
Austin pun langsung mengajak Fany meninggalkan tempat pesta.
Semua orang yang disana merasa terkejut dan tertampar dengan ucapan Austin.
Lain dengan Sesilia yang merasa sedih dan sakit hati.
Theresia pun menyuruh semua orang yang ada di situ untuk segera pulang.
Dia sedikit merasa malu karena mendengar perkataan Austin yang secara tidak sengaja menyinggung kalau pesta yang dibuatnya tidak layak untuk di hadiri oleh kalangan seperti Austin Nero.
Mendengar perkataan Theresia, para tamu akhirnya memilih untuk pulang.
Tapi tidak dengan Charles, pria itu sedang menatap ke arah Sesilia.
Dia hanya fokus menatap ke arah lengan Sesilia yang mempunyai tanda lahir yang sangat di kenal oleh Charles.
Charles pun langsung membawa Sesilia menuju luar ruangan, karena dia ingin menanyakan sesuatu kepada Sesilia mengenai tanda itu yang telah membuatnya mati penasaran.
"Katakan kamu sebenarnya siapa?"tanya Charles.
"Apa maksudmu tuan? Aku tidak mengerti dengan pertanyaan tuan!"ucap Sesilia sambil melepaskan tangan Charles yang sedang memegang lengannya dengan kuat.
"Apakah kamu Irene?" tanya Charles.
"Saya Sesilia Marvis bukan Irene" ucap Sesilia dengan nada yang tegas.
"Tapi kenapa kau memiliki tanda lahir yang sama dengan kekasihku yang sudah lama menghilang."tutur Charles.
"Mungkin itu kebetulan saja tuan"ucap Sesilia.
"Tidak mungkin kebetulan. Aku tidak salah lagi, kau pasti Irene"ucap Charles yang masih mengotot kalau Sesilia itu adalah Irene kekasihnya.
"Ya. Aku memang Irene, Charles. Tapi aku sudah berubah menjadi Sesilia bukan Irene lagi"ucap Sesilia yang meneriaki Charles.
"Tapi kenapa wajahmu bisa berubah sampai-sampai aku tidak bisa mengenalimu?"tanya Charles.
"Aku sengaja melakukan operasi plastik agar kau tidak bisa mengenaliku"ucap Sesilia.
"Aku harap kamu jangan mengangguku lagi, karena aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku hanya mencintai Austin saja. Lagian Austin lebih kaya daripada dirimu dan aku bisa hidup tanpa kekurangan apapun dengannya"ucap Sesilia.
"Cih. Ternyata kaulah yang sebenarnya gila harta bukanlah Fany. Syukurlah kalau kau tidak mencintaiku lagi karena itu sudah membuatku tidak perlu mencari apalagi mencintaimu. Selama ini aku selalu memcarimu dan ingin memperjuangan cinta kita, tapi sekarang aku sudah sangat yakin kalau kau memang tidak pantas untukku perjuangankan lagi. Dari perkataanmu yang barusan aku sudah dapat menilai seperti apa sifatmu Irene. Aku terlalu bodoh karena selalu mencarimu, tapi ternyata kau selalu ada di sekitarku"ucap Charles.
"Tapi ingat!! Kau tidak akan pernah mendapatkan Austin, karena dia sudah menjadi milik Tiffany"tutur Charles.
"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Fany"ancam Charles.
Charles pun pergi meninggalkan Sesilia.
__ADS_1
Selama ini penantiannya terhadap Irene kekasihnya hanya sia sia belaka.
Charles pernah pernah berkata, jika dia menemui kekasihnya dan meskipun dia sudah menjadi milik orang lain, Charles akan tetap memperjuangkannya jika dia memang pantas untuk di perjuangkan.
Tapi sekarang Charles tahu bahwa Irene sudah berubah dan dia tidak pantas untuk di pertahankan lagi.
Setelah kepergian Charles, Theresia datang mendekati Sesilia.
"Siapa pria itu?”tanya Theresia.
"Bukan siapa-siapa Kak"ucap Sesilia.
"Kenapa Austin membela Fany kak?"ucap Sesilia yang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Kau harus bertindak cepat Sesilia"saran Theresia.
"Apa maksud Kakak?"tanya Sesilia.
