
"Ada apa ya pak memanggil saya ke sini?"tanya Tiffany dengan sopan.
"Saya menyuruhmu ke sini untuk merekomendasimu agar menjadi sekretaris pribadi saya"ucap Charles.
"Apa"ucap Tiffany yang terkejut.
"Kau kenapa terkejut? Apa kau tidak senang?"tanya Charles yang sedikit heran melihat ekspresi wajah Fany.
"Tidak begitu pak! Saya hanya terkejut karna kenapa harus saya yang menjadi sekretaris bapak?"ucap Tiffany.
"Sementara saya hanya karyawan biasa dan rendahan padahal di kantor ini masih banyak orang yang mau bersedia menjadi sekretaris bapak bahkan mereka juga terlihat lebih baik dari saya"lanjut Tiffany lagi.
"Tapi saya maunya kamu yang menjadi sekretaris saya!"tegas Charles.
"Tapi saya tidak bisa pak Charles!" ucap Tiffany yang masih tetap pada pendiriannya.
"Saya tidak suka di bantah jadi saya ingin kau menjadi sekretaris dan tidak ada kata penolakan" ucap Charles yang masih bersikeras untuk menjadi Fany sebagai sekretarisnya.
"Atau---" ucap Charles.
"Atau apa pak?" ucap Tiffany yang sangat ingin tau apa yang akan di katakan Charles selanjutnya.
"Atau kau bisa untuk mengambil surat pemecatan pada HRD sekarang juga! "ucap Charles dengan sedikit mengancam.
"Tidak pak... Bapak tidak bisa melakukan ini! Saya tidak akan memiliki pekerjaan lagi jika saya keluar dari perusahaan ini" ucap Tiffany yang terkejut.
"Kenapa tidak...Saya bos di perusahaan ini! Saya sudah menawarkan pekerjaan yang lebih baik tapi anda menolak nya Nona Lee"ucap Charles.
"Sekarang semua keputusan tergantung pada mu Nona Lee"ucap Charles.
"Baiklah pak Charles, saya akan menerima permintaan anda" ucap Tiffany.
"Good choice Nona Lee!" ucap Charles sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya pamit keluar pak Charles karna masih ada pekerjaan yang harus saya selesai "ucap Tiffany yang sudah berdiri dari kursi.
"Baiklah Nona Lee, mulai besok anda sudah boleh memindahkan barang barang anda ke meja itu?"ucap Charles sambil menunjuk ke arah meja.
Charles telah memperkerjakan seseorang untuk meletakkan meja kerja sekretaris nya tepat di sebelah meja nya meski jarak nya agak sedikit jauh.
Charles memang sengaja melakukan itu karna dia ingin sekretaris barunya bersebelahan dengannya agar lebih mudah untuk saling berkomunikasi dan mempermudah melakukan pekerjaan.
"Saya mengerti pak!" ucap Tiffany lalu melangkah kakinya keluar dari ruangan.
"Gadis yang menarik! Malah aku di panggil bapak lagi! Emang aku setua itu??" ucap Charles sambil tersenyum.
🌷🌷🌷
"Kau dari mana saja? Aku dari tadi mencari mu, Fany" ucap Della.
"Aku dari ruangannya pak Charles!"ucap Fany yang bau sampai di ruangan kerjanya dan langsung memilih duduk.
"Apa!! Ruangan pak Charles?? Ngapain Fany??"tanya Della yang terlihat begitu antusias.
"Tuan Charles menyuruhku untuk menjadi sekretarisnya" ucap Tiffany dengan nada malas dan orang akan tau kalau dia tidak menyukainya hanya dengan mendengar nada bicaranya.
"Kenapa kau seperti nya tidak senang Tiffany? Seharusnya kau senang dan kita patut merayakannya" ucap Della yang terlihat bahagia.
"Bagaimana aku bisa senang Della? Kau tau, aku akan takut sekali jika orang-orang di kantir ini tau kalau aku tiba-tiba jadi sekretarisnya pak Charles! Mereka pasti tidak akan suka dan akan menceritakan yang tidak-tidak mengenai diriku" ucap tiffany lalu membenturkan kepalanya ke meja kerja itu.
"Kenapa kau harus takut Tiffany? Kau tidak usah pedulikan perkataan mereka!" ucap Della.
"Kau tau aku hanya karyawan bawahan dan tiba-tiba jadi sekretarisnya pak Charles padahal masih banyak yang lebih baik dariku yang pasti mau menjadi sekretarisnya tuan Charles" ucap Tiffany sambil menangis kecil.
"Fany...Dengar aku! Jangan bersedih!" ucap Della sambil memegang wajah Tiffany sehingga mereka saling bertatapan.
__ADS_1
"Kau tidak usah pedulikan apa kata-kata orang nanti! Ini adalah keberuntungan mu Fany. Kau hanya perlu lebih bekerja keras lagi untuk menunjukkan pada mereka semua bahwa kau bisa melakukannya juga" ucap Della dengan serius.
"Benarkah??Apa aku bisa melakukannya?"ucap Tiffany.
"Kau pasti bisa Fany, pokoknya kau harus bekerja dengan giat dan aku pasti akan selalu mendukungmu" ucap Della dengan tersenyum untuk memberi semnagat kepada Fany.
"Terimakasih Della, kau memang teman terbaikku!" ucap Tiffany sambil memeluk Della.
