
Austin yang mendengar itu langsung bergegas dan pergi ke rumah sakit.
"Sayang kau mau kemana?"tanya Sesilia yang melihat Austin yang mau pergi.
Sesilia heran melihat Austin yang berlari tergesa gesa. Dia penasaran hendak pergi kemana Austin sekarang.
"Ada urusan penting!"ucap Austin dan kemudian pergi meninggalkan Sesilia.
Sesampainya di dalam mobil Austin langsung melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.
Ketika sudah berada di rumah sakit, Austin langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit itu.
"Kenapa Fany sampai bisa seperti itu?"tanya Austin saat berjumpa dengan Andrew di loby rumah sakit.
"Dia tidak sengaja di tabrak sama pengendara motor. Kau tenang saja karena pelakunya sudah di bawa ke kantor polisi kok"ucap Andrew.
"Di mana ruangan Fany?"tanya Austin pada Andrew yang masih berada di loby rumah sakit.
"Ikuti aku"ucap Andrew.
Austin langsung mengikuti Andrew menuju keruangan Fany.
"Dia ada di dalam dan sedang menemani Fany"ucap Andrew saat sudah sampai di depan pintu ruangan Fany.
Kemudian Andrew pergi meninggalkan Austin yang tengah kebingungan.
"Siapa yang sedang bersama Fany di dalam sana?" batin Austin.
Austin langsung masuk karena dirinya sangat penasaran dengan orang yang sedang bersama istrinya.
"Charles"ucap Austin saat sudah masuk dan mendapati Charles yang tengah memegang tangan istrinya dan itu membuatnya sangat marah.
Charles yang melihat kedatangan Austin langsung refleks melepaskan tangan Fany.
"Austin. Kau sudah datang ya"ujar Charles.
"Iya. Jika saja aku tidak datang mungkin kau akan leluasa melakukan sesuatu yang lebih pada istriku kan?"cibir Austin.
"Aku tidak seperti yang kau pikirkan Austin"bantah Charles.
"Cih. Aku tidak peduli itu. Sekarang aku sudah ada di sini dan kau sudah bisa pulang"ucap Austin yang ingin mengusir Charles.
"Baiklah. Aku akan pulang. Tolong jaga Tiffany dengan baik"pinta Charles.
"Tidak perlu memberitahuku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan"sarkas Austin.
"Baguslah kalau kau sudah tahu apa tugasmu sebagai seorang suami"ucap Charles dan kemudian dia pergi dari situ agar tidak berdebat dengan Austin.
Charles tidak ingin berdebat karena dia merasa hal itu pasti akan membuat Tiffany merasa terganggu.
Saat Charles sudah pergi. Kini Austin beralih menatapi Fany yang sedang tertidur.
Dia melihat luka yang ada pada lengan tangan Tiffany.
Pada saat itu juga Tiffany tersadar dari tidurnya dan saat membuka matanya.
Hal pertama yang di lihat Fany adalah melihat sosok Austin juga ada di dalam ruangan yang serba putih itu bersama dengannya.
Fany kembali teringat tentang kecelakaan yang di alaminya tadi dan saat ini dia ada di rumah sakit.
Apa Charles yang sudah mengantarnya ke rumah sakit? Karena sebelum kejadian itu, orang yang terakhir kali bersamanya adalah Charles.
Jika iya di mana Charles sekarang?
Dan kenapa Austin ada di sini? Apa dia sedang mengkhawatirkan aku? Apa dia hanya sedang mengkhawatirkan bayi yang ada di kandunganku?
Itulah yang ada pikirian Fany saat ini
"Austin"panggil Fany.
"Kau kok bisa ceroboh sekali. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada bayi ini?"ucap Austin.
Hati Fany terasa sakit saat Austin mengatakan itu
"Dia hanya mengkhawatirkan anak ini saja tapi tidak papa yang penting Austin masih peduli pada bayi ini"batin Fany.
"Lain kali aku akan berhati-hati lagi"ucap Fany.
............................................
Sudah tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya Fany sudah di perbolehkan pulang.
Fany kini duduk ranjang sambil mengingat kejadian semalam yang telah membuatnya sakit hati.
Hari sebelumnya, Sesilia datang menjenguk Fany bersama dengan Austin.
Setelah Sesillia mendengar bahwa Fany masuk rumah sakit, dia langsung memaksa Austin untuk menjenguk Fany ke rumah sakit.
Sesilia beralasan ingin melihatnya karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Fany.
