Takdirku, Hidup Bersama Mu

Takdirku, Hidup Bersama Mu
Dua Puluh Empat


__ADS_3

Malam ini di ruang kamar Austin, Fany terpaksa harus tidur dengan Austin dalam posisi berpelukan. Eits...Austin yang memeluk Fany ya.


Di pagi hari, Roy masuk ke ruangannya Austin.


Dia datang untuk menyampaikan sesuatu pada Austin kalau mereka akan ke kantor Charles hari ini.


Austin tidak mendengar perkataan nya Roy karna dia masih memikirkan kejadian kemarin saat dia tidur bersama dengan istrinya.


Ya dia tidur dengan Tiffany. Ada perasaan senang pada diri Austin saat tidur bersama istrinya itu.


Tanpa di sadari Austin pun tersenyum sendiri dan itu membuat Roy langsung menjitak kepala Austin.


"Auw...Sialan!!"ucap Austin yang sudah sadar dari lamunan saat dia mendapat pukulan di kepala nya.


"Apa maksudmu memukul kepalaku??"ucap Austin yang menyadari bahwa Roy adalah pelakunya.


"Itu karena kau tidak mendengar ucapanku dan malah tersenyum sendiri seperti orang gila"ucap Roy.


"Tutup mulutmu!! Sekali lagi kau bicara, mulutmu bisa kujadikan dua"ancam Austin karna tidak suka mendengar perkataan Roy yang mengatakan dirinya orang gila.


Austin marah. Bisa-bisanya Roy mengatakan kalau dia itu gila. Austin tidak suka itu. Roy pun terdiam karena malas berdebat dengan Austin.


"Kau ada keperluan apa datang ke ruanganku?"tanya Austin.


Roy hanya diam saja.


"Kau tidak punya mulut untuk berbicara??"tanya Austin dengan kesal.


"Tapi kau menyuruhku untuk diam"ucap Roy yang juga merasa kesal terhadap Austin.


"Ck. Jika aku menyuruh untuk mati, apa kau juga akan mati?" ucap Austin yang berbicara dengan sesuka hatinya.


"Ya tidaklah. Enak aja menyuruhku untuk mati"


"Hari ini kau akan ke perusahaannya Charles"tutur Roy yang berbicara langsung pada intinya karna malas berdebat dengan Austin karna perkara itu tidak akan kelar jika dia masih melanjutkan debatnya.


"Charles??"batin Austin.


"Baiklah aku akan pergi ke sana"ucap Austin.


Austin memakai jasnya dan bersiap untuk pergi ke kantornya Charles.


......................


Charles dan Alex terlihat sudah berdiri di depan gedungnya untuk menunggu kedatangan Austin Nero.


Dan tak lama juga terlihatlah mobil sport hitam yang baru saja sampai di depan gedung itu, dan itu menandakan kedatangan Austin.


Austin keluar mobil dengan memakai jas warna hitam dan tak lupa dengan kacamata hitam yang membuat Austin tampak memukau.


Bahkan terlihat sangat berkharisma.


"Selamat datang Austin”ucap Charles sambil mengulurkan tangan kepadanya Austin.


"Charles. Senang berjumpa denganmu"ucap Austin sambil menjabat tangan Charles dengan gayanya yang terlihat keren.


Austin membuka kacamatanya dan menyelipkannya di belahan kemejanya.


"Alexander"ucap Austin yang heran melihat kakak iparnya ada di sini.


"Oh dia sekarang sekretarisku"jawab Charles.

__ADS_1


"Sejujurnya tadi aku sangat terkejut melihat kakak iparku ada di sini. Ternyata dia adalah sekretarismu Charles"ucap Austin yang nada yang tidak suka.


“Ayo kita ke ruanganku”potong Charles yang mengajak Austin masuk ke dalam kantornya.


Semua para wanita yang ada di kantor itu sangat terpukau dengan ketampanan Austin.


Austin yang merasakan itu hanya tersenyum ke arah mereka.


Hal itu malah membuat Alex mengumpat di dalam hatinya dengan seribu kata serapah untuk Austin.


Mereka melanjutkan perbincangan bisnis ini di ruangan rapat, berbicara mengenai masalah kerjasama untuk bisnis mereka.


Setelah selesai rapat Charles menyuruh Alex keluar dari ruangan itu.


Kini tinggallah mereka berdua dalam ruangan itu.


"Apa kau sangat dekat dengan istriku?"ucap Austin.


"Ya. Kami sangat dekat. Fany adalah teman baik bagiku"jelas Charles.


“Sangat dekat ya”ucap Austin dengan suara pelan sehingga kata-kata itu tidak didengar oleh Charles.


Timbul perasaan tidak suka terhadap Charles di dalam hati Austin. Austin tidak senang karna Charles bilang kalau dia sangat dekat dengan istrinya. Meskipun hanya sebagai teman, Austin mengatakan pada Charles dan mengingatnya untuk jangan pernah coba-coba tertarik pada istrinya.