🌷🌷🌷
Seorang pemuda tampan keluar dari mobil mewah nya roll Royce warna hitam dan measuk ke dalam gedung yang bertuliskan Addison Corp.
"Dengan Austin Nero ingin bertemu Charles Addison! "ucap pria yang tak lain adalah Austin.
"Silakan tuan Austin, anda sudah di tunggu oleh tuan Charles di ruangannya!" ucap Repsesionis itu sambil memberikan jalan dan mengantarkan Austin ke ruangan nya Charles.
"Tuan Charles...Tuan Austin sudah tiba di sini" ucap Jack yang memberitahu kedatangan Austin pada Charles.
"Hmm, aku sudah tau!" ucap Charles yang sibuk dengan laptopnya.
Tiba tiba ada suara ketokan pintu terdengar oleh telinga Charles dan Jack.
"Itu pasti dia!" ucap Jack sambil berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut.
"Senang bisa berjumpa denganmu tuan Austin!"ucap Charles.
"Tidak usah terlalu bicara dengan formal tuan Charles!" ucap Austin.
"Begitu pula dengan anda Austin!" ucap Charles.
"Baiklah, apa kita bisa mulai rapatnya?"tanya Austin.
Mereka pun memulai rapat mengenai kerja sama bisnis Mereka.
"Semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan untuk perusahaan kita Austin dan senang jika perusahaan saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan anda!" ucap Charles sambil menjabat tangan.
"Begitu pun dengan anda Charles, senang bisa bekerja sama denganmu"ucap Austin.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Austin.
"Baiklah, aku akan mengantarmu sampai ke lift"ucap Charles.
"Tidak perlu mengerepotin Charles! Kau lanjut saja pekerjaanmu yang lain, aku akan pergi sendirian saja" ucap Austin.
"Baiklah, kalau itu mau!"ucap Charles.
"Kalau begitu saya pergi dulu"ucap Austin.
"Hmm, iya "ucap Charles.
~~~
Tiffany terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya dan dia juga terlihat lemas wajahnya pun terlihat pucat basi.
Di saat dia sedang tengah serius bekerja tiba tiba ada wanita yang datang dan menjambak rambut Tiffany.
"Hei kau, apa yang kau lakukan sama tuan Charles sampai-sampai kau bisa jadi sekretarisnya?"ucap wanita yang bernama Shinta smith.
"Hah...sakit!" ucap Tiffany yang refleks memegang rambutnya.
"Ish apa-apaan sih kamu tiba-tiba datang dan main jambak aja" ucap Della dan langsung mendorong tubuh Shinta sampai terjatuh.
__ADS_1
"Dasar wanita ******!" ucap Shinta yang bangkit dan mendorong tubuh Della.
"Shinta, apa kau punya masalah dengan ku?"tanya Fany.
"Menurutmu?"ucap Shinta yang langsung menampar pipi Tiffany.
"Seharusnya aku yang jadi sekretaris tuan Charles bukannya kau!" ucap Shinta lagi.
"Aku minta maaf, saya tidak tau apa-apa Shinta! Aku juga terkejut saat pak Charles memintaku untuk menjadi sekretarisnya"ucap Tiffany sambil memegang pipinya yang merah akibat bekas tampar Shinta.
"Kau jangan mengarang cerita Fany atau jangan-jangan kau sudah tidur dengannya?"ucap Shinta yang ingin mempermalukan Fany di depan karyawan lainnya
"Ucapanmu apa tidak bisa di jaga?" ucap Della yang langsung menampar pipi Shinta.
"Kau..."ucap Shinta yang ingin membalas tamparan Della.
Tiba tiba semua orang yang ada di situ langsung berkumpul menyaksikan pertengkaran hebat itu.
Shinta ingin mendorong tubuh Della tapi di halau oleh Fany sehingga Fanylah yang terjatuh dan tubuh membentur meja.
Tiba-tiba Fany pun tidak sadarkan diri.
Austin yang berjalan melewati lobi kantor tiba-tiba melihat ada kerumunan, dia terlihat sangat penasaran dengan apa yang terjadi di sana.
Kemudian Austin pun memutuskan untuk pergi melihatnya.
Di saat dia pergi ke sana, semua orang terkejut dengan kedatangan Austin.
Siapa yang tidak kenal dengan Austin
Ceo muda dari Nero Corp yang terkenal akan ketampanan nya. Semua orang pun membungkuk hormat kepada Austin dan memberikan akses jalan kepada nya.
Austin terkejut melihat wanita yang tidak sadarkan diri di hadapannya itu.
Ya siapa lagi kalau bukan Tiffany Lee.
"Fany!" batin Austin dan refleks berjalan mendekati tubuh Tiffany.
"Dia kenapa bisa tak sadarkan diri, hah?" ucap Austin yang marah.
Austin tiba tiba teringat perkataan Ibunya yang mengatakan bahwa Tiffany kini tengah hamil dan itu membuat dia semakin khawatir.
Selamat Membaca
Hai readersku jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya
Dan jangan lupa komen juga untuk memberiku saran dan ide kalian
Tidak papa kan???
saya sudah berusaha untuk mengatur waktu untuk nulis dan untuk kuliah saya
Maaf ya karna telat up
Jangan lupa beri vote kalian juga ya
Salam manis dari Author
Insani Syahputri
Saranghae semuanya
__ADS_1