
Saat ini Austin sudah ada di apartemennya. Setelah tadi dirinya selesai mandi, kini Austin membaringkan badan letihnya di sofa sambil menyalakan tv yang ada di dalam ruangan itu. Dia tampak begitu senang karena perjodohan yang sedikit konyol itu akhirnya di batalkan juga.
“Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Awas loh, entar kesambet setan pula!”ucap Roy yang tiba-tiba sudah ada di dalam apartemen Austin.
“Ya, kau setannya!”ucap Austin yang marah yang bercampur kesal.
“Sejak kapan kau ada di sini?”tanya Austin yang sebenarnya tidak menyadari entah dari kapan Roy sudah ada di dalam apartemennya itu.
Roy tidak memperdulikan apalagi sakit hati dengan perkataan Austin. Itu sudah jadi hal yang lumrah baginya ketika mendengar perkataan yang tidak enak dari mulut Austin Lalu dia duduk di sofa setelah Austin sudah bangkit dari pembaringanya dan duduk.
“Sepertinya kau terlihat senang hari ini?”tutur Roy.
“Memang iya, aku sangat senang karena perjodohan gila yang di rencanakan oleh Ibuku akhirnya dibatalkan juga”jawab Austin dengan santai.
“Jadi itu penyebab kau terlihat senang malam ini?”tanya Roy.
“Iya!”jawab Austin.
“Dah basi, tahu nggak??”cecar Roy.
“Biarin aja, emang aku pikirin!”ucap Austin yang terlihat tidak peduli dengan ucapan Roy.
“Setidaknya aku sudah bisa bernafas lega hari ini!”ucap Austin lagi.
“Kapan kau akan mengenalkan kekasih mu pada kami?”tanya Roy yang mulai terlihat sedikit kepo.
“Kami itu siapa?”tanya Austin sambil menatap ke arah Roy.
“Kucing-kucing liar yang ada di luar sana!”jawab Roy yang kesal pada Austin.
“Emang siapa lagi?”guman Roy dengan suara yang cukup pelan tapi masih bisa di dengar oleh Austin
“Kepo banget sih kau jadi orang!”ucap Austin yang kesal dengan pertanyaan Roy.
“Biarin aja kepo, kan aku ini memang orang!”jawab Roy.
“Kau tenang saja, tak lama lagi aku akan memberitahu publik mengenai siapa kekasih dari Austin Nero!”ucap Austin sambil berdiri dengan bangganya.
Roy hanya ber oh iya saja dan sedikit mengeleng kepala ketika melihat kelakuan temannya itu yang terlalu menghayati saat sedang berbicara.
“Apa kau sangat mencintainya?”tanya Roy dengan mimik wajah yang terlihat serius.
“Ya, aku sangat mencintainya!”ucap Austin sambil tersenyum.
“Baguslah kalau kau sangat mencintainya! Sekarang yang jadi permasalahannya adalah apakah dia juga sangat mencintaimu?”tanya Roy dan spontan membuat Austin menatap dengan lekat ke arah Roy.
“Apa maksudmu?”tanya Austin.
“Aku tidak ada maksud lain saat bertanya seperti itu, hanya saja aku berharap wanita itu benar-benar mencintaimu dengan tulus hati bukan karena hartamu semata”tutur Roy.
“Aku sangat yakin kalau dia juga sangat mencintaiku dengan setulus hatinya!”jawab Austin yang terlihat sangat percaya bahwa kekasihnya itu benar-benar sangat mencintainya.
“Di mana dia sekarang? Apa pekerjaannya?”tanya Roy.
“Kau sudah seperti wartawan saja! Terlalu banyak bertanya!”tutur Austin sembari berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
“Kau mau kemana?”tanya Roy yang terpaksa harus bangkit dari sofa itu.
“Kau sudah melebihi Ibuku saja! Terlalu cerewet dan banyak bertanya!”ucap Austin yang sedikit kesal dengan Roy yang terlalu banyak bertanya.
“Ya, kau mau kemana dulu?”tanya Roy lagi.
“Aku mau keluar sebentar untuk cari sesuatu dan aku harap kau juga harus pulang ke rumahmu agar kau bisa istirahat lebih awal agar kau tidak terlambat datang ke kantor!”ucap Austin sambil menarik tangan Roy agar dia segera keluar dari dalam apartemennya.
“Kenapa sekali saja aku tidak bisa telat datang ke kantor sementara kau sendiri bisa?”tanya Roy.
“Karena aku ini bosmu!”jawab Austin sambil di balas dengan rasa kesal Roy yang tergambar jelas di raut wajahnya.
