Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Empat Belas


__ADS_3

"Austin kau sekarang sudah tau kalau dia tengah mengandung anakmu karna perlakuan mu yang sangat bertentangan dengan ajaran Ibu" ucap Delila pada Austin.


"Dan Tiffany aku minta maaf karna ulah anakku yang membuat mu seperti ini " ucap Delila pada Tiffany.


"Tidak Aunty sepenuhnya itu tidak kesalahan Austin saja, saya juga melakukan kesalahan saat itu"ucap Tiffany.


"Saya tidak peduli siapa yang salah, yang jelas sekarang Ibu sudah bertekad dan memutuskan untuk menikah kalian berdua "ucap Delila.


"Apa!!"ucap Austin dan Tiffany secara serentak.


"Apa yang Ibu katakan? " tanya Austin sekali lagi.


"Ibu ingin kalian segera menikah karna Ibu tidak ingin kalau cucu Ibu nanti tidak memiliki Ayah dan Ibu yang tidak memiliki memiliki hubungan apa apa"ucap Delila.


"Fany apa kau bisa keluar dari kamar ini sebentar karna aku mau bicara dengan Ibuku" ucap Austin.


"Baik lah"ucap Fany.


Tiffany pun keluar dari kamar itu dan dia tidak terlalu menutup pintu itu sehingga terlihat masih ada sedikit celah dari pintu.


Dan Tiffany dan memutuskan untuk diam saja didepan pintu kamar itu karna dia tipe orang tak mau berkeliaran di rumah orang lain.


Austin tidak tau kalau ternyata Tiffany ada didepan pintu kamar itu.


"Apa!!Menikah..Ibu menyuruh ku untuk menikah dengan nya" ucap Austin.


"Benar...Ibu menyuruh mu untuk menikahi nya karna menurut Ibu dia wanita baik baik dan Ibu juga sangat menyukainya " ucap Delila.


"Aku tau kalau Tiffany itu wanita baik baik tapi Ibu saya tidak bisa menikahi nya"ucap Austin.


"Kenapa kau tidak bisa menikahi nya?" ucap Delila.


"Ibu tau sendiri kalau aku sudah memiliki kekasih dan aku sangat mencintai Sesillia,dan bagaimana bisa Ibu menikahi ku dengan Tiffany" ucap Austin.


"Austin...Dia sedang mengandung anak mu dan apa kau ingin kalau anak mu yang ada di kandungan Fany tidak memiliki seorang ayah kalau kau tidak menikahi nya. " ucap Delila.


"Apa bayi itu benar benar anak ku?" ucap Austin.


"Benar.... Fany mengatakan kalau dia hanya tidur dengan mu dari perkataan nya saja lbu lihat dia berbicara jujur"ucap Delila.


"Dan kalau kau tidak menikahi nya secara otomatis Fany akan menggugurkan anak tak berdosa itu karna secara kau sendiri tak menginginkan anak bayi itu."lanjut Delila.


" Menggugurkan?"ucap Austin.


"Iya...Fany pernah mengatakan kalau dia ingin gugurkan kandungan nya dan Ibu juga berpikir jika yang dilakukan nya itu benar karna siapa yang mau menikah wanita yang sudah berbadan dua yang mana bukan bukan anak nya "ucap Delila.


"Dan orang akan mencela nya jika Fany tidak menikah disaat dirinya tengah hamil, apa yang akan di katakan orang nanti" ucap Delila.


"Dan Ibu tidak ingin kalau Tiffany sampai melakukan itu"ucap Delila.


"Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi Ibu dan aku sangat mencintai Sesilia" ucap Austin.


"Jadi kau ingin mengugurkan nya? "tanya Delila.


"....."Austin hanya diam saja.


"Ibu tak habis pikir Austin ternyata kau manusia yang tidak memiliki hati nurani "ucap Delila.


"Sekarang terserah kau Austin jika kau melakukan itu Ibu akan sangat kecewa terhadap mu dan jangan harap kau memanggilku lagi dengan sebutan "Ibu" karna saya tak memiliki anak yang tidak punya hati sedikit pun,kau ingat Austin kalau bayi itu tidak bersalah sedikit pun"ucap Delila sambil menitikan air matanya.


"Hal yang paling Ibu sesalkan di dunia ini ini adalah pernah melahirkan mu di dunia ini dan Ayah mu disana pasti akan sangat sedih melihat anak nya tumbuh menjadi pria ******** dan tidak punya hati nurani "ucap Delila pun dan pergi dari sana.


 


Tiffany yang ada didepan pintu terkejut melihat ibunya Austin keluar dari kamar itu dengan keadaan menangis dan pergi dari apartemen nya Austin.

__ADS_1


"Maafkan saya Bibi" ucap Tiffany.


