Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

Tiffany hanya bisa menatap kepergian mobil suaminya yang sudah menjauh dan melambaikan tangan sendirian.


"Di saat kau membawaku ke kantormu. Kupikir aku sudah akan bisa hidup bersamamu. Tapi itu hanya khayalanku saja"ucap Fany yang menatap kepergian mobil suaminya.


🌷🌷🌷🌷


Di sofa terlihat seorang gadis yang duduk dengan mata yang terlihat sedikit bengkak.


Dan gadis itu hanya duduk sambil termenung.


"Kau kenapa Sesilia? Dari semalam kau hanya menangis saja"tanya Theresa.


Gadis Itu adalah Sesilia. Semalam dia datang ke apartemen Theresa sahabatnya.


Sekarang Theresa bingung dengan Sesilia yang tidak tahu kenapa sahabat itu hanya menangis dari semalam.


"Coba cerita padaku. Apa sebenarnya sudah terjadi pada mu sampai kau seperti ini?" ucap Theresa.


"Apa Austin menyakitimu?"tebak Sesilia.


"Dia sudah menikah kak"ungkap Sesilia sambil menangis dan itu berhasil membuat Theresa merasa terkejut.


"Apa!! Kau pasti sedang bercandakan?"tanya Theresa.


"Ternyata Kakak juga berpikir seperti itu. Tapi ini benar Kak, Austin sudah menikah bahkan Istrinya sedang mengandung anaknya"ucap Sesilia.


"Jangan bilang perempuan yang waktu itu adalah istrinya"ucap Theresia yang mengingat saat ketemu dengan Austin di restoran.


"Wajahnya seperti orang asia"ucap Theresia yang mengingat wajah Fany.


"Iya. Dia adalah istrinya Austin Kak"ucap Sesilia yang membenarkan perkataan Theresa.


"Tapi kenapa Austin menikah dengannya? Apa hati Austin bisa langsung secepat itu berpaling saat kau pergi ke jepang beberapa bulan ini?"ucap Theresia.


"Ada kesalahan yang fatal terjadi saat di hotel Kak. Seandainya aku pergi saat itu, ini semua pasti tidak akan terjadi"ucap Sesilia.


"Austin pria yang bertanggungjawab Kak. Wanita itu sedang mengandung anaknya dan Austin harus bertanggung jawab atas anak itu" ucap Sesilia.


"Apakah kau ingin melupakan dia?"ucap Theresia.


"Aku tidak bisa melupakannya begitu saja kak. Aku sangat mencintainya" ucap Sesilia.


"Tapi Austin sudah tidak bisa kau miliki lagi"ucap Theresia.


"Austin mengatakan padaku untuk menunggunya karena dia akan menceraikan istrinya saat bayi itu sudah lahir. Dan dia juga ingin menikahiku dan menjadikanku sebagai Ibu dari anak itu. Tapi aku tidak menginginkan itu kak"ucap Sesilia.


"Kenapa kau tidak mau? Jangan bodoh Sesilia!"ucap Theresia.


"Karena aku tidak mau Austin menikahiku dengan hanya menjadikanku Ibu dari anaknya padahal anak itu tidak lahir dari rahimku"ucap Sesilia.


"Apakah kau mencintainya?"tanya Theresia.


"Iya Kak. Aku sangat mencintainya"ucap Sesillia.


"Dengarkan apa yang Austin katakan.


Maksud kakak, kau harus harus mengambil seharusnya yang menjadi milikmu"ucap Theresia.

__ADS_1


"Apa Maksud kakak? Aku tidak mengerti"ucap Sesilia.


"Mungkin saja wanita itu sudah merencanakan semuanya untuk merebut Austin" ucap Theresia.


"Aku tidak mengerti. Bisakah Kakak menjelaskannya secara detail" ucap Sesilia.


"Kau tahu kan kalau Austin itu pria kaya dan dia juga tampan. Bisa saja wanita itu menjebak Austin dengan berpura pura hamil anaknya. Kita tidak tahu apakah itu benar anaknya atau bukan. Tapi yang jelas kau harus mengambil Austin darinya. Jangan sampai wanita itu membuat Austin semakin berpaling darimu" ucap Theresia.


"Kakak benar. Aku harus mengambil Austin darinya. Austin itu hanya milikku seorang"ucap Sesilia yang terlihat ingin merencanakan sesuatu.


🌷🌷🌷


Hari ini Ronald Nero sudah bekerja di perusahaan Nero Corp.