Austin pun menyetujui untuk menemaninya, mendengar hal itu langsung membuat Sesilia bahagia.
Sebenarnya bukan itu alasan Sesilia ingin ke rumah sakit.
Dia hanya ingin memperlihatkan kemesraannya bersama Austin dan ingin menunjukkan bahwa Austin adalah miliknya.
Dia ingin Fany merasa seperti pelakor yang sudah mengambil kekasinya dari dirinya.
Dan memang benar, saat mereka sudah tiba di rumah sakit untuk menjenguknya, hati Fany terasa sakit melihat Sesilia yang memeluk bahkan mencium Austin di hadapannya.
Fany hanya bisa diam dan menyaksikan itu.
"Kalian tenang saja. Aku akan pergi dan tidak akan menganggu hubungan kalian setelah bayi ini lahir"ucap Fany dalam hatinya sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
"Jangan mengingat itu lagi"ucap Fany yang membuyarkan lamunannya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Pada saat dia membuka pintu, Fany terkejut melihat orang yang sedang ada di hadapannya ini.
"Charles"sapa Fany.
"Hai. Aku akan mengantarkanmu pulang"ucap Charles.
"Benar. Austin tidak akan menjemputku karena saat ini dia pasti sedang bersama kekasihnya"ucap Fany dalam hatinya.
"Apa kau sudah bersiap-siap?"tanya Charles.
__ADS_1
"Hmm. Sudah kok"ucap Fany.
"Ya sudah. Ayo kita pulang"ucap Charles sambil memegang tas Fany.
"Iya"ucap Fany.
Mereka pun keluar dari rumah sakit itu. Saat di parkiran mereka bertemu dengan Roy yang ternyata ingin menjemput Fany karena Austin telah memerintahkan itu padanya.
"Roy"ucap Fany.
"Fany mau kau bawa kemana?"tanya Roy.
"Aku akan mengantarkannya pulang ke rumah"ucap Charles.
"Tapi dia akan pulang bersamaku karena Austin telah menyuruhku untuk menjemputnya"ucap Roy.
"Tapi aku minta maaf karena akulah yang pertama kali datang menjemput Fany. Jadi dia akan pulang bersamaku"ucap Charles.
"Tidak apa apa Roy. Aku akan pulang bersamanya. Dia adalah temanku"ucap Fany.
"Baiklah. Kalau kau sudah berbicara seperti itu, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi"pungkas Roy.
Fany dan Charles pun pergi masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.
Roy yang masih ada di situ langsung menelpon Austin.
"Dia sudah pulang sama Charles"ucap Roy yang sedang menelpon Austin.
"Baiklah. Aku akan ke kantor" ucap Roy dan mengakhiri panggilan itu.
"Cih. Dia cuma bilang tidak apa-apa. Biarkan saja. Tapi nada bicaranya terdengar seperti sedang kesal sekali"gerutu Roy yang tidak mengerti jalan pikiran Austin, lalu setelah itu dia memutuskan masuk ke dalam mobil karena Austin langsung menyuruhnya untuk segera datang ke kantor karena masih ada kerjaan untuknya.
Fany yang sudah tiba di mansion langsung masuk ke dalam setelah mengucapkan terima kasih kepada Charles.
"Kemana mereka?"tanya Fany saat tidak melihat keberadaan Sesilia dengan Austin.
"Mungkin mereka sedang keluar" batin Fany lalu dia masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Ketika sedang berbaring, Fany tiba tiba mengambil ponselnya saat ada panggilan masuk di ponselnya.
Saat sudah mengangkat panggilan, ternyata Delila memberitahu Fany untuk datang ke suatu pesta temannya besok malam.
Tapi Delila mengatakan kalau dirinya tidak bisa datang karena ada urusan yang harus dia selesaikan di luar kota.
"Iya Ma. Besok aku akan datang"ucap Fany dan mengakhiri panggilan itu.
Setelah Fany selesai melakukan panggilan, Fany memutuskan untuk beristirahat karena dia merasa kelelahan.
🌷🌷🌷🌷
Keesokannya, Sesilia sudah pergi duluan ke pesta itu karena ternyata pesta itu adalah pesta dari orang tua Theresia sahabat dari Sesilia.
Sedangkan Austin belum pulang dari kantornya.
Di malam hari Fany tampak cantik dengan balutan long dress berwarna cream.
Dia akhirnya memutuskan datang ke pesta itu walaupun dengan berat hati.
