Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Dua Puluh


__ADS_3

"Aku suka dengan ide kalian. Rapat sudah selesai dan kalian sudah boleh pergi dari ruangan ini"ucap Austin dan para staff pun langsung beranjak pergi.


"Huft....hampir saja. Untung kita tidak jadi mengganti ide lagi"ucap salah seorang staff ketika sudah diluar ruang rapat.


"Kau benar. Tapi aku pikir-pikir bos kita dan sekretaris pribadinya itu sama-sama aneh"ucap staff yang lainnya.


"Aku tidak peduli. Biar dia aneh atau tidak yang jelas selama aku kerja di sini gajiku harus lancar di berikan bos" ucap salah seorang staff lagi.


Mereka pun tertawa dan pergi menuju ruangan nya masing masing.


🌹🌹🌹


Charles dan Tiffany kini sudah duduk bersantai bersama di ruang tv.


Charles memuji kelihaian Tiffany dalam berurusan dengan pekerjaan membereskan dan merapikan perabotan rumah.


Tiffany hanya tersenyum kepada Charles.


Tiba-tiba Tiffany merasa ada yang aneh pada perutnya.


Seperti ada yang ingin bergelonjak keluar dari dalam perutnya.


Charles yang melihat perubahan raut wajah Fany langsung khawatir karna wajah Fany terlihat pucat.


"Fany kamu kenapa??"(merasa khawatir)


"Dimana letak kamar mandimu Charles?"tanya Tiffany sambil memegang perutnya.


"Ada di sana"ucap Charles sambil menunjukkan letak kamar mandinya.


Tiffany langsung berlari menuju kamar mandi dan berjongkok dekat walk in closet dan memuntahkan semua yang tadi ingin keluar dari perutnya.


Keringat Tiffany pun bercucuran di seluruh wajahnya setelah memuntahkan cairan bening dari mulutnya.


Charles pun datang menyusul ke kamar mandi tamu untuk memastikan keadaan Tiffany.


Saat sampai di sana, dia terkejut melihat Tiffany yang duduk terkelui lemas.


"Fany kamu kenapa?"(Memegang pundak Fany)


"Aku baik-baik saja Charles. Kau jangan khawatir"(Sambil tersenyum)


"Tapi wajahmu pucat sekali Fany"(menatap wajah Fany dengan intens)


Tiffany hanya diam.


Charles langsung memapah menuju ruang tv dan menduduk Tiffany di sofa.


"Charles bisa tolong ambilkan obat yang ada di dalam tasku"


"Obat??"


"Iya"


Charles langsung menuju meja dekat sofa itu dan membuka tas milik Tiffany.


Kemudian dia mengambil obat yang ada di dalam plastik.


Charles mengeryitkan dahinya kala melihat obat vitamin untuk wanita hamil dan obat pereda mual.


Lalu Charles pergi ke dapur mengambil segelas air mineral dan memberinya pada Tiffany.


Tiffany langsung meminum obat itu dan membuatnya sudah merasa sudah merasa lebih baik dari sebelumnya.


"Kamu hamil Fany?"tanya Charles dengan ragu-ragu.


"Iya"

__ADS_1


"Sudah berapa usia kandunganmu?"


"Sudah jalan 6 minggu Charles"


"Tapi usia pernikahanmu belum ada sebulan Fany"


"Sebenarnya aku sudah hamil sebelum menikah Charles. Aku jadi malu dan aku tidak tau mau di letakkan di mana wajahku ini"ucap Tiffany yang merasa malu terhadap Charles.


Tiffany berfikir kalau Charles akan menganggapnya wanita yang tidak baik dan hina.


"Tidak perlu malu Fany. Aku yakin kalau kau wanita baik-baik Fany"


"Coba kamu ceritakan padaku. Kamu anggap saja aku sebagai teman curhatmu dan aku akan mendengar semua ceritamu"ucap Charles yang memang penasaran kenapa Fany bisa sampai seperti itu.


"Sebenarnya ada kesalahan yang terjadi pada aku saat sedang berkunjung ke hotel.


Saat itu dia lagi mabuk dan pria itu dan kami pun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan"


"Lalu dia tidak bertanggung jawab?"


"Akulah yang memintanya untuk tidak bertanggung jawab dan melupakan kejadian itu saja. Aku ingin melupakan kejadian itu dengan fokus pada pekerjaanku.


Sudah sampai sebulan setelah kejadian itu baru aku menyadari kalau diriku ternyata sedang mengandung anaknya"


"Lalu dia sudah mengetahui kalau kau hamil?"


"Sebenarnya aku berencana untuk tidak mencarinya dan memberitahu kalau aku sedang mengandung anaknya karena aku pernah berjanji dan mengatakan padanya untuk tidak bertanggung jawab"


"Jadi dia tidak bertanggung jawab. Justru pria lain yang malah menikah denganmu"


"Bukan seperti itu Charles. Dia sudah bertanggung jawab. Itu bermula saat aku ke rumah sakit dan bertemu dengan Ibunya dan aku benar-benar tidak menyadari hal itu. Lalu aku bertemu lagi dengan pria itu saat di kantor. Saat itu aku pinsan dan dia membawaku ke rumahnya dan dia sudah mengetahui kalau aku tengah hamil anaknya. Dan di situlah Ibunya menyuruh kami untuk menikah"


"Jadi bagaimana responnya?"


