
Fany pun pulang bersama dengan Charles dan Della, sedangkan Austin pun kembali menuju ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih belum selesai.
Charles mengantar Della ke rumahnya terlebih dahulu. Kini tinggallah mereka berdua di dalam mobil itu.
Charles pun menyuruh Tiffany duduk di depan bersama dengannya. Fany pun tidak menolak permintaannya Charles.
Tiba-tiba Fany mulai berbicara pada Charles.
Charles senang mendengar Fany yang mulia mengajaknya berbicara duluan.
"Apa aku boleh minta tolong padamu?"tanya Fany yang berkata kalau dia ingin minta bantuan dari Charles.
Charles pun menjawab" Apapun itu aku akan melakukan untukmu"Fany pun langsung tersenyum dan senang mendengarnya.
"Besok adalah ulang tahunnya Austin"Fany yang menjelaskan kalau besok adalah hari ulang tahun suaminya dan dia ingin membeli hadiah untuk Austin.
"Jadi?? Apa yang ingin aku bantu untukmu?"ucap Charles.
"Aku ingin kau menemaniku pergi ke mall untuk membelikan kado buat Austin. Apa kau mau?"ucap Fany.
Charles hanya mengangguk tanpa berucap apapun. Dia sedikit kesal dan jengkel karena ternyata Fany minta tolong hanya untuk membeli kado Austin.
Charles pun langsung melajukan mobilnya menuju Mall, pusat pembelanjaan yang paling banyak di minati para wanita kalangan atas di kota tersebut.
Kini Fany sedang sibuk dan sedikit pusing memilih hadiah apa yang cocok untuk orang seperti Austin karena pria itu sudah memiliki segalanya.
Charles yang selalu ada di samping Fany dari tadi hanya mengamati keasikan Fany yang memilih dan melihat barang-barang yang ada di setiap toko pada mall itu sampai Fany benar-benar sudah selesai memilih hadiah yang menarik untuk Austin.
Saat sudah berada di dalam mobil Fany pun bertanya pada Charles.
"Apa menurutmu Austin akan menyukai hadiah ini?"ucap Fany yang terlihat ragu terhadap kado yang dia ingin berikan pada suaminya.
Charles pun menjawab" Tentu saja kalau Austin akan menyukai hadiah ini."
"Bagaimana kau bisa begitu yakin?"tanya Fany.
"Ini kan hadian yang kau beri dengan setulus hatimu. Aku katakan padamu Fany, jika kau memberikan sesuatu pada seseorang dengan setulus hati, baik pemberianmu itu mahal atau tidak, besar atau kecil, orang itu pasti akan menerimanya dengan senang hati"ucap Charles.
"Baiklah aku mengerti Charles. Terima kasih atas kata-kata mu barusan"ucap Fany.
Charles pun tersenyum membalas perkataaan Tiffany.
Di kantor, Kini Austin dan Roy sudah menyelesaikan pekerjaan mereka.
Roy pun menyinggung mengenai ulang tahun Austin besok.
"Apa kau punya rencana untuk membuat pesta?"tanya Roy.
“Pesta untuk apa?”tanya Austin.
“Ya pesta ulang tahun bodoh”timpal Roy.
__ADS_1
"Aku hampir lupa soal ulang tahunku. Kalau saja kau tidak menyinggungnya, aku pasti tidak akan mengingatnya"ucap Austin.
"Jadi apa kau akan mengadakan Party?"tanya Roy lagi.
"Aku rasa tidak"ucap Austin.
"Kenapa?? Biasanya tiap tahun pasti kau akan mengadakan party"ucap Roy lagi.
"Karena aku akan menghabiskan waktuku bersama istriku. Cuma berduaan saja"ucap Austin dengan menekankan kata demi kata yang dia ucap
"Apa Fany sudah tahu kalau besok hari ulang tahunmu?"tanya Roy.
"Aku tidak tahu. Meskipun besok dia tidak mengetahuinya, aku akan memberikan kode agar dia peka kalau besok adalah hari ulang tahunku" ucap Austin.
"Bagaimana caranya?"tanya Roy.
"Aku selalu punya banyak cara Roy tapi aku tidak mau memberitahumu"ucap Austin.
“Terserahmulah. Kalian memang cocok di takdirkan satu sama lain. Sama sama misterius"ucap Roy.
Austin pun tertawa senang mendengar perkataan Roy.