Fany pun sampai di tempat pesta itu. Dia melihat Austin yang sudah tiba di pesta itu juga.
Fany memperhatikan Austin dan Sesilia beserta seseorang yang terlihat cukup terpandang itu pergi ke suatu ruangan. Dia melihat Sesilia Mengandeng tangan Austin.
Tiba-tiba Theresia datang ke meja Fany dan menyiramkan wine yang ada di dalam gelasnya ke wajah Fany.
“Kau wanita yang pernah bersama dengan Austin waktu di restoran itu kan?”tanya Theresa sambil memegang dagu dengan erat.
Fany hanya diam dan berusaha untuk menghindari kontak mata dengan wanita yang ada di hadapannya. Fany masih ingat kalau wanita ini pernah mengatakan kalau dirinya adalah sahabatnya Sesilia.
"Aku sebagai sesama wanita sungguh sangat malu terhadapmu"cibir Theresia.
"Perhatian semua yang ada di sini. Tolong dengarkan aku" ucap Theresia sambil memegang microphone.
Dan sontak orang yang ada di pesta itu langsung melihat ke arah Fany dan Theresia.
"Fany"ucap Charles yang ternyata datang juga ke pesta itu.
Tapi tidak dengan Alex. Saat pria itu di jemput oleh Charles, dia mengatakan tidak ingin pergi kemana mana.
Alex sedang mengurungkan dirinya di dalam kamar, jadi dia tidak ikut bersama Charles pergi ke pesta itu sehingga hanya Charles sendiri yang datang ke sana.
Charles mendekati Fany tapi langkahnya terhenti karna Theresia langsung menghentikannya.
"Jangan mendekat Tuan. Tunggu di sini dulu karena aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting"ucap Theresia.
“Aku memiliki seorang sahabat dan dia sangat baik sekali. Aku selalu melihat wajah bahagianya, tapi akhir-akhir ini aku hanya melihat kesedihan yang terlihat jelas pada wajahnya meskipun dia pernah mencoba untuk menyembunyikannya dariku. Sahabatku menjadi seperti itu karena wanita yang ada di hadapanku ini. Wanita ini tega mengambil kekasih dari sahabatku saat dia pergi ke jepang untuk beberapa bulan saja. Aku tidak tahu entah terbuat dari apa hati wanita ini sampai-sampai dia tega melakukan hal itu pada sahabatku”jelas Theresa dengan panjang lebar.
Semua orang terkejut. Setelah itu semuanya berteriak menanyakan kenapa dia tega melakukan itu dan mereka juga bertanya apakah dia tidak punya hati sebagai sesama wanita.
Ternyata Sesilia langsung datang ke tempat pesta karena mereka sempat mendengar suara keributan yang terdengar dari dalam ruangan tempat mereka berbincang.
Tapi Tidak dengan Austin, itu karena dia masih ada urusan dengan kolega bisnisnya.
"Dialah sahabatku yang hatinya sudah sangat tersakiti saat mendapati bahwa kekasihnya sudah menikah"ucap Theresia sambil menunjuk ke arah Sesilia yang sudah ada di sana.
Semua orang tahu kalau Sesilia adalah kekasih dari Austin Nero karena Austin sering mengenalkan Sesilia sebagai kekasihnya saat jumpa pers bersama awak media.
"Apa Austin sudah menikah?”tanya seseorang yang hadir di pesta itu.
"Iya. Wanita inilah yang sudah merebut Austin dari Sesilia"jawab Theresia.
"Hei! Jangan bicara sembarangan! Fany tidak seperti yang kamu katakan"protes Charles.
"Tuan. Anda jangan tertipu dengan wajah polosnya"pungkas Theresia.
Dan semua orang di sana langsung mengiyakan perkataan Theresia.
"Apa tujuanmu menikahi Austin? Jelaskan pada kami semua yang ada di sini"tanya Theresia sambil senyum sumringah karena semua orang pada mendukungnya.
"Mungkin dia mau mengincar hartanya"ucap wanita yang ada di sebelah meja Fany.
"Apa benar Fany?" ucap Theresia.
Fany terlihat diam mematung. Dia tidak dapat menjawab dan menutup mulut setiap orang yang berkata jelek terhadapnya, sedangkan Sesilia hanya menikmati pertunjukkan drama gratis dari sahabatnya ini
"Terima kasih Kak dan maafkan aku Fany.
__ADS_1
Kaulah yang membuat aku berubah. Aku hanya sedang mengambil hak yang seharusnya menjadi milikku"batin Sesilia.