“Aku baru datang ke apartemenmu dan kau dengan teganya mengusirku tanpa harus menjamuku dulu! Sungguh tega kamu ya!”ucap Roy yang berpura-pura sedih.
“Nggak usah sok nangis di depanku! Dasar laki-laki lemah!”ejek Austin sembari berjalan menuju parkiran mobilnya.
“Kenapa kau masuk ke dalam mobilku? Dimana mobilmu?”tanya Austin saat melihat Roy yang tiba-tiba juga ikut masuk ke dalam mobilnya.
“Akun numpang ya di mobilmu! Sebenarnya mobilku sedang di servis dekat bengkel yang ada disekitar daerah ini juga, makanya aku mampir main-main ke rumahmu”ucap Roy sambil memasang seltbeatnya.
Austin hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dengan berat. Mau tidak mau dia harus mengantar manusia ini ke tempat tinggalnya, kalau tidak Roy pasti akan menginap di apartemen dan dia sangatyakin kalau Roy pasti akan selalu mengganggu dirinya.
“Kalau kau tidak mau mengantarku maka aku akan ikut bersamamu, dan aku juga akan menginap di apartemenmu”ucap Roy.
“Oh My God! Padahal baru saja aku memikirkan hal itu!”ucap Austin dalam hatinya sambil menatap Roy dengan tatapan intens.
__ADS_1
“Kau memang tahu cara membuat ku marah!”ucap Austin sambil melajukan mobilnya.
......................................
Di lain tempat, tepatnya di sebuah tempat club yang terlihat sangat ramai di kunjungi baik para kaum muda maupun yang selalu terlihat muda padahal sebenarnya sudah terlihat tidak muda lagi. Ada yang asik minum, ada juga yang asik menarik di iringin dengan musik yang diputar oleh seorang dj di club itu. Pokoknya semuanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Banyak orang yang begitu mengagumi ketampanan dari dj itu. Dj itu bernama Charles Addison. Setelah musik selesai di putar, Charles langsung turun dan berjalan menuju tempat temannya yang sedang berkumpul di lantai dua club itu.
Terlihat Charles berjalan sambil menatap dan menyapa gadis yang dia lewati. Tiba-tiba Charles dia tengah asik menatap gadis itu tiba tiba menoleh ke arahnya.
"Kenapa tuan terus menatap ku?"ucap gadis itu.
Charles terkejut. Kenapa gadis ini bicara dengan percaya diri mengatakan kalau dirinya sedang memperhatikannya?
Charles pun mulai beranggapan kalau gadis pasti sedang mabuk berat, makanya bicaranya terlalu halu begitu.
“Aku tidak ada menatapmu!”jawab Charles.
“Maaf tuan, sepertinya temanku sedang mabuk!”ucap seorang gadis yang tiba-tiba datang dan merangkul temannya itu.
Charles spontan langsung menatap ke arah gadis yang baru datang itu dan menatapnya dengan lekat.
“Sesil!! Pria ini dari tadi menatapku!”ucap Theresia.
“Kau sedang mabuk, Kak!”ucap Sesilia.
“Sekali lagi maaf ya tuan!”ucap Sesilia sambil membawa Theresia pergi dari tempat itu.
“Kenapa wajahnya jika di tatap terus agak terlihat mirip dengan wajah kekasihku yang sudah lama hilang? ”ucap Charles sambil menatap kepergian dua gadis itu.
“Tidak mungkin! Ah...sudah Charles jangan memikirkan hal yang mustahil itu! Mungkin ini efek dirimu yang terlalu lama menyendiri, makanya suka halu sendiri!”ucap Charles sambil mengelengkan kepala.
Lalu dia mulai beranjak naik ke tangga menuju ke lantai dua, di mana di sana teman temannya sudah memanggilnya untuk segera bergabung dengan mereka.
........
Tiffany atau yang kerap dipanggil Fany itu sudah pulang dari kantor, malam hari Fany memutuskan untuk pergi ke supermarket yang tidak cukup jauh dari rumahnya.
Ya, Fany pergi ke sana untuk membeli kebutuhan rumahnya selama seminggu. Meskipun dia tinggal sendiri dikos-kosannya, ternyata dia sangat banyak makan, sehingga membuat dia harus membeli dengan stok yang banyak juga.
Fany pun sedang mencari bahan dan kebutuhan. Dia terkesima melihat supermarket yang sudah menyediakan semua kebutuhan, dia langsung membeli yang dia butuhkan saja dan langsung pulang.
