
Akhirnya Austin memilih mandi air dingin di malam-malam seperti ini. Dinginnya air akan membuat kesadarannya kembali dan gairahnya yang meluap tadi pasti akan pergi.
.............................................
Kembali ke Sesilia yang ternyata sudah kembali ke Tokyo.
Saat ini Sesilia tengah berada di laboratorium bersama para temannya dan Profesor lainnya.
Tapi di tengah semua teman-temannya yang sibuk meneliti, Sesilia nampak hanya terdiam saja.
Pikirannya seolah tak berada di tempatnya saat ini. Wajahnya juga terlihat murung.
Sepertinya fakta tentang Austin yang sudah menikah dan Austin ternyata sangat mencintai istrinya membuat Sesilia depresi yang mendalam bagi dirinya. Kehilangan semangat, dan seolah tak memiliki tujuan hidup lagi.
“Mereka tidak jadi bercerai”ucap Sesilia sambil tertawa renyah karena melihat nasibnya yang begitu pahit sekali menerima keadaan yang mana Austin sudah tidak mencintainya lagi.
Setelah waktu istirahat tiba, Sesilia memilih menyendiri di ruang lab itu dan temannya bernama Takasugi Reita pun menghampirinya.
"Ada apa? Apa ada masalah sampai kau terlihat murung seperti ini?"tanya Reita.
Teman Sesilia menyarankan agar dia harus bersemangat dan berkonsentrasi supaya dia cepat mengambil gelar profesornya.
"Aku memiliki seorang kekasih dan ternyata dia sudah menikah dan dia malah sangat mencintai istrinya"ucap Sesilia.
"Bagaimana bisa mereka menikah?"tanya Reita.
Sesilia pun mencerita kejadian yang terjadi pada Fany dan Austin yang tidak sengaja itu dan melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuat mereka harus terhubung dalam sebuah ikatan pernikahan.
"Mungkin itu sudah takdirnya wanita itu untuk bersama dengan kekasihmu"tutur Reita.
"Aku sudah melakukan banyak cara agar dia dan istrinya terpisah, tapi tetap saja mereka tidak bercerai"ucap Sesilia.
"Kau harus melupakannya. Kau harus ingat sekuat kuatnya kau menahan seseorang itu jika dia bukan jodohmu, dia akan tetap pergi"ucap Reita.
"Begitu juga dengan wanita itu. Meskipun segala cara kau lakukan untuk memisahkan mereka, jika mereka memang di takdirkan untuk bersama, kau tetap tidak akan bisa memisahkan mereka. Kau harus ingat! Jodoh dan semua takdir kita sudah di tentukan oleh Tuhan Sesilia"ucap Reita.
"Apa yang harus aku lakukan Reita?"ucap Sesilia.
"Kau harus melupakannya dan mencoba untuk membuka hati untuk seseorang lagi"ucap Reita.
Sesilia menjawab" Bagaimana aku bisa hidup dengan hari-hari yang akan ku jalani ke depannya? Hari-hari yang akan terasa berat bagiku. Aku takut tak akan bisa melakukan itu. Aku tak bisa melupakannya."
"Kau pasti bisa Sesilia"ucap Reita yang menyemangati Sesilia.
Sesilia tak kuasa menahan air matanya. Dia memegang dadanya yang terasa penuh sesak karena luka.
Sesilia melanjutkan kalimatnya kalau dia rasanya tidak tahan lagi" Jika saja waktu bisa di putar, aku pasti tidak akan memilih pergi ke sini dan pasti akan bersamanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan aku tidak bisa mengubahnya lagi. Kau benar, Aku harus melupakannya"
Sesilia pun nangis terisak.
"Kau harus melakukannya Sesilia. Kau harus melupakan dan membuka hatimu lagi untuk seseorang. Kau tahu sebenarnya aku sangat mencintaimu. Di saat kau sudah bisa menerima orang lain masuk dalam hatimu, maka aku akan menyatakan perasaanku padamu pada saat itu juga" batin Reita sambil mengelus rambut Sesilia untuk menenangkannya..
🌷🌷🌷🌷🌷
Keesokan paginya, Austin terbangun dari tidurnya.
Dia melihat Fany yang sedang duduk di ranjang tengah menatapinya.
__ADS_1
"Good morning"ucap Austin dengan suara seraknya yang terdengar cukup seksi di telinga Fany.
"Sudah bangun ya. Ayo bangun dan cepat mandi. Kasian Roy selalu menunggumu" ucap Fany sambil menarik tangan Austin agar suaminya itu cepat bangun.
Austin bangkit dari tidurnya dan duduk di ranjang itu.
"Ayo cepat mandi sana"ucap Fany.
Bukannya mendengarkan perkataan Fany. Austin malah mendekati wajah istrinya dan menunjuk bibirnya sendiri.
Fany bingung dan tidak mengerti dengan tingkah Austin pagi ini.
"Ada apa??" tanya Fany yang tidak tahu maksud Austin menunjuk bibirnya.
"Beri aku morning kiss"ucap Austin.