"Kenapa kau hanya diam saja? Berarti benar donk apa di katakan oleh mereka"cibir Theresia.
"Apa orangtuamu tidak sanggup lagi untuk menafkahimu sampai kau rela menggoda dan merebut Austin dari Sesilia demi hartanya"ucap Theresia dengan nada mengejek.
Ternyata Austin sudah ada disitu dan mendengar semuanya.
Saat dia ingin ke sana, tiba-tiba Austin berhenti karena Fany sudah mulai angkat bicara.
"Aku akui kalau faktanya aku memang menikah dengan Austin, tapi aku tidak bisa menerima hinaan kalian terhadapku! Kalian boleh mencaciku dan memakiku tapi kumohon pada kalian semua untuk jangan berbicara seperti itu mengenai keluargaku”ucap Fany sambil meneteskan air mata.
"Jangan menangis! Karena air matamu itu palsu. Aku tahu kalau saat ini kau sedang berakting agar semua orangi merasa iba terhadapmu" ucap Theresa.
"Sesilia. Aku minta maaf karena jika aku tidak sengaja telah membuat hatimu sudah terluka. Dan Theresia. Aku tahu kalau kau dan kalian semua yang ada di sini memandangku sebagai wanita hina dan tidak tahu diri. Aku bisa terima semua itu, tapi aku tidak bisa terima di saat kalian menghina keluargaku"ucap Fany yang mencoba untuk menahan air matanya agar tidak keluar lagi.
"Aku tahu kalau aku bukan anak orang kaya seperti kalian. Aku menikahi Austin bukan karna hartanya. Aku mohon pada kalian jangan menilaiku seperti itu. Aku tidak sepenuhnya seperti yang kalian katakan. Aku bukan wanita yang gila harta"ujar Fany.
"Sesilia kau tenang saja karena aku akan meninggalkan Austin. Aku berjanji untuk tidak akan muncul lagidi hadapan kalian"tambah Fany lagi.
Setelah mengatakan itu ingin rasanya dia bisa menghilang dari tempat itu. Dipermalukan di hadapan orang banyak bukan tujuannya datang ke pesta itu. Tapi apa daya, sekarang Fany hanya bisa menunduk dan menahan tangisnya.
Semua orang di sana terdiam karena mencernakan perkataannya Fany.
Tiba-tiba Theresia berkata: "Kau pergi dari sini wanita hina, karena pestaku ini tidak cocok untuk orang sepertimu. Kau hanya perusak acara dan perusak hubungan orang saja" ucap Theresa dengan sarkas.
“Baik. Aku akan pergi. Aku minta maaf kalau pestanya jadi kacau seperti ini karena ulahku” Sekali lagi aku minta maaf”Fany pun menundukan kepalanya untuk meminta maaf kepada semua orang dan melangkahkan kakinya agar bisa pergi secepatnya dari tempat itu.
"Siapa yang kau bilang hina?"tanya Austin secara tiba-tiba kepada Theresia.
"Austin"ucap Theresia dan Sesilia secara bersamaan.
Saat itu Fany juga mendengar suara Austin, tapi hanya melanjutkan langkah kakinya.
Itu karena dia takut kalau Austin akan lebih mempermalukanya. Mengingat hubungannya dnegan Austin saat ini sedang tidak baik.
"Berhenti di situ Fany"Austin berbicara dengan keras karena dia melihat Fany yang masih berjalan dan ingin meninggalkan tempat itu.
Fany yang mendengar perintah Austin langsung menghentikan langkahnya.
Tapi dia tidak berbalik badan karna dia yakin kalau Austin ingin mengatakan yang akan membuatnya malu.
"Aku tanya sekali lagi siapa wanita hina yang kau katakan barusan?”tanya Austin sambil berjalan menuju ke tempat Fany berdiri.
Sedangkan Charles hanya diam karena dia tak bisa berkata apa-apa saat Austin tengah berbicara.
Dia tak berhak untuk mencampuri urusan mereka saat ini.
"Apakah wanita ini?"tanya Austin dan itu membuat hati Fany terasa sakit sekali.
Fany benar, kali ini giliran Austin untuk mempermalukannya.
"Iya tuan. Akulah wanita yang hina itu"ucap Fany secara tiba-tiba sambil menunduk.
"Anda boleh menghina ku sesuka hatimu. aku siap mendengarnya." ucap Fany sambil menunduk dan menghapus air mata yang tidak terbendung lagi.