"Dia cukup kaget. Lalu aku mengatakan pada untuk mengugurkan bayi ini karena saat itu aku ingat dia pernah mengatakan bahwa dia memiliki seorang kekasih yang sangat dia cintai"


"Ya saat itu dia setuju. Lalu kami pergi ke rumah sakit. Kami sudah mengurus administrasinya.Tapi tiba-tiba dia membatalkan rencana untuk mengugurkan bayi kami"


"Oh syukurlah. Setidaknya dia masih punya hati "


"Kau benar. Setidaknya dia masih menyayangi bayi ini"


"Kau bilang dia punya kekasih??"


"Iya. Lagian akulah yang menjadi pengganggu hubungan mereka dan membuat hubungan mereka jadi berantakan"


"Kau jangan berkata seperti itu Fany. Ini hanya kesalahan takdir yang sedang mempermainkanmu. Jadi sekarang dia menikah dengan mu tanpa ada rasa cinta?"


"Aku tidak peduli soal cinta Charles. Dia sangat peduli dengan bayi ini aku sudah membuatku merasa senang"


"Jika orangtuanya tidak saling mencintai seseorang, bagaimana anak itu akan mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya Fany?"ucap Charles.


"Dimana dia sekarang?"tanya Charles.


"Aku tidak tahu Charles. Soalnya dia tidak pernah menyinggung masalah itu?"


"Bagaimana jika kekasihnya tiba-tiba datang? Apa dia akan menceraikanmu dan meninggalkan kalian nantinya?"


"Aku sudah siap menerima kenyataan itu Charles. Jika dia melakukan itu dan menceraikanku maka aku hanya bisa menerimanya"ucap Tiffany.


"Lagian kami menikah karna kesalahan. Jadi aku harus menerima jika suatu saat dia akan menceraikan aku"ucap Tiffany lagi.


"Siapa pria itu??? Kau bilang dia pernah datang perusahaanku"


"Dia... "ucap Tiffany yang ragu untuk mengatakan nya.


"Aku janji untuk tidak mengatakan pada orang lain dan ini akan menjadi rahasia diantara kita berdua"

__ADS_1


"Dia Austin Nero"


"Apa??Austin??"


"Iya!! Kau mengenalnya??"


"Dia rekan bisnisku dan kami juga berteman"


"Apa?? Charles aku mohon untuk kau berpura pura tidak tau dengan semua yang telah aku katakan jika kalian bertemu ya"


"Tapi kenapa Tiffany?"


"Karena aku tidak ingin dia menganggapku sebagai orang yang suka menceritakan semua permasalahan kami pada orang lain"


"Aku takut dia tidak suka dan akan berdampak pada anak ku nantinya" ucap Fany lagi.


"Baiklah jika aku bertemu dengannya aku akan bersikap seolah-olah tidak tahu mengenai hubungan kalian"


"Terima kasih Charles"


"Diantara teman tidak perlu berterima kasih Fany"


Tiffany merasa senang dan lega mendapatkan teman untuk berbagi cerita dengan Charles.


Tiffany sadar dia sudah kebanyakan bicara


dan ternyata hari sudah malam.


Tiffany pun izin pulang dan memilih jalan kaki karna rumah nya tidak terlalu jauh.


Charles langsung khawatir karna Tiffany pulang dengan berjalan kaki langsung memilih menemani nya untuk pulang.


"Tidak apa apa Charles. Aku bisa sendiri kok"


"Tidak Fany. Bahaya kalau kau pulang sendirian. Bagaimana jika nanti kau di culik para preman?"


"Hahahaha... Tidak mungkinlah Charles "


"Aku serius Fany. Aku sangat mengkhawatirkanmu"


"Baiklah Charles. Aku tidak bisa menolak permintaanmu"


Charles pun menemani Fany pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Dan mereka pun tiba di depan rumah Austin.


"Aku tidak heran jika rumah besar ini milik Austin" ucap Charles saat mereka sudah ada di depan gerbang.


Lalu sorot sinar lampu mobil menyilaukan Charles dan Tiffany. Mereka menoleh ke sumber cahaya dan mendapati Austin yang keluar dari mobil itu. Austin menatap penuh makna pada Charles, begitu juga sebaliknya.


Austin pun mendekat dan menyimpan banyak tanya di hatinya. Apa hubungan Charles dengan istrinya? Dia bahkan tak melepaskan pandangannya pada Charles yang tengah bersama istrinya di jam malam seperti ini.


****


Akankah Austin cemburu melihat istrinya bersama dengan rekan bisnisnya ?


Selamat membaca ya readersku


Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya


Dan jangan lupa dibaca dan beri vote serta kasih komentar kalian


Maaf ya karna selalu telat up


Salam dari Author


Insani Syahputri


saranghae semuanya

__ADS_1


__ADS_2