kami menikah, tapi tetap saja ini sulit untuk kupercaya.


Fany dalam keadaan sudah terbangun dari tidurnya langsung tersenyum menatap Austin yang juga baru bangun.


"Selamat pagi. Apakah kau tidur nyenyak?"ucap Fany.


Austin terbangun dan menjawab" Selamat pagi juga Istriku. Apa kau sudah lama bangun?"


"Aku baru bangun juga kok"ucap Fany.


Austin pun langsung memeluk Fany dengan erat dan berkata, "Ini hari Minggu jadi sebaiknya tidur kembali."


"Tapi aku harus bangun. Anakku pasti sudah bangun saat ini"ucap Fany.


Austin pun tersenyum dan bergumam, "Biarkan seperti ini 5 menit saja"


Fany pun ikut tersenyum senang dan memeluk suaminya yang manja itu.


Di sebuah halaman yang sangat indah. Hijau menyejukkan mata. Tampak anak kecil yang berlari dan kejar-kejaran dengan kucing kesayangannya, tak lupa dia juga di temani dengan neneknya.


"Sayang, itu Ayah dan Ibumu sudah bangun"ucap neneknya.


"Ayah, Ibu"ucap anak itu dengan suara gemasnya.


"Maaf bu. Kami bangun kesiangan"ucap pria itu yang tak lain adalah Austin.


"Tidak apa apa. Ibu mengerti kok"ucap Delila.


Ya. Saat ini mereka sedang mengadakan piknik di halaman mansiion milik Austin.


Austin pun mendekati putranya.


Setelah itu Austin mengendong dan meminta maaf pada putranya karena dia sudah bangun terlambat dan membuat putranya terlalu lama menunggu.


Fany merasa sangat terharu dan senang melihat Austin yang begitu sangat menyayangi putra mereka.


"Bagaimana jika saat itu kau tidak mencintaiku? Pasti saat ini aku tidak akan merasakan kebahagiaan yang sangat besar ini" batin Fany sambil meneteskan air mata.


"Kau kenapa menangis sayang?"ucap Austin yang merasa khawatir.


"Ini tangis bahagia sayang. Aku sangat senang dan bahagia bisa memikiki suami sepertimu dan putra imut ini"ucap Fany sambil mencubit pelan pipi putranya.


Kini mereka sedang asik bermain, di sela-sela bermain Fany bertanya pada Austin.


" Apakah pernah berpikir kalau yang kita jalani selama beberapa tahun ini terasa seperti mimpi?”Tanya Fany.


"Iya. Dan aku berharap kalau mimpi ini tidak akan pernah berakhir”ucap Austin


"Aku sangat mencintamu"ucap Austin lagi.


"Aku juga mencintaimu"ucap Fany.


Austin pun mencium puncak kepala Fany dan berkata,”Terima kasih karena sudah hadir di dalam hidupku”


Tamat.....


🌷🌷🌷


#Cukup sampai disini saja ya novel "Takdirku Hidup Bersamamu"


Aku beri apresiasi dan mengucapkan rasa terima Kasih yang sebesar besar nya kepada teman teman yang sudah mau membaca dan selalu setia untuk menunggu update nya


Aku berharap semoga kalian menyukai novel ini ya


Sekali lagi terima kasih🙏🙏😊

__ADS_1


Salam Author


Insani Syahputri


__ADS_2