Austin yang mendengar itu hanya bisa menahan geram.
Kemudian dia berjalan mendekati Theresia.
“Kau tahu siapa wanita itu kan?”tanya Austin sambil menatap tajam ke arah Theresa tapi tangannya menunjuk ke arah Fany.
“Austin”potong Sesilia yang mencoba mencairkan keadaan.
Sesilia tahu kalau Austin saat ini tengah marah kepada Theresa.
"Wanita yang kalian hina itu adalah istriku"ucap Austin secara tegas.
"Selama ini kau selalu aku hormati nona Theresia, tapi kali ini kau sudah kelewatan batas. Kau terlalu mencampuri urusan rumah tanggaku. Bahkan Kau mengatakan padanya jika dia tidak pantas untuk datang kepesta ini"ucap Austin.
"Iya. Dia memang tidak pantas"ucap Theresia.
"Dia pantas nona Theresia! Karena dia menyandang status sebagai istri dari Austin Nero"ucap Austin dengan suara lantang.
"Tunggu. Berarti secara tidak langsung kau mengatakan bahwa aku juga tidak pantas datang ke pesta ini?”tanya Austin.
"Bukan itu maksudku Austin" ucap Theresia.
"Jadi kenapa kau mengatakan padanya jika dia tidak pantas datang ke sini padahal dia adalah istriku?"ucap Austin dengan tegas dan menekankan kata istri supaya semua orang tahu kalau fany adalah istrinya.
Sesilia mendengar hal itu merasa sakit hati.
"Dan kalian semua yang ada di sini, kalian mau tahu kenapa aku menikahinya?"tanya Austin sambil menunjuk Fany yang masih menundukkan kepala.
"Itu karena dia sedang mengandung anak kami. Sebelumnya dia tidak ingin memberitahuku kalau dirinya sedang hamil. Dia bahkan tidak memintaku untuk bertanggung jawab. Dia hanya memilih untuk melahirkan anak ini seorang diri"ucap Austin.
"Saat aku mengetahui berita kalau dia sedang hamil, aku spontan menyuruhnya untuk mengugurkan kandungannya. Saat itu dia setuju, tapi entah kenapa hatiku tiba-tiba tergerak dan aku tidak jadi berniat untuk melakukan itu. Mungkin itu karena naluri seorang ayah yang tidak tega membunuh anaknya sendiri. Jadi aku memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahinya. Tapi wanita bodoh ini, di saat dia mengetahui kalau aku sudah memiliki kekasih, dia malah mengatakan untuk membiarkannya pergi jauh dan membesarkan anak ini seorang diri. Dia melakukan itu karena dia punya hati yang besar. Dia lebih memikirkan perasaan seseorang terlebih dahulu dan tidak mementingkan perasaanya. Aku sangat marah ketika ada orang yang mengatakan kalau istriku itu tidak punya hati. Siapa yang tadi mengatakan kalau istriku itu tidak memiliki hati?"tanya Austin dengan lantang.
Austin merasa geram saat tidak ada yang menjawab pertanyaannya,”Kenapa kalian pada bungkam? Tadi kalian berkoar-koar mengatakan hal buruk kepadanya. Tapi setelah aku yang menyandang sebagai suaminya ada disini, mulut kalian mendadak jadi kaku!”
"Satu lagi!! Kalian mengatakan kalau dia menikahiku hanya karena harta saja. Kalian semua salah besar!! Saat itu aku pernah menawarkan jumlah uang yang begitu banyak tapi wanita ini menolaknya secara mentah-mentah"ucap Austin sambil berjalan mendekati Fany.
"Tegapkan kepalamu"perintah Austin pada Fany.
Fany pun langsung menegapkan kepalanya.
"Saat kau sudah menyandang status nyonya Nero, kau harus selalu menegapkan kepalamu seperti ini agar tidak ada orang yang bisa meremehkanmu"ucap Austin sambil memegang dagu Fany.
"Ayo kita pergi dari tempat yang tidak berguna ini! Karena sepatuku yang mahal ini tidak pantas untuk menginjakan lantai pesta yang kecil ini"sindir Austin sambil mengulurkan tangannya pada Fany.
Austin pun langsung mengajak Fany meninggalkan tempat pesta.
Semua orang yang disana merasa terkejut dan tertampar dengan ucapan Austin.
Lain dengan Sesilia yang merasa sedih dan sakit hati.
🌷🌷🌷
Selamat membaca ya
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya
__ADS_1