Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Empat Puluh Lima


__ADS_3

"Apakah kau yang sudah menyiapkan semua ini?"ucap Austin.


Fany hanya diam dan menundukkan kepala


Austin melihat Fany hanya terdiam. Dia pun melihat ke arah tempat lain dan mendapati sesuatu yang membuatnya sedikit penasaran.


"Apakah ini hadiah ulang tahunku?"tanya Austin.


Fany kaget saat Austin bertanya seperti itu dan berkata, "Iya. Itu memang kado untukmu tapi aku tidak tahu apa kau menyukainya atau tidak? Itu karena aku tidak tahu apa yang kau sukai. Kau itu juga sudah memiliki semuanya, jadi karena itulah aku tidak tahu apa yang belum kau miliki"


Fany pun pergi menuju ke meja dan mengambil sesuatu.


Austin kaget saat Fany datang menghampirinya sambil membawa sebuah kue dengan lilin yang menyala di atas kue itu.


"Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan untukmu tapi semuanya jadi kacau balau"ucap Fany dengan wajah sedikit sembab karena menangis.


Pada saat menunduk, ternyata Fany juga menangis karena merasa bersalah pada suaminya atas kelakuannya malam ini.


Austin menerima sebuket bunga mawar pemberian dari istrinya.


"Maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir dan marah"ucap Fany dan itu membuat Austin tersenyum dan mencium Fany.


Fany terkejut dengan tindakan Austin, tapi dengan cepat Fany pun mengikut alur ciuman yang dipimpin oleh Austin.


“Maafkan aku”ucap Austin saat adegan ciuman itu sudah berakhir.


"Baiklah aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat"ucap Austin.


"Syarat? Apa itu?"tanya Fany yang penasaran.


"Nyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Setelah itu aku akan meniup lilin ini. Saat api lilin ini sudah padam, di situlah aku sudah memaafkanmu"ucap Austin sambil tersenyum.


"Baiklah. Aku akan bernyanyi karena ini adalah ulang tahunmu"

__ADS_1


Fany pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Austin dan setelah selesai Austin pun meniup lilin yang ada pada kue itu.


"Terima kasih istriku"ucap Austin yang tersenyum dan memeluk Fany.


"Selamat Ulang Tahun suamiku tercinta"ucap Fany sambil membalas pelukan Austin.


"Maaf kuenya tidak sebesar yang ada di rumah Ibu"ucap Fany.


"Tidak apa apa kok"ucap Austin.


"Jadi Apa kau mau dinner denganku?"tanya Fany.


"Baiklah. Aku tidak bisa menolaknya setelah melihat rencanamu yang konyol itu. Aku tidak ingin usahamu ini sia-sia"ucap Austin.


Fany pun tersenyum dan membawa Austin ke meja itu dan makan malam dengan suami tercintanya.


🌷🌷🌷🌷


Pada akhir pekan sesuai dengan perkataan Austin, dia memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan jalan-jalan bersama istrinya dan calon anak mereka yang masih ada di dalam perut Fany.


“Kau kenapa?”tanya Austin.


"Bajunya sangat cocok untukmu"ucap Fany.


"Aku juga menyukainya setidaknya ini lebih baik dari pada baju pink yang pernah kau beli saat itu"ucap Austin.


Ternyata Fany membeli sepasang sweater hitam sebagai kado ulang tahun Austin.


Hal yang tidak di miliki oleh pria ini adalah belum ada memiliki pakaian couple dengan pasangannya. Itulah yang ada dalam pikirannya Fany saat membeli kado pada waktu itu.


Persoalan baju pink saat itu, tidak masuk kategori karena pada saat itu Fany sedang iseng-iseng saja hanya untuk mengerjai Austin.


"Baiklah. Kali ini aku yang akan mengemudikan mobilnya"ucap Fany.

__ADS_1


"Tidak boleh" ucap Austin dengan geram.


Austin pun meminta Fany untuk melemparkan kunci itu padanya namun Fany tidak mau.


"Aku mohon”ucap Fany sambil memelas.


“Sini kuncinya atau acara jalan-jalannya aku cancel saja”ancam Austin.


“Baiklah. Nah”ucap Fany sambil memberikan kunci mobil itu dengan wajah yang terlihat merajuk.


Austin pun mendekati Fany dan berkata "Ingat Fany kalau saat ini Kau sedang mengandung buah hati kita Fany"sambil mencium kening Fany.


“Aku tahu sayang”ucap Fany sambil memeluk Austin.


"Naiklah. Kita akan pergi" ucap Austin.


"Kita akan pergi kemana?"tanya Fany.


Austin tidak menjawab pertanyaan itu. Dia malah menuntun Fany dengan lembut untuk masuk ke dalam mobil.


Fany tersenyum senang mendapat perlakuan seperti itu.


Saat Austin sedang fokus mengemudi Fany melihat lihat kearah Austin yang terlihat sangat tampan sekali dengan raut wajah yang serius.


"Nak. Kau beruntung sekali punya Ayah yang sangat menyayangimu meskipun saat ini kau belum lahir ke dunia"batin Fany


"Ada apa lihatin aku terus?"tanya Austin.


"Tidak ada apa-apa"ucap Fany.


"Aku tahu kalau aku ini tampan sekali"ucap Austin .


Fany yang mendengar itu langsung tertawa dan memakaikan kacamata pada Austin.

__ADS_1


"Ya. Kau memang tampan sekali"ucap Fany.


__ADS_2