Austin sempat kesal karena ternyata istrinya lamban sekali dalam mencerna isyarat darinya. Tapi, sebenarnya Austin sangat senang melihat kepolosan istrinya itu.
Fany yang mendengar permintaan suaminya hanya tersipu malu.
"Kau cepat mandi. Kasian nanti Roy terusan-terusan menunggumu"ucap Fany yang mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah. Kalau kau tidak mau, aku akan tidur saja"ucap Austin yang kembali berbaring dan memejamkan matanya.
"Austin. Kau jangan kekanak-kanakan"ucap Fany.
"Biar saja. Memang salah jika aku minta ciuman darimu"ucap Austin sambil berbaring dan memejamkan matanya.
Fany hanya menghela nafasnya melihat kelakuan Austin yang selalu membuatnya terkejut dan
Fany berjalan mendekati tempat Austin berbaring.
Austin yang mendapat perlakuan seperti itu spontan langsung membuka matanya, sedangkan Fany langsung mundur agar terhindar dari serangan suaminya.
"Sudahkan? Sekarang kau cepat mandi!"perintah Fany.
"Iya-iya. Terima kasih ya" ucap Austin sambil tersenyum.
"Hmm. Ya sudah, sekarang capat pergi mandi"ucap Fany.
Austin pun beranjak dari kasurnya dan pergi menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit lamanya di dalam kamar mandi, akhirnya Austin keluar dan terlihat sudah selesai mandi.
“Aku pikir kau tertidur lagi di dalam sana”ucap Fany sambil menyediakan pakaian Austin.
Terlihat Austin menatap intens ke arah Fany yang tengah memilih setelan jas yang akan dia pakai hari ini.
Austin pun mendekati Fany dan memeluknya dari belakang.
“Kau kenapa?”tanya Fany sambil memutarkan tubuhnya menghadap Austin.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memelukmu"ucap Austin sambil mengeratkan pelukannya.
"Austin aku merasa sesak. Kasian anak kita jika kau memelukku seperti ini"ucap Fany.
"Maaf"ucap Austin sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ini. Pakai dengan cepat!! Kau pakai di dalam kamar mandi saja"ucap Fany sambil menyodorkan pakaian yang dia di pilih untuk Austin.
Austin lalu mengambilnya dan berbalik ke arah kamar mandi.
"Tunggu"ucap Fany.
"Ada apa?? Apa kau ingin aku memakainya di sini saja??"tanya Austin.
"Punggungmu terluka Austin. Apa kau tidak merasa kesakitan??"ucap Fany yang merasa khawatir saat melihat luka lebam pada punggung Austin.
"Tidak sakit kok. Kau jangan khawatir!! Paling 3-4 hari lukanya akan menghilang"ucap Austin.
"Tunggu di sini"ucap Fany.
Fany pun keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil beberapa es dalam lemari es itu.
Setelah itu Fany pun langsung pergi ke kamar lagi. Austin terlihat bingung dengan Fany yang membawa beberapa es yang terisi pada wadah kecil itu.
"Itu untuk apa?"tanya Austin.
"Berbaringlah tapi dengan posisi telungkup. Pokoknya jangan banyak tanya! Karena aku akan mengompres luka memar pada punggungmu"ucap Fany.
Austin hanya bisa menuruti perkataan Fany dan langsung berbaring dengan posisi telungkup.
Fany pun membungkus beberapa es batu dengan handuk kecil yang dia ambil dalam lemari, dan meletakkannya di punggung Austin untuk mengompres luka memar itu.
"Sampai berapa lama aku akan seperti ini?"tanya Austin.
"Paling selama 15 – 20 menit. Sabar aja biar bengkak dan nyerinya bisa berkurang"ucap Fany.
"Aku tidak apa-apa Fany. Jika aku seperti ini terus, aku bisa terlambat ke kantor. Tapi tidak masalah sih jika aku tidak bekerja hari ini, karena kita bisa bermain-main seperti ini di sini"ucap Austin sambil tertawa cengengesan.
Fany langsung memukul lengan Austin saat Austin mengatakan seperti itu jika dia tidak pergi bekerja.
"Auw...Sakit Fany. Nanti lenganku memar lagi dan kau pasti akan mengompresnya selama 20 menit lagi. Setelah itu aku benar-benar tidak akan bisa berangkat ke kantor karena ulahmu"ucap Austin sambil menahan sakit pada lengan dan punggungnya.
Sebenarnya dia merasa sakit pada punggungnya, tapi dia menahannya agar terlihat gentle di hadapan Fany.
"Maaf ya. Salah sendiri kenapa harus ngomong seperti itu"ucap Fany sambil mengelus punggung Austin dengan pelan.
"Ya tuhan. Apa salah jika aku berbicara seperti dengan istri sendiri?"ucap Austin dalam hatinya.
🌷🌷🌷
#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul
"Always love you my husband"
Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai
Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karyaku ya😊😊😊
Selamat membaca ya teman teman
Ingat....
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
__ADS_1
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulisnya😊😊
Saranghae semuanya