Ternyata Tiffany mendengar semua percakapan Austin dan Ibunya dan dia sedikit sedih karna Austin tidak menginginkan bayi itu.Tiffany pun tidak ingin menjadi orang yang egois ,dia tidak ingin menjadi perusak hubungan orang jadi dia mau tak mau harus menggugurkan bayi ini.


"Maaf Ibu sayang" ucap Tiffany sambil memegang perutnya.


kemudian Austin keluar dari kamar nya dan melihat Tiffany yang ada didepan kamarnya.


Tiffany pun terkejut melihat Austin ada di hadapan nya.


"Austin aku sudah mendengar semuanya kau jangan khawatir aku tidak akan menuntut mu untuk bertanggung jawab" ucap Tiffany.


Tidak mendapatkan jawaban Tiffany langsung melangkah kakinya untuk pulang.


"Kau mau kemana?"tanya Austin.


"Saya akan pergi ke rumah sakit"ucap Tiffany.


"Untuk apa?" tanya Austin.


"Saya akan melakukan aborsi karna semakin cepat semakin baik, aku tau kau sangat mencintai kekasihmu dan aku juga tidak ingin merusak hubungan kalian jadi aku putuskan untuk menggugur kan nya Austin, setelah itu aku akan pergi dari kota ini dan kembali ke tempat asal ku." ucap Tiffany yang berpura pura tersenyum.


Sebenarnya dia tidak ingin mengugurkan anak nya yang belum lahir itu tapi dia tidak ingin kalau nanti anak itu akan menjadi penghalang hubungan Austin dengan kekasih nya.


Austin hanya menatap ke arah Tiffany yang tengah tersenyum dan terlihat tenang dan itu membuat semakin frustasi apalagi saat mengingat perlakuan Ibu nya tadi.


"Aku akan menemanimu"ucap Austin.


Tiffany pun menuruti perkataan Austin karna dia ingin Austin melihat anak nya untuk terakhir kalinya.


Setelah itu mereka pun pergi kerumah sakit.


Austin memutuskan untuk pergi kerumah sakit yang lain, tidak ketempat rumah sakit tempat Andrew bekerja.Biasanya kalau keluarga Nero sedang sakit pasti akan di bawa kerumah sakit milik keluarga Andrew.


Sampai akhirnya mereka tiba di RS dan mereka langsung ke bagian pendaftaran dan perawat meminta mereka menunggu dulu. Saat sedang menunggu itulah, Austin melihat sepasang kekasih yang baru saja melakukan aborsi. Terlihat si wanita memukul dada kekasihnya karena aborsi tadi sangat menyakitkan dan si lelaki hanya bisa meminta maaf.


Austin melihat ke arah Tiffany dan merasa kalau Fany pasti juga merasakan sakit seperti wanita pasangan tadi.Kemudian perawat memanggil nama Tiffany kemudian berkata kalau kini giliran mereka.Austin dan Tiffany pun pergi menuju ruang dokter.


Kini Tiffany tengah memeriksa kandungannya terlebih dahulu.Dokter meminta Tiffany jangan gugup. Di layar tampak janin nya yang masih kecil. Dokter menjelaskan kalau bayi mereka terlihat sehat dan itu membuat Tiffany merasa senang.


Austin pun ikut melihat ke layar dan berkata pada dokter apa bayinya sekecil ini?Dokter itu pun hanya tersenyum.Dokter juga menjelaskan kalau janin biasanya akan mengenali suara orang tuanya.


Tiba\-tiba terdengar suara aneh.seperti Suara detak.kemudian Austin bertanya pada dokter suara apa itu? Dokter menjelaskan kalau itu suara detak jantung bayi mereka


Austin pun menatap layar monitor dan melihat bahwa benar ada tanda detak jantung bayinya disana. Detak jantung bayinya yang terdengar nyaring dan menggugah perasannya. Bayinya yang masih sangat kecil dan suara detak jantung kehidupan.


Tiffany juga merasakan hal yang sama dan membuatnya tak tega melakukan aborsi. Terlebih dia mendengar suara detak jantung bayinya. Ya..bayinya hidup dan sekarang dia malah ingin menggugurkan bayinya ini.


"Apa kalian yakin untuk menggurkan bayi ini?" tanya dokter itu untuk memastikan keputusan mereka.


Dokter itu sengaja untuk memeriksa kandungan Tiffany terlebih dahulu karna dia pikir kalau mereka mendengar suara detak jantung anak mereka akan membuat mereka berubah pikiran.


"Iya" ucap Austin dan Tiffany secara bergantian dan dokter itu menghela nafasnya karna gagal mengubah keputusan mereka.


Austin dan Tiffany sepertinya gak peduli dengan tergugahnya perasaan mereka akan janin tak bersalah ini. Mereka tetap akan melakukan aborsi.Karena kehamilan ini tak disengaja melainkan karna akibat hubungan yang terjadi di bawah pengaruh alkohol.