"Takdir? Dia dan Fany memiliki takdir untuk bersatu? Benarkah?"batin Austin.
Hanya mendengarnya itu saja Austin sudah merasa senang. Bagaimana bisa ternyata takdir itu sudah terjadi pada mereka dan mempersatukan mereka.
Kembali ke Fany, akhirnya dia mengetahui siapa itu Sesilia.
Fany pun terkejut saat mengetahui fakta kalau Sesilia adalah kekasih Charles yang sudah lama menghilang.
Charles pun memarahi Fany. Kenapa dia harus menjadi orang lemah saat ada orang yang mau mengambil suaminya yang sudah sah untuknya.
Fany bertanya heran"Kenapa kau terlihat sangat marah? Sesilia adalah kekasihmu yang selama ini kau cari! Bukankah seharusnya kau lebih memihak padanya?"
"Dia sudah berubah menjadi wanita berhati iblis Fany dan dia tidak pantas untuk aku dukung. Dia bukan seperti Irene yang ku kenal. Dia Bahkan melakukan operasi plakstik dan mengubah wajahnya agar aku tidak bisa menemukannya dan mengenalinya"ucap Charles.
"Jadi bagaimana kau bisa mengenalinya?"tanya Fany.
"Aku melihat tanda lahir yang sama pada tubuh Sesilia dan aku punya firasat kalau dia adalah Irene. Aku sangat senang ternyata dia memang benar Irene yang kucari selama ini. Tapi aku kecewa dan sangat membencinya saat merasakan sifatnya yang sangat bertolak belakang dengan Irene yang selama ini kukenal"ucap Charles.
Tiffany pun terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Dan tadi aku terlihat marah itu semua karena diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apapun untukmu. Aku hanya bisa melihatmu menderita saat itu”
“Jangan begitu. Ini bukan salah siapa-siapa kok” ujar Fany.
Charles pun tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu dia menyuruh Fany untuk tmeneruskan makannya lagi.
Tiffany pun melanjutkan kegiatan makannya sedangkan Charles hanya melihat Fany yang sedang asik makan.
"Aku senang melihat kamu sudah bahagia dengan Austin tapi meskipun begitu aku sangat takut dan tidak ingin melihatmu terluka lagi suatu saat nanti.”
__ADS_1
Di hari yang mau gelap, akhirnya Austin sampai di rumah.
Dia berteriak memanggil istrinya dan memberitahu kalau dia sudah pulang. Tapi tak ada sahutan. Austin pun mencari ke semua tempat dikamarnya tapi istri cantiknya benar-benar tidak ada di rumah.
Bahkan dengan konyolnya Austin membuka lemari pakaiannya dan mengira Fany sedang sembunyi didalamnya.
"Dimana dia?"ucap Austin yang begitu resah.
Karena tetap tak menemukan istrinya, Austin pun mencoba menghubungi ponsel istrinya itu, tapi ternyata panggilannya tak dijawab.
"Dimana kau sebenarnya Fany?"ucap Austin yang merasa sedikit cemas.
Austin pun mengingat kalau tadi Tiffany pulang bersama dengan Charles dan Della
"Jangan-jangan Fany sedang bersama Charles si playboy brengsek itu?"batin Austin.
"Awas kau Charles. Aku tadi sudah mengizinkanmu untuk mengantar Fany pulang ke rumah, tapi sampai sekarang kalian belum pulang juga"ucap Austin yang merasa geram sekali.
"Kalau tahu ceritanya akan seperti ini, aku pasti tidak mengizinkan Fany untuk pulang bersamanya" ucap Austin lagi.
Imajinasi Austin pun bermain di dalam benak nya.
Austin membayangkan kalau saat ini mereka sedang berkencan. Mereka tertawa dan terlihat romantis sekali. Guratan senyum terpahat pada wajah cantik Fany.
"Kau terlihat sangat bahagia jika bersamaku"ucap Charles pada Fany.
"Tidak...Tidak... Aku tidak akan membiarkan itu semuanya terjadi"ucap Austin sambil
membuyarkan imajinasinya
🌷🌷🌷
#Tenang ya nanti aku akan up lagi kok
#Jangan lupa baca novel ku yang berjudul
"Always Love You My Husband"
Di jamin pasti buat air mata kalian jatuh berderai
Jangan lupa beri Like dan vote untuk mendukung karya ku ya😊😊😊
Selamat membaca ya teman teman
Ingat....
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1