"Kau tenang saja. Selama dia bahagia bersamamu, aku tidak akan mengambilnya. Tapi jika dia tidak bahagia maka aku tidak akan segan untuk merebutnya darimu"ucap Charles dengan santai.


"Jadi firasatku benar jika kau memang memiliki perasaan pada istriku"ungkap Austin.


“Ya. Bisa di bilang begitu”ucap Charles sambil tersenyum menanggapi perkataan Austin.


"Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Charles"ucap Austin.


"Kalau begitu aku pulang dulu"ucap Austin lagi dan meninggalkan Charles.


...........................


Sore ini Fany memutuskan untuk memasak makan malam yaitu steak medium rare yang mana tingkat kematangan dagingnya hanya 60% bagian dalam daging belum matang sedangkan bagian luarnya sudah matang. Atau bisa disebut sebagai steak setengah matang gitu.


Fany tahu jika Austin sangat menyukai itu . Oleh karna itu lah Fany mau memasakkan untuk Austin.


Setelah siap memasak Fany langsung menyajikannya di meja di dampingi dengan sebotol Wine.


Ketika ingin duduk di sofa sembari menunggu kedatangan Austin dari kamar, tiba-tiba orang yang di tunggu sudah ada di ujung tangga.


"Kau sudah selesai mandi ya?"ucap Fany.


"Iya"


Tiba tiba Austin mencium aroma sedap dan itu berasal dari meja makan.


Austin pun melangkah kakinya menuju meja makan dan mendapati hidangan sarapan pagi.


"Kau yang memasaknya?"tanya Austin.


"Medium Rare?"ucap Austin lagi .


"Iya"


"Dari mana kau tahu kalau aku suka ini?"


"Itu... Aku hanya menebaknya saja"

__ADS_1


Austin pun langsung duduk karna pada saat ini dirinya memang sangat lapar.


Pasalnya dia belum ada makan dari tadi siang tadi.


Saat sudah memakan gigitan pertama, Austin tiba tiba ingin muntah.


Dia pun berlari menuju wastafel dapur.


Hoek-hoek ...(suara muntah Austin membuat Fany bingung)


"Kau kenapa muntah?"tanya Fany yang datang menghampiri Austin.


"Aku tidak tahu. Apa mungkin itu ada pengaruh dari kehamilanmu?"


"Mungkin saja"jawab Fany.


Tiba-tiba Austin memaksa Fany untuk tidur bersamanya dengan alasan ingin tidur di dekat anaknya. Akhirnya Fany memutuskan menerima tawaran Austin untuk tidur di kamar Austin.


Austin menyuruh Fany pergi duluan untuk pergi ke kamar karna dia mengatakan bahwa ada urusan yang bicara dengan Roy di telepon.


Fany pun hanya mengangguk dan beranjak pergi


Austin pun langsung menelpon Roy dan mengatakan pada Roy untuk mencarikan tiket ke Tokyo untuknya.


Dalam minggu dia berniat menemui Sesilia.


Austin mengatakan jika situasi saat ini tidak baik untuk Sesilia maupun Fany.


Jadi dia berniat menemui Sesilia dan mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan Fany.


Roy mengerti dengan situasi Austin, jadi dia pun mengatakan akan mencari tiket penerbangan ke Tokyo secepatnya.


Austin pun memutuskan panggilan dan pergi ke kamarnya.


Saat sudah berada di kamar dan berbaring di kasur dengan posisi badan saling memunggungin.


Tiba-tiba Austin berbalik dan memeluk Fany dan mengelus perut Fany.


Fany terkejut dan Austin meminta Fany jangan salah paham.


"Apa kau punya perasaan padaku?"


Fany langsung menggeleng cepat dan menjawab tidak. Dia tidak punya perasaan aneh pada Austin. Padahal faktanya Fany sudah mulai mencintai Austin.


Austin pun tersenyum dan mengatakan hal yang sama juga. Dia juga tidak punya perasaan apapun pada Fany.


Austin kemudian berkata “Kalau begitu tidurlah. Aku sangat suka dengan posisi ini”


"Ya. Kau menyukai. Tapi bagaimana denganku? Bisa-bisa aku akan kena penyakit jantungan Austin" batin Fany


"Baiklah Austin"ucap Fany lalu memejam mata nya dan mencoba menetralkan rasa gugup dan detak jantungnya.


“Ini pasti bukan rasa gugup?”batin Fany.


Mereka pun tidur dan memejamkan matanya. Keduanya pun sama-sama merasakan jantung mereka yang berdetak kencang. Berdebar dengan irama yang berbeda dari biasanya. Meskipun begitu mereka tetap mengabaikan perasaannya dan memilih menutup mata sampai rasa kantuk menyerang mereka.


🌷🌷🌷


Selamat membaca readersku


Jangan lupa beri Like ya untuk mendukung karya ku dan membuat aku jadi semangat lagi buat menulis nya.

__ADS_1


Jangan lupa beri komentar untuk memberiku saran dan ide kalian.


I love you all


__ADS_2