Austin hanya bisa menatap Tiffany.Dokter meminta Tiffany tanda tangan sebelum operasi dilakukan. Dan Tiffany pun bergegas menandatanginya, dan Austin lagi\-lagi hanya bisa menatap Tiffany.Dia heran kenapa Fany tampak santai melakukan aborsi ini.


Kini Tiffany sudah masuk ke ruang operasi, dan Austin menunggu di luar.


Dia terlihat sangat frustrasi sekali dan dia teringat dengan Perkataan Ibunya saat di kamar nya.


"**Jangan harap kau memanggil ku dengan sebutan "Ibu".


"Hal yang Ibu sesalkan didunia ini adalah pernah melahirkan mu ke dunia ini"

__ADS_1


"Ayah mu pasti akan sangat sedih melihat Putranya tumbuh menjadi pria ******** dan tidak memiliki hati nurani**"


Kalimat terus terngiang ngiang di pikiran nya.


Tiba\-tiba Austin berdiri dan seolah tahu kalau dia harus menghentikan nya.Dia harus menghentikan aborsi yang akan dilakukan Tiffany.


 


"Apa anda sudah siap? tanya Dokter itu.


"Iya"jawab Tiffany dengan tenang tapi di dalam hati nya dia sangat takut dan gugup sedih yang bercampur aduk.


Saat Tiffany bersiap dioperasi, Austin langsung masuk dan menyuruh Tiffany berhenti. Dokter dan tim medis kaget melihat kedatangan Austin. Austin bahkan langsung menggendong Tiffany ala bryde style dan pergi dari ruang operasi itu.


Dokter tidak marah dengan kehadiran Austin secara tiba tiba. Dia malah tertawa dan senang dengan keputusan Austin. Dokter berkata kalau Austin pasti tidak tega melakukan aborsi setelah mendengar detak jantung bayi mereka tadi.


Sesampainya di luar rumah sakit Austin langsung menurunkan Tiffany dari gendongan nya dan itu membuat mereka merasa sedikit canggung.


Austin mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.


"Halo Ibu saya mengubah keputusan ku, aku akan menikahi Tiffany seperti yang Ibu katakan"ucap Austin.


"Baiklah saya akan ke sana"ucap Austin dan mematikan panggilan.


Tiffany pun terkejut mendengar perkataan Austin yang mengatakan untuk menikahi nya.Dan dia tak tau harus mengatakan apa apa lagi selain diam tercengang.


Austin pun mengajak mengajak Fany ke suatu tempat. Tiffany setuju, diapun mengikuti Austin dan masuk ke dalam mobil dan Tiffany duduk di kursi depan tepatnya di samping nya Austin.


Setelah hanya berdua di dalam mobil mereka hanya saling menatap.


setelah itu Tiffany mengalihkan pandangan kearah kaca pintu mobil tersebut.


Dan tiba tiba Tiffany bertanya yang mana itu terus mengganggu pikiran nya.


"Apa benar kau yakin mau menikah denganku?"tanya Tiffany


Dan Austin hanya menjawab iya.


Tiffany kalau dia tahu Austin adalah orang yang baik, dan nantinya bisa menjadi ayah yang baik juga bagi anak ini. Tapi, saat ini ada orang yang Austin cintai.


"Tapi aku tidak ingin menikah Austin,aku tidak ingin merusak hubungan kalian dan nanti nya akan membuat semuanya tidak bahagia terlebih lagi adalah kekasih mu, aku tau kau betapa kau sangat mencintainya." ucap Tiffany.


Austin pun menjawab "Apapun itu kenyataan yang sekarang adalah anak di perut mu adalah anak kita bersama. Kenyataan itu sama sekali tidak bisa dirubah." ucap nya sambil mengemudi mobil nya.


"Aku sudah jadi pria tidak baik di mata Ibu ku, tapi aku ingin jadi Ayah yang baik untuk anakku. Tentu saja saat ini Sesilia masih satu satunya untukku. Aku tidak tau berapa banyak waktu yang akan aku habiskan untuk mu agar hati ku berpindah padamu. Tapi aku berjanji, setidaknya untuk anak kita, aku akan menjadi Ayah yang baik.Jika kau bisa menerima ini kita akan menikah. "ucap Austin lagi.


Tiffany terharu mendengarnya dan senang saat Austin mengatakan "anak kita".


Dia kemudian menjawab kalau dia juga ingin menjadi Ibu yang baik bagi anak mereka.


Selamat Membaca


Hai readersku jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya


Dan jangan lupa komen juga untuk memberiku saran dan ide kalian


Tidak papa kan???


Maaf ya karna telat up


Jangan lupa beri vote kalian juga ya


Salam manis dari Author


Insani Syahputri

__ADS_1


Saranghae semuanya


__ADS_2