
Tiffany akhirnya pulang juga. Dia melihat Austin yang mondar-mandir di teras depan.
Fany pun teringat dengan hadiah yang dia beli tadi. Fany langsung bergegas menyembunyikannya di taman bunga.
Setelah itu, Fany pun langsung pergi menemui suaminya itu.
Austin kini sudah menyadari kehadiran istrinya, sedangkan Fany menatap penuh senyum pada suaminya itu. Mereka pun saling mendekat.
"Jam berapa sekarang? Kenapa kau baru pulang? Apa kau ingin membuat diriku gila?"ucap Austin yang begitu marah.
Fany tidak menjawabnya. Dia malah langsung mencium bibir Austin dan memeluk suaminya dengan begitu erat.
Fany tahu hanya dengan cara seperti itu dia bisa meredam kemarahan seorang Austin Nero.
Austin tentu heran dengan tindakan Fany saat ini.
Dengan sedikit gugup Austin pun bertanya
"Apa yang kau lakukan? Apa kau sengaja ingin membuatnya terpesona dan aku tidak jadi marah padamu?"
Walau pun saat ini dia sedang marah tapi Austin pun masih membalas pelukan istrinya itu.
"Hmm iya. Tapi aku minta maaf ya. Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi"ucap Fany dengan suara yang begitu menggemaskan.
Austin seolah terhipnotis dan mengaku kalau dia tidak bisa berkata-kata lagi. Sebenarnya dia tidak ingin semudah ini memaafkan Fany.
"Baiklah aku akan memaafkanmu. Tapi aku akan menghukummu terlebih dahulu" ucap Austin yang mendadak mengendong Fany ala Bride Style dan membawanya menuju kamar mereka.
Saat sudah sampai di dalam kamar, Austin langsung membaringkan tubuh Fany dengan pelan di atas kasur empuk mereka.
Lalu Austin pun langsung mengukung tubuh Tiffany.
"Apa yang kau lakukan Austin?" tanya Fany.
"Aku akan menghukummu dan akan membuatmu tidak bisa berjalan untuk beberapa hari ke depan" ucap Austin yang tersenyum nakal
"Ingat Austin, kalau saat ini aku tengah mengandung anak kita" ucap Tiffany yang menggunakan calon anak mereka sebagai perisai agar suaminya itu tidak jadi melanjutkan aksinya.
"Aku selalu mengingat itu Fany, tapi aku akan tetap melanjutkan hukuman untukmu tanpa melukainya"ucap Austin.
Tanpa banyak bicara lagi, Austin pun memulai menjalankan aksinya mulai dari mencium sampai mengecap setiap inci dari lekuk tubuh istrinya.
Sedangkan Fany hanya bisa pasrah atas setiap perlakuan dari Austin yang begitu bergairah dan nikmat.
Mereka pun kini saling menikmati permainan yang mereka ciptakan sendiri dan permainan itu baru berakhir saat Tiffany sudah merasa begitu lelah.
Tiffany merasa begitu lelah bercampur dengan kantuk yang sudah menyerang akhirnya membuat dia langsung tertidur.
Sedangkan Austin langsung mengambil Handphonenya dan menghubungi Charles dan mengatakan kalau dia akan datang berkunjung ke apartemennya meskipun itu sudah larut malam.
Lagi pula Apartemennya Charles tidak jauh dari rumahnya Austin.
Setelah selesai menelpon, Austin pun langsung membersihkan dirinya dan memakai kaos bolong yang lehernya begitu lebar.
Austin sengaja memakai itu, agar Charles dapat melihat setiap tanda kepemilikan yang terukir disekitar dada dan lehernya akibat perlakuan dari istrinya tadi.
Sebelum pergi, Austin mendekati istrinya yang tengah tertidur.
"Aku pergi dulu ya. Cuma sebentar saja kok.
Aku ingin memperingati seseorang agar tidak terlalu dekat denganmu" ucap Austin lalu mengecup kening istrinya yang lagi tidur itu.
Kini Austin sudah ada di apartemen Charles. Saat pintu itu terbuka, Charles langsung mengarahkan pandangan pada leher dan dada Austin.
"Apa dia datang ke sini hanya mau pamer itu"batin Charles yang dalam mode kesal.
Sedangkan Austin tersenyum puas melihat raut wajah Charles yang merasa begitu kesal.