Diruangan nya, Austin memdapat pesan dari Sesilia yang mengatakan bahwa dia bersedia menunggu Austin dengan syarat Sesilia harus tinggal di Mansion itu juga.


"Kak. Kenapa kau hanya termenung saja? Apa kau sedang memikirkan sesuatu Kak?" tanya Ronald.


"Tidak ada" ucap Austin.


"Apa sedang memikirkan kak Fany?"tanya Ronald lagi.


"Aku bilang tidak ada!"ucap Austin yang berteriak.


"Lebih baik kau kerjakan pekerjaanmu”imbuh Austin lagi.


"Apa yang harus aku kerjakan?"ucap Ronald.


"Antarkan berkas ini ke perusahaan Charles"ucap Austin sambil melemparkan dokumen itu ke meja.


"Baiklah"ucap Ronal sambil mengambil berkas itu.


Bahkan saat sampai di perusahaannya Charles, dia pun masih merasa dongkol sampai dia menabrak seseorang.


"Apa kau tidak punya mata?"ucap seorang gadis yang tak lain adalah Della.


Ronald mengambil berkas dokumen yang sudah berserakan itu .


Setelah itu dia berdiri dan dia terdiam dan menatap gadis yang ada di hadapannya.


"Apa kau tidak bisa perhatikan jalanmu?"ucap Della lagi tapi Ronald hanya diam dan hanya menatapinya.


"Halo. Apa kau bisa mendengarkanku?"ucap Della yang menyadarkan Ronald dari lamunannya.


"Maaf. Saya Ronald Nero sekretaris Austin Nero”Tutur Ronald dengan sopan.


" Oh jadi kamu sekretarisnya Austin. Perkenalkan Saya Della. Senang bisa berkenalan denganmu"ucap Della yang memperkenalkan dirinya.


"Tunggu. Apakah kau adiknya?”ucap Della yang sedikit terkejut setelah mendengar nama bekalang mereka sama.


"Iya" ucap Ronald.


"Cih. Apakah setega itu Austin sampai membuat adiknya sebagai sekretarisnya sendiri" batin Della.


"Ada apa datang kesini?"tanya Della.


"Aku mau mengantarkan ini ke kak Charles"ucap Ronald sambil menunjukkan berkas file yang dia pegang.

__ADS_1


"Oh. Kalau begitu mari saya antar ke ruangannya" ucap Della yang menawarkan untuk mengantar Ronald.


"Baiklah"ucap Ronald kemudian dia bergegas mengikuti Della menuju ruangan Charles.


🌷🌷🌷


Sore ini Fany terlihat sedikit lelah karena dia baru saja menyelesaikan yoga khusus untuk wanita hamil.


Fany mengikuti intruksi dari video yang dia tonton dari televisi.


Fany pun memutuskan untuk duduk di sofa. Saat sudah duduk dia melihat ke arah pintu.


Dia melihat Austin yang sudah pulang dari kantornya.


Tapi hatinya sedikit sakit saat melihat kepulangan suaminya bersama dengan Sesilia.


Ya saat ini Sesilia ada di mansion ini juga. Terlihat wanita itu sedang memegang koper miliknya.


"Mulai hari ini dia akan tinggal di sini" ucap Austin.


"Kamarmu ada sebelah sana"ucap Austin sambil menunjukkan kamar untuk Sesilia.


Kemudian Austin melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang ada di lantai atas.


Kini tinggallah Fany dan Sesilia di ruang tamu itu.


"Kamu jangan harap untuk bisa mengambil Austin dariku"sarkas Sesilia.


Terlihat Sesilia mendekati Fany.


"Aku tidak akan membiarkan orang lain merebut yang seharusnya menjadi milikku"ucap Sesilia lagi.


"Aku tidak ada merebut Austin darimu"bantah Fany.


"Aku tidak tahu apa sebenarnya rencanamu tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan Austin jatuh ke tanganmu. Setelah anak itu lahir, kau harus angkat kaki dari rumah ini"ucap Sesilia.


Kemudian Sesilia meninggalkan Fany dan menuju kamarnya yang sudah di tunjuk Austin tadi.


🌷🌷🌷


Sampai disini dulu ya guys


Berhubung virus corona yang sedang menyebar


Aku harap kalian dapat menjaga kesehatan,


jangan lupa cuci tangan dengan sabun.


Dan paling utama selalu berdoa kepada tuhan


menurut agama kalian masing masing.


Selamat membaca ya


Jangan lupa like dan beri komentar kalian


Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊

__ADS_1


Saranghae semuanya


__ADS_2