Sementara itu, terlihat Austin yang sedang ada di supermarket untuk membeli beberapa minuman. Sebenarnya itu Cuma alasanya saja agar dia dapat mengusir Roy secara halus dari apartemennya agar dia tidak menganggu waktu pribadinya.
“Tuan, apa anda tidak ingin membeli produk ini? Ayolah, Mumpung produk kami sedang ada promonya!”tawar pelayan toko itu.
Setelah pelayan toko itu mengucap kalimat itu dengan diplomatis, Austin sontak langsung tertawa terbahak-bahak.
“Kau sedang menawarkan barang promo kepadaku?”tanya Austin.
“Iya!”jawab pelayan toko itu yang tidak mengenal Austin Nero sebagai ceo di Nero Corp.
“Apa tuan tidak mau membelinya?”tanya pelayan toko itu lagi.
“Jangankan produkmu, akupun juga bisa membeli supermarket ini”ucap Austin yang bergumam dengan suara pelan.
“Apa yang tuan katakan? Aku tidak dapat mendengarnya!”ucap pelayan toko itu.
“Oh...lupakan saja!”ucap Austin yang tidak ingin berlama-lama di tempat itu.
Ketika itu, Fany yang sudah mendapatkan bahan dan kebutuhan nya berjalan keluar untuk pulang dan berada tak jauh dari tempat Austin berdiri. Fany yang tidak melihat jalan hanya fokus melihat pada barang bawaan nya tiba tiba menabrak orang didepan nya dan ternyata itu adalah Austin Nero.
Barang belanjaan Fany pun jatuh berserakkan di lantai itu, begitu juga dengan minuman yang baru di beli oleh Austin.
"Kau!! Apa tidak punya mata, Hah! Minumanku jadi jatuh semua! "ucap Austin pada gadis di hadapannya yaitu Fany.
"Maaf tuan aku tidak sengaja! Barang belanjaanku juga jatuh berserakan!"ucap Fany sambil menatap ke arah Austin.
“Jadi kau mau menyalahkanku?”tanya Austin dengan ketus.
"Tidak tuan! Kalau begitu Aku minta maaf ya!"ucap Fany yang terlihat merendahkan diri.
Bukan nya menjawab Austin langsung pergi begitu saja tanpa ada merasa sedikit bersalah padahal barang belanjaan Fany pun juga jatuh berserakan. Terlihat tomat yang baru di belinya sudah ada yang di pijak orang karena tomat itu mengelinding jauh ke tempat khalayak ramai.
"Dasar laki laki brengsek!”umpat pelayan toko yang menawarkan barang promo kepada Austin tadi sambil membantu Fany memungut barang belanjaan yang berserakan itu.
“Semoga dia akan mendapat imbalan yang pas atas apa yang dia perbuat! "ucap pelayan toko itu lagi yang masih terlihat kesal dan mengutuk Austin.
“Nona, Tidak baik berbicara seperti itu! Abaikan saja!”ucap Fany sambil berdiri saat sudah selesai memungut barang belanjaannya.
“Terima kasih ya nona karena sudah mau membantuku!”ucap Fany sambil tersenyum.
__ADS_1
“Sama-sama nona!!”balas pelayan toko itu sambil membalas senyuman Fany.
Kini Fany pun mulai beranjak dari tempat itu.
“Gadis yang berhati mulia!”ucap pelayan itu sambil menatap ke arah Fany yang perlahan sudah mulai hilang dari pandangan pelayan toko itu.
..........................................
Pada minggu siang, terlihat Austin sedang berbincang mesra dengan seorang gadis di apartemennya.
“Sesil!”panggil Austin kepada gadis yang bernama Sesilia.
“Ada apa sayang?”tanya Sesil sambil menatap lembut ke arah Austin
Orang yang berbicara itu adalah Sesilia Marvis yang ternyata sudah datang ke New york.
Dia adalah Kekasih dari Austin yang sedang sedang melakukan studi di jepang hanya untuk mendapatkan gelar profesor. Tadi dia tak memberitahu Austin mengenai perihal kedatangannya yang secara tiba-tiba karena dia ingin membuat kejutan pada kekasihnya itu.
Dan ternyata rencana itu berhasil. Di saat Sesilia sudah ada di dalam apartemen Austin, Sesilia tak kuasa menahan tawa ketika melihat wajah terkejut Austin yang terlihat sangat lucu untuk di lihatnya.
“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat dan sudah saatnya aku ingin memperkenalkanmu pada Ibuku”ucap Austin dengan nada serius.