"Kau harus melakukan sesuatu yang akan membuat Austin semakin membenci Fany dan akan segera menceraikanya"ucap Theresia.
"Bagaimana kak? Apa yang harus aku lakukan?"tanya Sesilia.
Kemudian Theresia membisikan suatu rencana di telinganya Sesilia.
Sesilia yang mendengar itu langsung tersenyum jahat.
"Maafkan aku Fany. Sebenarnya aku orang yang sangat baik, tapi kaulah yang menyebabkan aku berubah menjadi seperti ini"batin Sesilia setelah mendengar rencana Theresia.
"Baik Kak. Tapi bagaimana dengan pakaianku? Semuanya ada di mansion itu"ucap Sesilia.
"Kau pakai baju Kak saja dulu, karena tidak akan lama lagi kau akan tinggal di situ dan akan menyandang status sebagai nyonya Nero"ucap Theresia.
"Baiklah Kak" ucap Sesilia.
🌷🌷🌷🌷
Kembali ke Fany dan Austin yang sudah sampai di depan mansion mereka.
Fany langsung bergegas masuk dan meninggalkan Austin.
Austin yang melihat itu langsung menarik tangan Fany dan langsung memeluknya.
"Maafkan aku. Karena aku, kau sudah di permalukan di pesta itu"ucap Austin.
Fany yang mendengar itu langsung menggeleng dan menjawab kalau dia tidak apa-apa dan dia sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu.
"Kau tahu? Aku tidak membencimu, hanya saja aku sangat membenci kakakmu"ucap Austin sambil menangis.
__ADS_1
Dia sangat bingung dengan perasaannya saat ini.
Fany yang mendengar itu langsung menangis. Austin pun mengusap air mata di pipi Fany dengan jarinya. Mengusap lembut. Perlakuan semanis itu semakin membuat air mata Fany tak berhenti.
Austin menatap air mata yang terjatuh di pipi istrinya dan membuat dirinya menderita.
Austin pun langsung mencium bibir Fany dan itu membuat Fany terkejut.
Hatinya merasa sakit mendapat perlakuan seperti itu dari Austin.
Bagaimana tidak?
Fany bingung dengan tindakan Austin yang tidak bisa di tebak, Apalagi dengan sifatnya yang setiap waktu pasti berubah.
"Kenapa kau Austin? Terkadang kau baik padaku, terkadang bersikap dingin terhadapku.
Aku sangat bingung dengan sikapmu Austin. Aku takut banyak berharap padamu Austin. Aku takut dengan sikap baikmu padaku, dan itu membuat ku berpikir kalau kau mencintaiku. Aku takut dengan sikap dinginmu, dimana nanti kau akan melepaskanku"batin Fany dan itu masih dengan Austin yang sedang mencium Fany.
Fany hanya diam dan tak membalasnya.
Di bawah indahnya sinar rembulan di malam hari itu.
Terlihat Austin memeluk tubuh kecil Fany setelah dia menciumnya tadi.
Fany hanya diam dan di dalam hatinya dia sangat takut kalau besok Austin akan bersikap dingin terhadapnya.
Mood Austin tidak bisa ditebak dengan mudah oleh Fany walaupun dirinya sudah berstatus sebagai istrinya.
Dia merasa kalau malam ini dirinya itu seperti cinderella yang mempunyai sihir yang dapat mengubah sifat Austin, tapi itu hanya bersifat sementara dan akan berakhir.
Karena besok dia yakin Austin pasti sudah kembali ke sifat aslinya.
Kini Austin mengajak Fany untuk tidur. Fany tampak sudah tertidur itu karena merasa kelelahan dengan hari yang sudah dijalaninya.
Austin mendapat pesan dari Sesilia kalau dia akan tinggal di apartemennya Theresia untuk beberapa hari ke depan.
Austin hanya meread pesan itu. Justru dia malah mendatangi kamarnya Fany dan naik ke ranjang dan melihat apakah Fany sudah tertidur pulas?
"Dia sudah tidur? "batin Austin.
Austin pun mulai merebahkan dirinya dan tertidur pulas di samping tubuh Fany.
🌷🌷🌷
Selamat membaca ya
Jangan lupa like dan beri komentar kalian
__ADS_1
Agar aku dapat lebih semangat lagi menulis nya😊😊
Saranghae semuanya