Karena dia dan Austin sudah menjalin hubungan baik dalam bisnis mereka. Maka kali ini Charles bermurah hati untuk menjamu tamunya yang datang tengah malam.
__ADS_1
Dia juga menyuguhkan Austin minum alkohol dan membawa dia ke bar kecil miliknya yang ada di apartemen itu.
Kini mereka duduk berhadapan di mini bar milik Charles dan menikmati minuman mereka. Di depan keduanya ada botol yang berisi minuman dengan warna berbeda. Tentunya saja semua adalah alcohol.
Austin pun mengakatan kalau dalam hal berbisnis dia sangat menyukai Charles, tapi untuk hubungan pribadi, dia jelas sangat tidak menyukainya.
Dan Charles pun juga yang mengatakan hal yang sama juga.
Kemudian keduanya sama-sama meneguk meminumnya sampai habis. Pandangan mereka sama-sama tajam dan seolah akan menusuk ke ulu hati masing masing.
Setelah minum habis, Austin berkata pada Charles.
“Tolong jaga terlalu dekat dengan istriku. Aku rasa kau bisa mengerti perasaanku sebagai seorang laki-laki jika ada seseorang yang mendekati istrinya.
“Baiklah. Sekarang aku sangat yakin kalau Fany akan bahagia bersamamu”tutur Charles.
"Lagian sekarang aku menganggap Tiffany sebagai adikku saja, jadi kau jangan takut kalau aku akan mengambilnya darimu"ucap Charles lagi.
"Benarkah? Apa aku bisa mempercayaimu"tanya Austin yang masih terlihat ragu terhadap perkataan Charles.
"Terserahmulah. Pokoknya Fany itu memang sudah ku anggap sebagai adikku, tapi kau jangan membuat jarak untukku dengan Fany, karena aku tahu maksud kedatanganmu ke sini"ucap Charles dengan nada yang begitu serius
"Baiklah aku akan mempercayaimu dan kau boleh bertemu dengan Fany, tapi kau harus ingat batasanmu"ucap Austin yang memperingatkan Charles dengan batasannya.
"Baiklah"ucap Charles yang tidak mau banyak berkata-kata dengan Austin.
Mereka pun meminum gelas selanjutnya, seperti itu terus sampai satu botol wine yang tersedia sudah kosong tak bersisa.
kini Austin pun memutuskan untuk pulang kembali ke mansionnya dan memilih untuk langsung tidur dengan istrinya yang terlihat sudah begitu pulas tidurnya.
Keesokan harinya saat di kantor Austin mencium rangkaian bunga mawar yang terletak di atas mejanya. Semuanya itu diberikan oleh para karyawannya.
Ya semua karyawan tahu kalau saat ini adalah hari ulang tahunnya, tapi tidak dengan Fany.
Lalu Austin pun lalu membuang rangkaian bunga yang ada di meja itu sampai jatuh berhamburan ke lantai.
"Apa yang akan kau rencanakan hari ini nak?"tanya Delila.
Tiffany pun mengatakan secara detail apa yang akan dia lakukan untuk suaminya itu. Fany ingin membuat dinner romantis untuk suami tercintanya.
"Sayang. Apa itu tidak terlalu berlebihan?”tanya Delila.
"Apa ada yang salah Ibu?"tanya Delila.
"Tidak salah sih. Tapi rencana ini seharusnya di lakukan oleh setiap pria. Jangan sampai kita sebagai seorang wanita yang melakukan hal itu. Kitalah yang seharusnya menerima perlakuan seperti itu bukan malah membuat rencana seperti itu"ucap Delila.
Ronald kesal mendengar perkataan Ibunya.
"Apa kami sebagai seorang pria tidak boleh merasakan hal itu juga Ibu"ucap Ronald.
"Ayolah Ibu. Inilah yang dinamakan percintaan yang harmonis. Lagi pula ulang tahun kakak itu datang hanya sekali dalam satu tahun dan apa salahnya kakak ipar membuat perlakuan yang begitu spesial utnuk kakak hanya untuk sekali dalam setahun"ucap Ronald yang membela Austin.
Delila pun bertanya pada Tiffany "Apakah suamimu ini akan menyukai hal yang itu?"