“Benarkah?”tanya Sesilia sambil memegang wajah Austin.
“Iya!”jawab Austin.
Saat itu tiba-tiba ada seseorang yang datang dan berseru”Aku datang!”
“Roy, kenapa kau selalu mengangguku?"ucap Austin yang kesal karena kedatangan Roy yang sudah menganggu percakapan romantis dengan kekasih hatinya itu.
“Maaf, aku tidak tahu kalau kau sedang kedatangan tamu”ucap Roy.
"Sayang, dia siapa?"ucap tanya Sesil dengan suara kecilnya.
Kedatangan Roy yang secara tiba-tiba memang sangat mengagetkan Austin terutama Sesilia.
“Apa ini kekasihnya Austin? Kalau iya, dia lumayan cantik sih!”batin Roy sambil memandang ke arah Sesilia.
“Siapa namanya?”tanya Roy dengan berbisik pada Austin.
“Sesilia Marvis!”ucap Sesil yang langsung memperkenalkan dirinya pada Roy sambil mengulurkan tangannya.
“Roy Abedson!”ucap Roy sambil menjabat tangan Sesilia.
Dengan gerakan sangat konyol, Austin menendang geram Roy, dan membuat Roy tidak mengerti kenapa dia selalu menjadi korban kekesalan Austin.
Roy tahu kalau saat ini Austin sedang memberi kode kepadanya agar dirinya segera pergi dari tempat ini, Akhirnya dia pun pamit untuk pergi karena Roy tidak mau mendapat hukuman dari kekesalan Austin.
“Apa kalian ingin membicarakan bisnis? Jika iya, maka aku akan memanggilnya!”ucap Sesil yang tidak ingin menganggu pekerjaan kekasihnya.
"Tidak sayang! Kenapa kau berpikiran seperti itu?"ucap Austin yang bertanya kepada Sesilia, dan berkata kalau Sesil tidak sedikitpun menganggu pekerjaannya.
Austin pun kini memeluk Sesilia dan menceritakan rencananya yang ingin mengenalkannya pada orang tua Austin.
Sesil pun tersipu malu mendengarnya dan terlihat sangat senang sekali.
“Aku ingin segera menikahimu, Sesil!" batin Austin sambil memeluk Sesilia dengan erat.
...................................
Malam hari di dalam kamar, terlihat Fany yang tengah menikmati pemandangan bulan dan bintang.
Tiba-tiba dia mendapat pesan, dan ternyata itu dari kekasihnya yaitu Christian yang sudah menunggunya di bawah. Christian menyuruh Fany untuk segera keluar karena dirinya ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting.
Tanpa menunggu lama, Fany langsung keluar dan menemui sang kekasih yang sudah lama menunggunya di depan rumah.
Ketika Fany sudah berada luar rumah, dia masih saja terlihat gugup padahal mereka sudah setahun lebih menjalin hubungan asmara. Serasa baru pacaran gitu.
Setelah dirinya sudah ada di hadapan sang pacar, Christian tiba-tiba memeluk Fany dengan erat. Fany tentu merasa tersipu bercampur terkejut dengan perlakuan Christian sang kekasih. Hatinya jelas berdebar kencang saat ini. Rasa cintanya pada Christian makin memuncak di dalam hatinya.
"Ada apa? Tumben malam-malam ini datang ke sini?”tanya Fany yang terlihat masih gugup saat Christian sudah melepaskan pelukannya.
“Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu!”ucap Christian dengan wajah yang tiba-tiba berubah menjadi serius.
“Iya, mau bicara apa? Apakah sangat penting sekali?”tanya Fany yang terlihat sangat penasaran.
“Hmm, ini sangat penting sekali!”jawab Christian.
“Sebenarnya aku---“ucap Christian tapi terhenti karena dia mendapat pesan dari Ibunya yang menyuruh Christian untuk segera pulang.
“Aku pulang dulu ya! Tiba-tiba aku ada pekerjaan yang harus ku selesaikan malam ini!”ucap Christian yang sedikit berbual kepada Fany.
__ADS_1
“Oh, baiklah! Kalau begitu sampai jumpa ya!”ucap Fany sambil melambaikan tangan ke arah Christian yang berjalan ke arah mobil.
“Apa sih yang ingin dia katakan? Hah, sudahlah! Dia memang selalu membuat orang penasaran! Christian, kau memang tidak pernah berubah sejak pertama kita pacaran!”ucap Fany sambil menatap kepergian mobil pacarnya, lalu setelah itu Fany kembali masuk ke dalam rumahnya.