Ronald pun menjawab " Tentu saja Ibu. Lihatlah, Apakah ada seseorang yang tidak menyukai kejutan? Apakah kalian tau bahwa pria akan merasa terharu saat melihat wanita yang dia cintai memberikan kejutan yang sangat spesial untuknya"
"Bocah ini benar-benar mengetahui cara untuk membalas perkataanku" umpat Delila.
"Ayolah kakak ipar aku akan mendukungmu"ucap Ronald yang sepenuhnya mendukung rencana Fany.
Tiffany pun tersenyum dan berkata" Terima kasih adik ipar".
Di kantor Roy datang menemui Austin dan berkata" Kemana bocah tengil itu?" Roy yang menanyakan keberadaannya Ronald.
"Dia izin untuk hari ini saja karena Ibuku melarangnya untuk bekerja"ucap Austin.
"Apa Fany tahu kalau hari ini kau berulang tahun? Apa yang kau minta padanya? Minta dia untuk membelikan sesuatu yang mahal untukmu"ucap Roy.
Namun mata Roy tertuju pada lantai yang mana terdapat rangkaian bunga mawar yang sudah berhamburan.
__ADS_1
"Apa kau sudah menerima bunga darinya?"ucap Roy.
"Jangankan bunga sedangkan ucapan selamat ulang tahun saja tidak terucap dari mulutnya. Aku merasa kesal hari ini karena dia tidak mengetahui kalau aku sedang berulang tahun"ucap Austin yang merasa kesal.
Kini Austin mengingat perkataan dia dengan istrinya tadi malam setelah Austin pulang dari apartemennya Charles.
Flashback
"Kau dari mana saja?"ucap Fany yang ternyata terbangun karna sedikit terganggu dengan Austin yang memeluknya dari belakang.
"Aku dari apartemennya Charles"ucap Austin yang masih memeluk Fany.
"Apa kau akan merayakan pesta ulang tahun untukku?"tanya Austin.
"Memang kapan kau berulang tahun?"tanya Fany yang berpura-pura tidak tahu.
"Apa kau tidak tahu?"tanya Austin.
"Aku tidak tahu"ucap Fany.
"Sudahlah. Aku mau tidur. Aku mengantuk sekali"ucap Austin yang terlihat mengambek.
"Jika kau berulang tahun. Apakah kau ingin aku merencanakan ulang tahunmu dengan begitu menghebohkan?"tanya Fany.
"Menghebohkan? Aku tidak menginginkan itu, aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersamamu. Hanya ada kita berdua saja"ucap Austin.
Fany kembali bertanya, "Lalu apa yang kau inginkan untuk pesta ulang tahunmu?"
"Pesta yang hanya ada kita berdua saja"ucap Austin yang senyumannya sudah kembali.
"Sudah kuduga. Lalu katakan padaku apa yang kau inginkan?"tanya Fany.
Austin tersenyum senang dan yang penuh harap berkata, "Aku ingin istriku tercinta membuat rencana makan malam yang romantis dengan pemandangan yang indah. Oh ya lalu kita akan meminum wine yang kau pilih. Dan kau akan membawakan aku kue dengan lilin dan kau bernyanyi selamat ulang tahun untukku”
Fany tersenyum dan berkata, "Yeah bermimpi adalah hal yang bagus. Aku akan mewujudkan mimpimu itu, jika hari ulang tahunmu sudah tiba”
Austin kembali kecewa dan berkata, "Aku mengerti. Aku tidur duluan."
Diam-diam Fany tertawa sendiri melihat Austin yang cemberut.
Flashback End
"Ck. Bagaimana bisa dia melupakan percakapan kami tadi malam. Apa dia memang tidak tahu kalau adalah hari ulang tahunku"batin Austin yang duduk di kursi kerjanya.
🌷🌷🌷
"Aku mohon maaf jika ada kesalahan yang sudah ku lakukan, baik dalam keterlambatan up nya, dan kadang tepat janji, serta kalau ada perkataan yang memungkinkan membuat kalian sakit hati.
Dan kadang aku tidak membalas komentar kalian, tapi meskipun aku tidak membalas komentar kalian, aku selalu memberi tanda like sebagai tanda Respon terhadap komentar kalian.
Maaf ya🙏🙏🙏
#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul
"Always Love You My Husband"
Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai
Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karya ku ya😊😊😊
Selamat membaca ya teman teman
Ingat....
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1